Rabu 14 Juli 2021, 22:41 WIB

Ini Alasan BPOM Nyatakan Keamanan AMDK

Abdillah M Marzuqi | Humaniora
Ini Alasan BPOM Nyatakan Keamanan AMDK

Antara
Ilustrasi

 

BADAN Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) merilis kembali pernyataan sehubungan dengan adanya isu Bisfenol A (BPA) dalam kemasan galon Polikarbonat (PC) atau galon guna ulang. Badan POM melakukan pengawasan dan memastikan penggunaan plastik jenis PC sebagai kemasan galon AMDK (air minum dalam kemasan) masih aman digunakan oleh masyarakat. Beberapa alasan BPOM untuk menyatakan keamanan AMDK galon guna ulang di antaranya:

1.   BPOM telah melakukan pengujian laboratorium terhadap kemasan galon AMDK jenis polikarbonat pada 2021 ini. Hasil uji terhadap sampling  menunjukkan bahwa migrasi BPA dari kemasan galon sebesar rata-rata 0,033 bpj. Nilai ini jauh di bawah batas maksimal migrasi yang telah ditetapkan BPOM. Sesuai ketentuan dalam Peraturan Badan POM Nomor 20 Tahun 2019 tentang Kemasan Pangan, batas migrasi maksimal BPA yang dapat ditoleransi tubuh manusia adalah sebesar 0,6 bagian per juta (bpj, mg/kg).

2.   BPOM juga melakukan pengujian cemaran BPA dalam produk AMDK. Hasil uji laboratorium (dengan batas deteksi pengujian sebesar 0,01 bpj) menunjukkan cemaran BPA dalam AMDK tidak terdeteksi.

3.   Adanya kajian pakar yang mengatakan bahwa BPA itu tidak larut dalam air, sehingga kecil kemungkinan BPA bermigrasi ke air yang ada dalam kemasan galon guna ulang.

4.   BPOM secara rutin melakukan pengawasan pre-market dan post-market terhadap air minum dalam kemasan (AMDK) dan berbagai jenis kemasannya. Pengawasan yang dilakukan meliputi penilaian terhadap sarana produksi, evaluasi terhadap produk, label dan kemasan, konsistensi penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB), dan sampling serta pengujian laboratorium.

BPOM juga mengimbau masyarakat  untuk menjadi konsumen cerdas dan tidak mudah terpengaruh oleh isu yang beredar. Konsumen diharapkan tidak mudah terpengaruh dengan informasi yang tidak jelas kredibilitas sumbernya.

Sebelumnya, Pakar Teknologi Pangan dari Institut Pertanian Bogor Eko Hari Purnomo menyampaikan berdasarkan tinjauan ilmiah tidak mungkin ada migrasi atau perpindahan BPA dari kemasan galon ke airnya. Menurutnya, hal itu mengingat BPA itu tidak larut dalam air. BPA ini hanya larut dalam pelarut organik seperti alkohol, eter, ester, keton, dan sebagainya. 

“Itulah alasannya kenapa sangat kecil kemungkinan terjadinya migrasi BPA ke dalam air yang ada dalam galon guna ulang yang berbahan Polikarbonat (PC),” tandasnya. (OL-8)

 

Baca Juga

Dok Pribadi

Habis Kunker, Erick Thohir Langsung Jenguk Dorce Gamalama di RS Pertamina

👤Mediaindonesia 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 20:52 WIB
"Ketika mendengar kabar ini, saya langsung menjenguk sekaligus memastikan pelayanan terhadapnya berjalan baik," ujar...
DOK. Polda NTT

Satgas Sebut Daerah yang Tidak Patuhi Prokes Terus Bertambah

👤 Atalya Puspa 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 20:00 WIB
Penerapan protokol kesehatan secara disiplin dan konsisten mutlak dibutuhkan di tengah peningkatan mobilitas penduduk, agar tidak terjadi...
Dok Geber Donor Darah

Keberatan Tes PCR Pada Penumpang Pesawat Akan Direspons dalam Pengumuman PPKM

👤Iis Zatnika 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 19:31 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyatakan akomodatif terhadap keberatan sejumlah pihak tentang kewajiban tes PCR bagi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Krisis Energi Eropa akan Memburuk

Jika situasinya tidak membaik dalam beberapa bulan ke depan, ada potensi krisis ekonomi yang menghancurkan

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya