Kamis 08 Juli 2021, 19:03 WIB

Luhut : Banyak Mafia terkait Tabung Oksigen dan Obat Covid-19

Insi Nantika Jelita | Humaniora
Luhut : Banyak Mafia terkait Tabung Oksigen dan Obat Covid-19

Antara/Hendra Nurdiyansyah
Petugas mendata tabung oksigen di Stasiun pengisian oksigen di Pabrik Samator, Yogyakarta

 

MENTERI Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyinggung soal kelangkaan tabung oksigen dan lonjakan harga obat covid-19 yang disinyalir dilakukan oleh mafia-mafia yang sengaja memanfaatkan situasi saat ini. 

"Masalah oksigen, kami baru tahu carut marut masalah di sektor kesehatan itu. Jadi banyak sekali mafianya, sehingga harga tabung oksigen itu baru kami tahu berlipat-lipat kali," jelas Luhut dalam Wawancara Eksklusif dengan Media Indonesia, secara virtual pada Selasa (6/7).

Menko Marves juga membeberkan, saat pihaknya melakukan penyelidikan ditemukan bahwa industri atau perusahaan tersebut tidak hanya memproduksi tabung oksigen semata.

Pemerintah, lanjutnya, menjamin pasokan oksigen dengan bekerjasama dengan berbagai perusahaan atau produsen tabung oksigen.

"Pas kami selidiki kenapa harga tabung oksigen ini mahal, karena rupanya dia (perusahaan/industri) enggak cuma produksi tabung oksigen saja. Tapi produksi turunan lainnya. Padahal yang kami beli kan tabung oksigen saja. Kami juga jamin pasok tabung oksigen dari (perusahaan dari) Cilegon. Kami langsung bayar dan jamin ini lancar," sebut Luhut.

Baca juga : Belajar dari Kasus Kelangkaan Oksigen RSUP Sardjito, Luhut MInta RS Matangkan Perencanaan

Selain itu, dia menyoroti soal kasus temuan polisi terkait ditemukannya oknum atau penjual toko obat di Pasar Pramuka, Jakarta Timur yang diketahui menaikkan harga obat Ivermectin. Dari harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan Kementerian Kesehatan sebesar Rp75 ribu per kotak obat Ivermectin, menjadi Rp475 ribu.

"Masa dalam keadaan susah ini orang masih saja cari untung. Saya ancam betul mereka dan kita gerebek toko atau pabrik supaya bisa ditangkap," tandas Luhut.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya (PMJ) mengungkap praktik nakal oleh seorang pedagang di Pasar Pramuka, Jakarta, berinisial R yang menjual obat Ivermectin lebih tinggi dari HET.

"Ada panic buying yang dilakukan masyarakat. Jadi, banyak yang langsung pesan, kemudian ada yang coba bermain nakal. Harga ini ditemukan Rp475 ribu per satu kotak," ujar Kepala Bidang Humas PMJ Yusri Yunus, Selasa (6/7). (OL-7)

Baca Juga

Antara

33.041 Warga Manado Sembuh dari Covid-19

👤Ant 🕔Sabtu 23 Oktober 2021, 23:59 WIB
Steaven Dandel berharap warga terus menerapkan protokol kesehatan ketat sehingga bisa menekan angka...
Antara

Pesan Indonesia untuk Dunia Dituaikan dalam Batik Biota Laut di Dubai Expo

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 23 Oktober 2021, 22:59 WIB
Batik dipilih sebagai objek pameran karena merupakan warisan budaya Indonesia yang telah diakui...
Ist

Dari Hasil Penelitian, Ada Perbedaan Nilai Perorangan dan Budaya Bangsa

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 23 Oktober 2021, 20:18 WIB
Rektor Universitas Pancasila Prof. Dr. Edie Toet Hendratno mengtaakan hal ini mengindikasikan adanya ketidakselarasan antara...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Krisis Energi Eropa akan Memburuk

Jika situasinya tidak membaik dalam beberapa bulan ke depan, ada potensi krisis ekonomi yang menghancurkan

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya