Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa AD) tetap menjalankan pembelajaran tatap muka (PTM) di tengah amukan pandemi covid-19. Proses pembelajaran secara langsung itu masih menjadi pilihan utama untuk menjamin mutu dan kualitas pendidikan bagi para perwira TNI AD.
"Pendidikan di Secapa AD sebagai salah satu pilar pembentukan SDM perwira TNI AD, harus tetap dapat berjalan di tengah pandemi covid saat ini dengan tetap menjaga kesehatan calon perwira," ungkap Komandan Secapa AD, Mayjen TNI Ferry Zein dalam kegiatan Fellowship Journalisme yang digelar GWPP, Senin (5/7).
Baca juga: Jaga Transparansi, BPKH Jamin Pengelolaan Dana Haji Aman
Mayjen Ferry mengungkapkan bahwa pelaksanaan pendidikan bagi para perwira itu bukan tanpa kendala. Sejak awal pandemi merebak di Maret 2020, semua sektor pendidikan di Tanah Air terdampak parah. Sekolah ditutup dan terpaksa menjalankan pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara virtual.
Di Secapa AD, dampak pandemi benar-benar terasa ketika 1.268 orang yang berada di lembaga itu terkonfirmasi positif Covid-19 pada 2020 sekaligus menkadi klaster terbesar waktu itu. Sebanyak 983 siswa Capa dan tenaga organik 285 orang harus menjalani isolasi.
Namun, masa-masa sulit itu mampu dilewati dengan baik. Sempat menjalankan pembelajaran virtual selama 14 hari, lembaga itu pun kembali menggelar PTM dan saat ini tercatat nol kasus.
"Menyimpelkan materi, kurikulum berjalan full hanya pola atau metodenya yang berubah. Kami tetap melakukan proses belajar mengajar yang ideal sesuai kurikulum," kata dia.
"Keberhasilan Secapa dalam menghentikan (Covid-19) menunjukankan upaya dan program dipersiapkan, dijalankan dan dievaluasi menjadi solusi penyebaran covid," lanjut Mayjen Ferry.
Dia membeberkan bahwa kunci di balik upaya menangani pandemi dan tetap menjalankan tatap muka adalah disiplin terhadap protokol kesehatan. Tentu hal itu tidak terlepas dari persiapan seperti fasilitas atau sarana, prosedur tetap hingga pengawasan yang ketat dan terstruktur serta evaluasi terus-menerus di lembaga pendidikan perwira TNI AD tersebut.
Menurutnya, kisah sukses lembaga pendidikan Secapa AD dapat menjadi role model atau best practise bagi lembaga pendidikan sipil dalam lembelajaran di masa pandemi. Namun, hal itu tentu tidak mudah untuk diterapkan.
Diakuinya pendidikan militer dan sipil memang berbeda. Lantas tidak bisa secara serta merta membandingkan dan menjalankan pendidikan sipil seperti di Secapa AD.
Baca juga: Naik Kereta dari 10 Stasiun ini Dapat Vaksinasi Covid-19 Gratis
Risiko terpapar covid-19 di sekolah umum lebih besar, apalagi saat ini masih sulit membangun kesadaran bersama. Sementara sekolah militer mempunyai jaringan terstruktur yang menjamin implementasi dari kebijakan yang ditentukan.
"Melihat kondisi saat ini, masa-masa covid saya menyarankan untuk tidak dulu PTM. Situasi memang sangat sulit, PPKM Darurat dilakukan pemerintah, ini lampu merah," ujarnya.
Mayjen Ferry menyarankan bahwa PTM bisa dimulai dengan persiapan sarana dan pelatihan terhadap siswa dan guru. Semuanya harus satu visi untuk menyukseskan pendidikan di tengah pandemi.
Selain itu, disiplin prokes tetap menjadi kewajiban bagi semua pihak yang terlibat dalam pendidikan. Guru, siswa dan orang tua harus sadar dan disiplin menerapkan protokol yang ditentukan pemerintah. Di samping itu, pengawasan pun harus terus diperketat.
"Semua tahu bahwa tingkat kesadaran pribadi masyarakat Indonesia masih rendah. Maka perlu adanya pengawasan dan bisa melibatkan Pemda, TNI juga Polri," tutupnya. (H-3)
Thomas Djiwandono mengusulkan agar pemerintah dan bank sentral meninggalkan skema burden sharing yang diterapkan pada masa pandemi covid-19.
Melihat ancaman besar terhadap keberlanjutan layanan kesehatan dasar, dr. Harmeni mendirikan Symptomedic, platform telemedisin dan layanan pengantaran obat.
ANCAMAN kesehatan global kembali muncul dari Tiongkok. Setelah virus corona yang menyebabkan pandemi covid-19, kali ini virus baru influenza D (IDV) ditemukan.
Sengketa gaji Cristiano Ronaldo dengan Juventus terkait penundaan pembayaran saat pandemi covid-19 masih berlanjut. Putusan arbitrase dijadwalkan 12 Januari 2026.
Teknologi vaksin mRNA, yang pernah menyelamatkan dunia dari pandemi covid-19, kini menghadapi ancaman.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Saat ini terdapat perbedaan rekomendasi antara pemerintah pusat dan pemerintah provinsi terkait pola kerja fleksibel.
KETUA PP Muhammadiyah sekaligus pengamat pendidikan dan sosial, Anwar Abbas, mengatakan bahwa proses belajar-mengajar memang sebaiknya dilaksanakan secara tatap muka.
SEKRETARIS Jenderal Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Dudung Abdul Qodir mengapresiasi keputusan pemerintah untuk tetap menerapkan pembelajaran tatap muka.
KEPUTUSAN pemerintah membatalkan rencana pembelajaran jarak jauh (PJJ) pada April 2026 dinilai sebagai langkah tepat di tengah kekhawatiran penurunan kualitas pendidikan.
KETUA Bidang Advokasi Guru P2G, Iman Zanatul Haeri mengatakan bahwa keputusan pemerintah tetap memberlakukan sekolah tatap muka sudah tepat. Namun, kegiatannya harus berkualitas.
PENGAMAT dan praktisi pendidikan Indra Charismiadji menilai wacana pembelajaran jarak jauh atau PJJ maupun work from home atau WFH tak berkaitan dengan kualitas pendidikan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved