Kamis 01 Juli 2021, 19:38 WIB

Ini Sektor yang Masih Dibuka Selama PPKM Darurat

Insi Nantika Jelita | Humaniora
Ini Sektor yang Masih Dibuka Selama PPKM Darurat

MI/Andri Widiyanto
Ilustrasi pengunjung saat berbelanja di supermarket wilayah Jakarta.

 

PEMERINTAH masih mengizinkan pembukaan sejumlah sektor usaha di tengah PPKM darurat pada 3-20 Juli mendatang. Aktivitas yang diperbolehkan beroperasi dengan pembatasan dan protokol kesehatan ketat, termasuk dalam golongan esensial pemenuhan kebutuhan hidup.

Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan sektor usaha yang masih diizinkan beroperasi, dengan jumlah kapasitas karyawan bekerja di kantor (WFO) sekitar 50-100%.

"Pelaksanaan kegiatan pada sektor esensial, seperti keuangan, perbankan, pasar modal, sistem pembayaran teknologi dan seterusnya, diberlakukan 50% maksimal staf WFO dengan prokes ketat," ujar Luhut dalam konferensi pers virtual, Kamis (1/7).

Baca juga: Ada PPKM Darurat, Pemerintah Siap Gulirkan Bansos

Lalu, sektor usaha di bidang energi, kesehatan, keamanan, logistik transportasi, industri makan minuman, penunjang petrokimia dan semen diizinkan beroperasi dengan 100% staf WFO dan prokes ketat. Hal serupa juga berlaku bagi objek vital nasional, penanganan bencana, Proyek Strategis Nasional (PSN), konstruksi, utilitas dasar listrik air, konstruksi dan industri pemenuhan bahan pokok.

Adapun supermarket, toko kelontong, pasar tradisional dan swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari, lanjut Luhut, dibatasi beroperasi hingga pukul 20.00 waktu setempat, dengan kapasitas pengunjung 50%. "Toko obat dan apotek buka 24 jam. Sementara, kegiatan di pusat perbelanjaan dan pusat perdagangan ditutup sementara," pungkas Luhut.

Baca juga: Vaksinasi Tahap 3 Sasar Masyarakat Rentan dan Anak 12-17 Tahun

Untuk tempat makan, seperti warung makan, kafe, restoran, bahkan pedagang kaki lima (PKL), hanya diizinkan beroperasi dengan delivery atau take away. Luhut menambahkan bahwa untuk kegiatan pesta masih diperbolehkan dengan pembatasan peserta.

"Resepsi pernikahan dihadiri maksimal 30 orang, dengan penerapan prokes lebih ketat. Tidak menerapkan makan di resepsi," imbuhnya.

Terkait mobilitas selama PPKM darurat, pelaku perjalanan dengan moda transportasi jarak jauh, seperti pesawat, bus dan kereta api, harus menunjukkan kartu vaksin (minimal vaksin dosis pertama) dan bukti PCR H-2 untuk pesawat. Berikut, tes Antigen H-1 untuk moda transportasi jarak jauh lainnya.(OL-11)

 

Baca Juga

Antara

Kemkes Percepat Vaksinasi Booster di Jabodetabek Antisipasi Lonjakan Omikron

👤Ant 🕔Minggu 16 Januari 2022, 23:54 WIB
Menkes menuturkan sebagian besar atau lebih dari 90 persen transmisi lokal varian omikron akan terjadi di...
Antara

174 Bencana Melanda Indonesia Sepanjang 2022

👤Theofilus Ifan Sucipto 🕔Minggu 16 Januari 2022, 23:10 WIB
Bencana terbanyak, yakni banjir dengan 90 kejadian, cuaca ekstrem dengan 55...
MI/ Lina Herlina

119,7 Juta Orang Telah Divaksinasi Lengkap

👤Theofilus Ifan Sucipto 🕔Minggu 16 Januari 2022, 23:05 WIB
Indonesia menargetkan 208,2 juta penduduk menerima vaksin...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya