Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca untuk wilayah ibu kota akan diguyur hujan hari ini. Warga Jakarta diminta waspada dengan perubahan cuaca yang terjadi.
"Waspada potensi hujan disertai kilat/petir dan angin kencang di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur pada siang dan malam hari," tulis peringatan dini BMKG di laman resminya, Jumat (25/6).
Untuk prakiraan cuaca siang hari nanti, hujan ringan di Jakarta Barat dan Jakarta Pusat, hujan sedang di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur, berawan di Jakarta Utara serta cerah berawan di Kepulauan Seribu.
Kemudian pada malam hari, hujan ringan di Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Utara serta hujan sedang di Kepulauan Seribu dan berawan di Jakarta Utara.
Lalu pada dini hari, hujan ringan di Jakarta Barat, Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu serta berawan di Jakarta Pusat, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.
Sedangkan untuk suhu udara hari ini di Jakarta antara 24-32 derajat celcius dengan kelembapan udara mencapai 70%-95%. (Hld/OL-09)
BMKG menyebut, kombinasi dinamika atmosfer tersebut meningkatkan potensi hujan sedang hingga lebat, bahkan hujan lebat hingga sangat lebat di beberapa wilayah Indonesia.
Memasuki siang hari, sebagian besar Jakarta mulai turun hujan kecuali Jakarta Barat yang akan berawan dan Kepulauan Seribu yang akan turun hujan disertai petir.
Untuk wilayah DKI Jakarta, hujan diproyeksikan masih akan terjadi selama satu pekan ke depan.
BMKG memprediksi kondisi cuaca cerah berawan akan terjadi di Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Kabupaten Kepulauan Seribu.
Memasuki siang hari, sebagian besar wilayah Jakarta akan berawan kecuali Jakarta Selatan dan Jakarta Timur akan turun hujan ringan.
BMKG kembali mengeluarkan peringatan bagi masyarakat Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada. Pastikan untuk memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali ke dalam rumah.
Secara geografis wilayah Pacitan berhadapan langsung dengan megathrust Jawa. Gempa ini menjadi pengingat pentingnya mitigasi struktural bagi masyarakat di pesisir selatan.
Menurut BPBD, korban meninggal dunia merupakan warga Pacitan yang tertimpa reruntuhan dinding saat gempa terjadi.
Ada dua fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan, yaitu Sekolah Dasar (SD) Jetis dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) 1 Jetis, dengan kerusakan cukup berat.
Data BMKG selama 16 tahun terakhir (2010–2025) juga memperlihatkan tren peningkatan kejadian banjir dan tanah longsor yang sejalan dengan kenaikan suhu dan perubahan iklim.
Selain pengaruh siklon tropis, kondisi cuaca ekstrem juga dipicu oleh menguatnya Monsun Asia serta aktifnya Gelombang Ekuatorial Rossby dan Kelvin.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved