Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
IKATAN Alumni (ILUNI) Universitas Indonesia (UI) bersama Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) tengah mempersiapkan sentra vaksin covid-19. Hal itu sebagai upaya untuk membantu pemerintah dalam percepatan vaksinasi.
"Kita persiapkan sentra vaksin yang aman, nyaman, cepat, dan tepat sasaran," ujar Koordinator Program Vaksinasi ILUNI UI Endang Mariani, di Gedung RSCM Kencana, Jakarta, Minggu (20/6).
ILUNI UI, kata Endang telah beberapa kali menggelar vaskinasi massal. Baik itu di Rumah Sakit UI (RSUI) dan di RSCM. Saat ini, pelaksanaan vaksin dengan sistem drive thru baru dapat digelar di RSUI. Ke depan, dalam sentra vaksinasi yang tengah dirancang akan menyuguhkan fasilitas drive thru.
Kendati demikian, Endang belum dapat membeberkan lebih jauh lokasi dan waktu pembukaan sentra vaksinasi. Pihaknya tengah fokus mempersiapkan sejumlah hal pendukung pelaksanaan sentra vaksinasi.
"Kita masih dalam persiapan butuh macam-macam, jaringan dan lain-lain. Kalau tenaga kesehatan sudah siap, tenaga relawan administrasi sudah siap dan sebagainya telah siap," terangnya.
Lebih lanjut, katanya, berharap semakin banyak masyarakat yang bisa memperoleh vaskinasi. Sebab, setiap saat masyarakat memiliki potensi terpapar covid-19.
"Ada yang bilang nunggu sinovac, mau nunggu astrazeneca, atau nunggu pfizer. kita tidak tau kapan terinfeksi (covid-19). Lebih cepat lebih baik," terangnya.
Baca juga : Pakar: Perbanyak Testing untuk Melihat Realitas di Lapangan
Sementara itu, ILUNI UI telah melakukan vaksinasi untuk masyarakat usia 18 tahun ke atas sebanyak 500 orang dan sebanyak 500 orang kelompok lanjut usia (lansia). Selain itu, ILUNI UI dan RSUI masih terus melakukan vaksinasi terhadap kelompok penerima vaksin.
Ketua Umum ILUNI UI Andre Rahadian menyebutkan, kegiatan layanan vaksinasi ini merupakan kali ketiga diselenggarakan di RSCM dan merupakan bentuk partisipasi ILUNI UI dalam penanganan covid-19.
Atas upaya tersebut, ILUNI UI menjadi satu-satunya Ikatan Alumni Perguruan Tinggi yang mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari Kementerian Kesehatan RI (4/6).
“Program vaksinasi ini bertujuan mendukung pemerintah dalam percepatan realisasi program vaksinasi. Kami juga mencoba mengakomodir permintaan alumni dan mahasiswa UI untuk mendapatkan vaksinasi. Kita selalu terdepan dalam mendukung kegiatan vaksinasi untuk alumni, mahasiswa dan masyarakat,” ujar Andre, Minggu (20/6).
Andre mengatakan, program layanan vaksinasi ILUNI UI merupakan Sinergi Temu antara berbagai pemangku kepentingan. Tak hanya menggandeng RSCM dan Danone sebagai mitra, ILUNI UI juga mengajak relawan yang terdiri dari ILUNI FIK UI, ILUNI FKM UI, Alumni Resimen Mahasiswa (Menwa) UI, dan juga mahasiswa UI Rumpun Ilmu Kesehatan.
”Semoga Sinergi Temu yang tercipta akan memperbesar manfaat yang diterima, tak hanya oleh alumni dan mahasiswa UI, tapi juga masyarakat luas,” ucapnya. (OL-2)
Kerja sama ini merupakan langkah penting bagi UI untuk memperkuat perannya sebagai kampus unggul dan berdampak luas. “
Ke depan, UI berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan yang semakin baik, andal, dan responsif melalui evaluasi serta penyempurnaan berkelanjutan.
Tim Labmino merupakan delegasi dari Indonesia yang untuk pertama kali berhasil menembus jajaran Global Ambassador SFT.
Tim UI menggunakan teknologi *Remotely Operated Vehicle* (ROV) atau drone bawah air untuk memetakan kondisi visual terumbu karang.
Sejak diaktifkan kembali pada 25 Februari 2012, IKA Notariat UI terus bertransformasi menjadi wadah komunikasi dan kontribusi bagi almamater serta masyarakat.
Saat ini setiap tahunnya hanya sekitar 1 juta dari 9 juta lebih siswa SMA yang lulus berhasil masuk ke perguruan tinggi negeri (PTN).
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah kasus campak (measles) pada awal tahun 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved