Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Mahasiswa UI Penerima Beasiswa Dana Abadi Optimistis Bangun Indonesia

Syarief Oebaidillah
25/1/2026 13:31
Mahasiswa UI Penerima Beasiswa Dana Abadi Optimistis Bangun Indonesia
Ilustrasi(Dok Istimewa)

 

SUASANA khidmat sekaligus penuh kegembiraan menyelimuti Balai Sidang Kampus Universitas Indonesia (UI) Depok pada Selasa (20/1). Momen ini menjadi tonggak penting bagi sejumlah mahasiswa "Jaket Kuning" dalam perjalanan mereka meraih cita-cita melalui dukungan pendidikan yang nyata.

Dalam kesempatan tersebut, UI menyerahkan beasiswa senilai  1,4 miliar rupiah bagi 159 mahasiswa. Dana ini bersumber dari pengelolaan Dana Abadi yang didukung oleh Dato' Low Tuck Kwong dan Purnomo Yusgiantoro Center (PYC). Beasiswa yang berasal dari imbal hasil investasi dana abadi pokok tersebut mencakup empat kategori:

  1. Beasiswa Kepemimpinan.

  2. Beasiswa Prestasi dan Penalaran.

  3. Beasiswa Finansial (biaya hidup).

  4. Bantuan Tunggakan UKT.

Harapan dari Garis Depan Penelitian

Fadhali Winansyah Prawira Putra, mahasiswa S1 Farmasi UI tingkat akhir, tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya. "Saya sangat terkejut. Beasiswa ini hadir di momen krusial saat saya tengah berjuang menyelesaikan skripsi dan penelitian," ungkapnya kepada Media Indonesia, Sabtu (24/1).

Mantan Koordinator Sosial Politik BEM Farmasi UI ini berharap dukungan finansial tersebut membuatnya lebih fokus menuntaskan riset tepat waktu. Alumnus SMA Negeri 58 Jakarta ini bercita-cita menjadi apoteker yang adaptif terhadap teknologi.

"Saya ingin menjembatani ilmu farmasi dengan teknologi terbaru untuk efisiensi pengobatan di Indonesia, serta berkontribusi pada kemandirian farmasi nasional melalui riset obat yang terjangkau bagi masyarakat," cetus Fadhali.

Komitmen Menjaga Reputasi Almamater

Nada optimisme serupa datang dari Naila Syahada Artanti, mahasiswa tahun pertama Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UI. Baginya, beasiswa ini adalah amanah untuk menjaga integritas akademik.

"Sumbangsih saya dimulai dengan menjadi mahasiswa yang bertanggung jawab, jujur, dan berpikiran kritis. Saya ingin menjaga reputasi UI sebagai institusi yang dipercaya," tutur Naila yang sebelumnya aktif sebagai relawan anak jalanan saat bersekolah di SMA Negeri 25 Jakarta.

Mengagumi sosok Sri Mulyani, Naila bertekad menjadi ekonom yang fokus pada keuangan publik. Ia percaya bahwa negara yang kuat dibentuk oleh individu-individu yang bekerja dengan hati nurani dan transparansi. "Saya ingin berkontribusi dalam pengelolaan keuangan yang bertanggung jawab dan berorientasi pada kepentingan publik," tegasnya.

Sinergi Demi Masa Depan Bangsa

Rektor UI Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah menegaskan bahwa pengelolaan dana abadi yang kompeten adalah kunci untuk mendukung studi mahasiswa secara berkelanjutan. "Kami harap ini memantik semangat mahasiswa untuk terus menggelorakan asa meraih pendidikan setinggi-tingginya," ujar Prof. Heri.

Sekretaris Purnomo Yusgiantoro Center (PYC), Amelia Yusgiantoro, menambahkan bahwa kolaborasi ini adalah bentuk nyata komitmen pihaknya bersama Dato’ Low Tuck Kwong dalam mencetak SDM unggul. "Kami ingin memastikan 'lentera' pendidikan mahasiswa tidak padam karena kendala ekonomi. Diharapkan lahir generasi yang berintegritas dan berjiwa pemimpin untuk Indonesia maju," pungkas Amelia.

Sinergi antara UI, PYC, dan Dato’ Low Tuck Kwong ini mempertegas komitmen universitas dalam memperluas akses pendidikan tinggi yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. (H-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya