Minggu 20 Juni 2021, 11:31 WIB

BMKG: Gelombang Tinggi Masih Mengancam Perairan Indonesia

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
BMKG: Gelombang Tinggi Masih Mengancam Perairan Indonesia

ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas
Ilustrasi warga berada di pinggir pantai Desa Pasi Suak Ujong Kalak, Kecamatan Johan Pahlwan, Aceh Barat, Aceh.

 

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpeluang terjadi di beberapa wilayah perairan Indonesia pada 20 - 21 Juni 2021.

Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari Tenggara - Barat Daya dengan kecepatan angin berkisar 5 - 20 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari Timur - Tenggara dengan kecepatan angin berkisar 5 - 25 knot.

"Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan Kepulauan Sermata - Kepulauan Tanimbar, Laut Banda dan Laut Arafuru," kata Herizal dalam keterangannya Minggu (20/6).

Kondisi tersebut mengakibatkan peningkatan gelombang setinggi 1,25 - 2,50 meter yang berpeluang terjadi di beberapa perairan seperti *Selat Malaka bagian utara, perairan utara Sabang, perairan barat Aceh, perairan timur P. Simeulue - Kep. Mentawai, Laut Natuna utara, perairan Kep. Natuna, Selat Makassar bagian selatan

Perairan Kepulauan Selayar, Selat Sumba bagian barat, Selat Sape bagian selatan, Laut Sawu, Laut Flores, perairan Wakatobi, perairan Manui - Kendari, perairan P. Buru - P. Ambon - P. Seram, perairan Fakfak - Kaimana, perairan Amamapere - Agats, perairan Yos Sudarso.

Kemudian, gelombang yang lebih tinggi kisaran 2,50 - 4,0 meter berpeluang terjadi di perairan Indonesia lainnya adalah perairan barat P. Simeulue - Kep. Mentawai, perairan Bengkulu - barat Lampung, Samudra Hindia barat Sumatra, Selat Sunda bagian barat dan selatan, perairan selatan Banten - P. Sumba, Selat Bali - Lombok - Alas bagian selatan, perairan P. Sawu - Kupang P. Rote, Samudra Hindia selatan Banten - NTT, Laut Banda, perairan Kep. Sermata - Kep. Tanimbar, perairan selatan Kep. Kai - Kep. Aru, Laut Arafuru.

Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Untuk itu, BMKG selalu mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti perahu nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m)

Kapal tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m), kapal ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m), dan kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m).

"Mohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," pungkasnya. (Fer/OL-09)

Baca Juga

ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Pengendalian Covid-19 Perlu Optimalkan Penerapan One Health Concept

👤Faustinus Nua 🕔Jumat 06 Agustus 2021, 07:18 WIB
Konsep one health yang dimaksudnya adalah mengintegrasikan aspek kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan lingkungan hidup dalam satu...
MI/Denny Susanto

Mereka yang Dikalahkan Pandemi

👤Denny Susanto 🕔Jumat 06 Agustus 2021, 05:50 WIB
SORE itu hujan belum reda. Di dalam rumah sederhana, di salah satu gang di Kelurahan Kuin, Kota Banjarmasin, Kalimantan...
Antara

WWF Ajak #SeruDiRumah untuk Bantu Turunkan Kurva Positif Covid-19

👤Retno Hemawati 🕔Jumat 06 Agustus 2021, 00:30 WIB
Bantu Turunkan Kurva Positif COVID-19, Campaign.com bersama WWF-Indonesia dan Travelio Ajak Publik...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Olimpiade Jadi Tujuan Utama Pembinaan Atlet

INDONESIA berhasil mendapatkan lima medali di Olimpiade 2020 yang digelar di Tokyo, Jepang.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya