Sabtu 19 Juni 2021, 13:30 WIB

Penyelenggaraan Piala Eropa Jadi Contoh Konkret 'Herd Immunity'

Putri Anisa Yuliani | Humaniora
Penyelenggaraan Piala Eropa Jadi Contoh Konkret

AFP/JUSTIN TALLIS
Penonton pertandingan Piala Eropa 2020 antara Timnas Scotland vs Inggris di Stadion Wembley London, Jumat (18/6) boleh tidak bermasker.

 

JURU Bicara Vaksinasi Covid-19 Siti Nadia Tarmizi menyebut penyelenggaraan Piala Eropa atau Euro 2020 yang dilaksanakan tahun ini menjadi contoh konkret bentuk kekebalan komunitas atau herd immunity.

Seperti diketahui, salah satu tuan rumah yakni Hungaria telah mengizinkan penyelenggaraan pertandingan ditonton oleh penonton secara penuh dan terbuka baik bagi warga Hungaria maupun warga negara asing.

Tuan rumah mensyaratkan hanya orang yang sudah divaksin yang boleh menonton pertandingan. Sementara untuk warga non Hungaria harus menyertakan pula bukti negatif corona dari hasil tes PCR terbaru.

"Banyak warga yang masih belum mengerti kekebalan komunitas bentuknya seperti apa. Kalau kita tahukan sekarang ini masyarakat sudah melihat penyelenggaraan Piala Eropa. Kita lihat tuh penontonnya sudah tidak pada maskeran, tidak terlalu jaga jarak. Tapi yang nonton harus divaksin," kata Nadia dalam diskusi virtual Populi Center, Sabtu (19/6).

Dengan cakupan vaksinasi yang sudah mencapai 90% atau minimal 70% menurut penelitian telah mampu menekan penyebaran virus. "Bukan melepas prokes tapi dia menekan laju penularan virus. Kekebalan kelompok itu seperti itu," ujarnya.

Menurut dia, jika cakupan vaksinasi sudah besar, virus memang masih bisa menempel di tubuh seseorang namun kekebalan tubuh orang tersebut dan orang-orang di sekitarnya mampu mengalahkan virus tersebut sehingga perlahan-lahan keberadaan virus akan sangat minim. Selain itu, efek positif dari vaksinasi yakni ketika seseorang terpapar virus, orang tersebut memiliki risiko yang sangat kecil untuk mengalami perburukan gejala.

Sementara itu, saat ini cakupan vaksinasi di Indonesia masih sangat rendah yakni 7% dari total target 181,5 juta warga yang divaksin. Oleh karena itu, kekebalan komunitas di Indonesia pun belum terbentu sehingga warga harus terus menerapkan protokol kesehatan. Warga di Indonesia yang sudah divaksin pun masih bisa memungkinkan terpapar dan memiliki gejala ringan hingga sedang karena kekebalan komunitas yang belum terbentuk tersebut.

"Diibaratkan seperti perang, ketika kita hanya punya 1 prajurit yang sudah divaksin tapi dia diserang bertubi-tubi oleh virus dari ribuan prajurit yang ada di sekelilingnya, dia kan akan kalah juga. Karena itu vaksinasi sangat penting untuk turut menangani pandemi," ujarnya. (OL-13)

Baca Juga: Kasus Positif Covid-19 di Kudus Mulai Mereda

Baca Juga

MI/Dok Save the Children

Save The Children Indonesia Serahkan Petisi Kawal Dana BOS ke Kemendikbud-Ristek

👤Basuki Eka Purnama 🕔Minggu 01 Agustus 2021, 07:00 WIB
Pada sektor pendidikan, pandemi covid-19 menyebabkan 91% keluarga dengan status minoritas tidak yakin anaknya dapat kembali...
MI/Agus Mulyawan

Mahfud MD : Peran Tokoh Agama Penting dalam Percepatan Vaksinasi

👤Mediaindoensia.com 🕔Minggu 01 Agustus 2021, 02:30 WIB
"Kita perlu dukungan dan perantara alim ulama, pengasuh pondok pesantren, pimpinan agama untuk mendukung peningkatan implementasi...
Dok. Pribadi

Tinjau Sentra Vaksinasi PL, Menkes Apresiasi Peran Serta Masyarakat di Program Vaksin

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Minggu 01 Agustus 2021, 02:15 WIB
Sentra Vaksinasi PL merupakan inisiatif Ikatan Alumni SMA Pangudi Luhur Jakarta bekerjasama dengan RS Gandaria & Komunitas Dokter PL...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Pemerintah Afghanistan Hadapi Krisis Eksistensial

 Laporan SIGAR menggarisbawahi kekhawatiran pasukan Afghanistan tidak siap untuk melakukan pertahanan yang berarti

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya