Rabu 19 Mei 2021, 09:15 WIB

Kemenkes : Vaksin Gelombang Ketiga untuk Kelompok Rentan

Putri Anisa Yuliani | Humaniora
 Kemenkes : Vaksin Gelombang Ketiga untuk Kelompok Rentan

Antara
Ilustrasi

 

PEMERINTAH akan memulai vaksinasi covid-19 gelombang ketiga. Sebelumnya, vaksinasi covid-19 gelombang pertama untuk tenaga kesehatan serta gelombang kedua bagi lansia, guru, dan pekerja publik juga telah dilaksanakan sejak Januari 2021 lalu.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan, vaksinasi gelombang ketiga ini akan menyasar kelompok masyarakat secara umum. Namun, tetap ada prioritas yang ditetapkan oleh pemerintah pusat karena hingga saat ini produksi vaksin covid-19 secara global masih terbatas.

Ia pun menyebutkan vaksin dari merek apapun yang digunakan pemerintah untuk masyarakat dipastikan aman. Terlebih, memang belum ada produsen yang dapat memproduksi dalam jumlah besar. Seluruh produsen tengah berjibaku memenuhi permintaan vaksin secara global secara bertahap.

"Kita ada 186 juta sasaran vaksin untuk membentuk herd immunity sehingga dibutuhkan 362 juta dosis. Tidak mungkin 362 juta dosis itu dapat datang secara bersamaan," kata Siti Nadia dalam diskusi virtual, Selasa (18/5).

Untuk prioritas yang ditetapkan mendapatkan vaksin gelombang ketiga ini adalah warga dengan ekonomi menengah ke bawah dan kelompok rentan. Kelompok-kelompok yang termasuk rentan adalah kelompok disabilitas dan gangguan jiwa.

"Mereka adalah kelompok yang rentan terpapar covid-19 sehingga masuk ke dalam prioritas," terangnya. (H-2)

Baca Juga

Dok. Indoffod

Ketahanan Pangan Jadi Tema Beasiswa Riset IRN 2021

👤Citra Larasati 🕔Rabu 23 Juni 2021, 02:00 WIB
Program IRN adalah pemberian dana bantuan riset kepada mahasiswa S1)yang tengah melakukan penelitian sebagai syarat untuk...
MI/Syarief Oebaidillah

Program Kampus Merdeka Jadi Penilaian Kegigihan Mahasiswa

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 23 Juni 2021, 01:00 WIB
Berbagai program tersebut, di antaranya magang bersertifikat, pertukaran mahasiswa, Kampus Mengajar, dan magang dengan...
naturalpluspharma.com

Obat Herbal Asal Tiongkok Dinilai belum Beradaptasi

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 22 Juni 2021, 23:41 WIB
Ketimbang menggunakan obat herbal tersebut, lebih baik para peneliti maupun pengembang obat tradisional di Indonesia mencari dan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kereta Api Makassar-Parepare Membangun Ekonomi dan Peradaban

Belanda pernah membuat jalur kereta api Makassar-Takalar, namun sejak Jepang berkuasa jalur itu dibongkar. Dan baru era sekarang, Sulawesi Selatan kembali memiliki jalur  kereta api

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya