Senin 17 Mei 2021, 11:10 WIB

Vaksin Gotong-Royong Dimulai Besok di Jabodetabek

Atalya Puspa | Humaniora
Vaksin Gotong-Royong Dimulai Besok di Jabodetabek

dok.medcom
Ilustrasi Vaksin Covid-19

 

WAKIL Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Shinta Widjaja Kamdani mengungkapkan bahwa program vaksinasi gotong-royong akan dimulai pada Selasa (18/5). Adapun, pada tahap awal program vaksinasi tersebut akan dilakukan di wilayah Jabodetabek.

"Sesuai arahan pemerintah, vaksinasi gotong-royong diprioritaskan untuk industri manufaktur Jabodetabek," kata Shinta saat dihubungi, Senin (17/5).

Ia menyatakan, vaksinasi tersebut akan dilaksanakan di 20 titik di wilayah Jabodetabek. Adapun, hingga saat ini terdapat sebanyak 22.500 perusahaan yang telah mendaftar untuk ikut serta dalam program vaksin gotong-royong.

“Karena jumlah yang datang ini juga bertahap dan awalnya terbatas, kita tidak mungkin bisa sekaligus semua. Jadi, memang perusahaan yang mendaftar ini juga harus bersabar, ya, untuk mendapatkan gilirannya nanti,” ucap Shinta.

Untuk diketahui, program vaksin gotong-royong ditujukan untuk pekerja-pekerja di Indonesia. Adapun, harga vaksin gotong-royong dipatok sebesar Rp879.140 untuk dua kali penyuntikan vaksin. Biaya tersebut akan ditanggung oleh pihak pengusaha.

Saat ini sendiri, vaksin gotong-royog akan dilakukan menggunakan vaksin merk Sinopharm yang telah datang ke Indonesia sebanyak 1 juta dosis.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menerbitkan Emergency Use Authorization (EUA) untuk penggunaan vaksin merk Sinopharm. Kepala BPOM Penny Lukito mengungkapkan bahwa BPOM bersama sejumlah pihak terkait telah melakukan evaluasi keamanan, khasiat dan mutu terhadap vaksin tersebut.

"Hasil evaluasi terhadap data-data yang kami terima mutu, prpoduksi atau data studi preklinik dan klinik pemberian vaksin sinopharm 2 dosis dengan selang pemberian 21 sampai 28 hari menunjukan profil keamanan yang dapat ditoleransi dengan baik dan efikasi serta respon untk meningkatkan imun yang baik," kata Penny.

Penny menjabarkan, Sinopharm telah melakukan uji klinik fase 3 di Uni Emirat Arab dan sejumlah negara lainnya yang melibatkan sebanyak 42 ribu orang. Adapun, dari situ didapatkan hasil bahwa vaksin Sinovarm memiliki efikasi sebesar 78%.

Selain itu, data-data menunjukan bahwa efek samping lokal yang sering dilaporkan saat uji klinis adalah nyeri otot, bengkak, kemerahan, sakit kepala, batuk, dan efek ringan lainnya.

"Tapi efek samping yang dilaporkan sangat kecil, yakni 0,01%. Sangat jarang. Sehingga dari aspek keamanan dapat dikatakan aman," ucapnya. (OL-13)

Baca Juga: Ini Harga Pembelian dan Pelayanan Vaksin Gotong-Royong

Baca Juga

MI/Zen

Pemilihan Angle Jadi Kunci Menarik Perhatian Media

👤Tri Antoro, infopublik.id 🕔Kamis 20 Januari 2022, 22:05 WIB
Angle berita jadi jadi kunci ketertarikan media...
Antara

6.086 Anak di Bangka Tengah Sudah Divaksin

👤Ant 🕔Kamis 20 Januari 2022, 21:40 WIB
Program vaksinasi di Bangka Tengah sudah mencapai 78,44 persen dari total 153.277 warga...
ANTARA

Otto Hasibuan: Peradi Junjung Tinggi Kerukunan Beragama

👤Widhoroso 🕔Kamis 20 Januari 2022, 21:36 WIB
PERHIMPUNAN Advokat Indonesia (Peradi) telah membuktikan mampu menjaga kerukunan beragama dan tali persaudaraan di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya