Jumat 07 Mei 2021, 19:49 WIB

Ruang XY ke-11: Suara Perempuan dan Pemuda Penambang Skala Kecil

Humaniora | Humaniora
Ruang XY ke-11: Suara Perempuan dan Pemuda Penambang Skala Kecil

Dok EGPS
Diskusi Ruang XY ke-11 bertema Tantangan dan Peluang Bagi Perempuan dan Anak Muda di Komunitas Penambang Skala Kecil Saat Pandemi.

 

Komunitas penambang skala kecil tersebar luas di Indonesia meskipun jumlahnya tidak pernah terdokumentasi dengan baik. Pekerjaan sebagai penambang, baik formal maupun informal, diminati karena dirasa memberikan hasil yang (terkadang) besar dan cepat meskipun ada risiko kesehatan dan keselamatan yang sangat tinggi seperti kontaminasi zat berbahaya dan kecelakaan kerja akibat penggunaan perlengkapan keselamatan yang sangat minim.

"Perempuan dan anak muda adalah bagian dari komunitas penambang skala kecil. Mereka menjalankan berbagai macam peran untuk berkontribusi pada ekonomi rumah tangga," kata Direktur Eksekutif Women in Mining and Energy (WiME) Maya Muchlis dalam keterangan resmi, Jumat (7/5).

Menurut Maya, mereka ada yang menjadi penambang aktif, ada pula yang berwirausaha untuk membantu pasangan atau orang tua mereka yang bekerja sebagai penambang. 

Baca juga: Jelang Lebaran, BPKN Catat 2.235 Aduan Masyarakat

Akibat pandemi covid-19, perempuan dan anak muda menjadi salah satu kelompok masyarakat sangat terdampak. Kondisi pandemi menyebabkan mata pencaharian mereka berkurang bahkan hilang akibat kegiatan penambangan yang dikurangi atau terhenti. 

Dalam kondisi krisis ketika anggota dewasa dalam rumah tangga harus berhenti bekerja akibat pandemi, perempuan dan anak muda kerap menjadi tumpuan utama dalam mencari mata pencaharian alternatif sebagai upaya pemenuhan kebutuhan ekonomi rumah tangga.

Untuk mengkaji dampak covid-19 terhadap kehidupan komunitas penambang skala kecil dan memberikan ruang beraspirasi bagi kelompok tersebut, WiME dan Yayasan Tambuhak Sinta (YTS) melaksanakan program pelatihan Photovoice dengan dukungan pendanaan dari Extractives Global Programmatic Support (EGPS) Trust Fund yang dikelola oleh Bank Dunia. 

Program ini dilaksanakan di tiga lokasi yaitu Kabupaten Gunung Mas (Kalimantan Tengah), Kota Sawahlunto (Sumatera Barat), dan Kabupaten Tasikmalaya (Jawa Barat).

"Hasil program pelatihan Photovoice dipaparkan di kegiatan Ruang XY ke-11. Ini terdiri dari pameran foto dan video hasil karya penambang skala kecil dan diskusi nasional daring," imbuh Maya. 

Tema diskusi nasional kali ini adalah “Tantangan dan Peluang Bagi Perempuan dan Anak Muda di Komunitas Penambang Skala Kecil Saat Pandemi”. Diskusi ini dimaksudkan mengkaji serta mengidentifikasi peluang, hambatan, dan rekomendasi dari berbagai pihak terkait dalam upaya meningkatkan kesejahteraan komunitas penambang skala kecil. 

Turut diundang sebagai pembicara dalam kegiatan diskusi nasional ini adalah Dr. Lana Saria, S.Si., M.Si - Direktur Teknik dan Lingkungan Dirjen Mineral dan Batubara di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Eni Widiyanti - Asisten Deputi Bidang Kesetaraan Gender di Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Balada Amor, Ph.D Spesialis Tambang Senior di Bank Dunia, dan Asep Sopari, S.P Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya. (H-3)

Baca Juga

Dok. Indoffod

Ketahanan Pangan Jadi Tema Beasiswa Riset IRN 2021

👤Citra Larasati 🕔Rabu 23 Juni 2021, 02:00 WIB
Program IRN adalah pemberian dana bantuan riset kepada mahasiswa S1)yang tengah melakukan penelitian sebagai syarat untuk...
MI/Syarief Oebaidillah

Program Kampus Merdeka Jadi Penilaian Kegigihan Mahasiswa

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 23 Juni 2021, 01:00 WIB
Berbagai program tersebut, di antaranya magang bersertifikat, pertukaran mahasiswa, Kampus Mengajar, dan magang dengan...
naturalpluspharma.com

Obat Herbal Asal Tiongkok Dinilai belum Beradaptasi

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 22 Juni 2021, 23:41 WIB
Ketimbang menggunakan obat herbal tersebut, lebih baik para peneliti maupun pengembang obat tradisional di Indonesia mencari dan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kereta Api Makassar-Parepare Membangun Ekonomi dan Peradaban

Belanda pernah membuat jalur kereta api Makassar-Takalar, namun sejak Jepang berkuasa jalur itu dibongkar. Dan baru era sekarang, Sulawesi Selatan kembali memiliki jalur  kereta api

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya