Selasa 04 Mei 2021, 07:45 WIB

Pemerintah Persingkat Alur Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19

Zubaedah Hanum | Humaniora
Pemerintah Persingkat Alur Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19

Setkab
Menkes Budi G Sadikin dan Ketua KPCPEN Airlangga Hartarto memberikan keterangan pers, Senin (3/5).

 

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mempersingkat alur pelaksanaan vaksinasi yang tadinya terdiri dari empat meja menjadi dua meja. Hal itu dilakukan untuk mempercepat proses vaksinasi di tengah ancaman penyebaran mutasi virus dari sejumlah.

Sebelumnya, peserta vaksinasi harus melewati empat meja yaitu meja pendaftaran dan verifikasi data, penapisan kesehatan, penyuntikan vaksin, dan tahap observasi.

“Tadinya prosesnya empat meja menjadi dua meja, dan waktu tunggunya bisa 15 menit,” ujar Menteri Kesehatan Budi G Sadikin seusai mengikuti Rapat Terbatas yang dipimpin oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengenai Penanganan Pandemi Covid-19, Senin (3/5), seperti dilansir dari laman Setkab.

Tak hanya mempercepat alur vaksinasi, papar Menkes, pihaknya juga terus berupaya untuk mendorong percepatan pelaksanaan vaksinasi yang hingga akhir bulan April telah mencapai 20 juta suntikan.

“Selama mutasinya masih sedikit yang variant of concern (mutasi dari India, Afrika Selatan, dari Inggris), itu adalah saat yang tepat untuk kita sesegera mungkin melakukan vaksinasi untuk melindungi diri kita dan keluarga kita. Oleh karena itu, bulan Maret ini tolong didorong vaksinasinya walaupun puasa dan Lebaran karena memang sudah diizinkan,” ujarnya.

Dalam upaya menambah pasokan vaksin yang akan digunakan untuk mempercepat pelaksanaan vaksinasi tersebut, ujar Budi G. Sadikin, Pemerintah kembali akan mendatangkan vaksin melalui kerja sama multilateral Fasilitas COVAX dari GAVI.

“Bulan (April) ini kita sudah kedatangan 3,8 juta vaksin AstraZeneca dari program GAVI yang gratis. Rencananya akan datang lagi sekitar 1,8 juta vaksin AstraZeneca yang gratis, sehingga totalnya ada 5,6 juta,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Menkes, dengan bahan baku vaksin Sinovac yang sudah tiba di Tanah Air, Bio Farma juga akan memproduksi sekitar 18 juta vaksin pada bulan ini.

Lebih lanjut Menkes mengungkapkan, jika pada masa awal vaksinasi diperlukan waktu sekitar 2 bulan untuk mencapai 10 juta suntikan, saat ini hanya diperlukan waktu 1 bulan untuk mencapai jumlah yang sama.

“Kita mulai dari Januari, menembus 10 juta suntikan itu tanggal 26 Maret, jadi hampir dua bulan. Sekarang satu bulan, dengan segala keterbatasan, kita tetap bisa menembus 10 juta suntikan atau sekitar 12,5 juta rakyat Indonesia sudah diberikan vaksinasi yang pertama,” ungkapnya. (H-2)

Baca Juga

Medcom.id.

Kemenkes: 59 Warga Asal India Positif Covid-19

👤Mohamad Farhan Zhuhri 🕔Kamis 06 Mei 2021, 13:56 WIB
Ke-26 kasus positif tersebut, lanjutnya, di antaranya dideteksi dari para pelaku perjalanan dari India pada 10 hingga 25 April...
DOK BAZNAS

Jaga Netralitas, BAZNAS Perpanjang Kerja Sama dengan Bawaslu

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 06 Mei 2021, 13:39 WIB
Sinergi kedua lembaga tersebut ditandai dengan penandatanganan...
ANTARA/ Indrianto Eko Suwarso

Tansformasi Sektor Riset Tidak Sekadar Ganti Baju

👤Faustinus Nua 🕔Kamis 06 Mei 2021, 13:35 WIB
BRIN akan menjadi fasilitator dan enabler industri lokal dalam melakukan pengembangan produk berbasis riset, dan menciptakan industri...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Citarum Mulai Harum

  Sudah tiga tahun Sungai Citarum dikeroyok. Sampah mulai berkurang, air terlihat lebih bersih.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya