Minggu 25 April 2021, 17:33 WIB

Cara Aman Bagi Penderita Penyakit Jantung Menjalankan Puasa

Eni Kartinah | Humaniora
Cara Aman Bagi Penderita Penyakit Jantung Menjalankan Puasa

Ist/Ilustrasi
Ilustrasi organ jantung tiruan di atas buku kedokteran.

 

TIDAK terasa, bulan Ramadan sudah memasuki hari ke-10. Umat muslim di seluruh dunia menjalankan ibadah puasa masih dalam suasana pandemi. Untuk itu, sepatutnya segala kegiatan keagamaan harus sesuai dengan aturan protokol kesehatan yang berlaku.

Kegiatan berpuasa wajib dilaksanakan tidak terkecuali bagi penderita penyakit kronis salah satunya penyakit jantung yang tetap menjalankan ibadah puasa.

Namun untuk penderita penyakit kronis tetap diperlukan aturan yang tepat dan aman agar dapat merasa nyaman dalam menjalankan ibadah puasa.

dr. Amanda Ismoetia, tim dokter apotek online Lifepack.id mengungkapkan, pasien dengan penderita penyakit kronis seperti jantung salah satunya, harus berkonsultasi dengan dokter jika ingin menjalani ibadah puasa. 

Baca juga: Ini Tips agar Tidak Mudah Lapar dan Dehidrasi saat Puasa

“Diskusikan dengan dokter apakah kondisi tubuh memungkinkan untuk berpuasa atau tidak, karena penyakit jantung adalah jenis penyakit yang memiliki risiko tinggi," kata dr.Amanda pada keterangan pers, Minggu (25/4).

Menurut dr.Amanda, pasien yang menderita penyakit ini biasanya harus minum obat untuk menjaga kondisi tubuhnya. Serangan jantung secara tiba-tiba apalagi saat rutin menjalankan ibadah puasa dapat berakibat fatal bahkan hingga kematian.

"Untuk itu, minum obat secara rutin yang telah menjadi bagian wajib dilakukan setiap penderita jantung diharapkan membantu menurunkan risiko kambuh gejala seperti, sesak nafas, serta nyeri di bagian dada. Sebagai penyakit paling ditakuti nomor satu di Indonesia dibutuhkan kedisiplinan yang tinggi untuk menjaga kondisi tubuh,” paparnya.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, angka kejadian penyakit jantung dan pembuluh darah terus mengalami peningkatan. 15 dari 1000 orang, atau sekitar 2.784.064 individu di Indonesia menderita penyakit jantung dengan angka tertinggi penderita di umur 75 tahun ke atas dan 65-74 tahun. 

“Dengan tingginya angka penderita penyakit jantung yang juga didominasi oleh lansia (lanjut usia), dalam hal berpuasa diperlukan aturan-aturan yang harus dipatuhi," tutur dr.Amanda.

Berikut ini yang harus diperhatikan oleh pasien, papar dr.Amanda, setelah berkonsultasi dengan dokter dan diperbolehkan untuk berpuasa; pertama adalah penuhi asupan nutrisi yang cukup bagi tubuh.

Baca juga: Ahli Gizi: Jangan Hangatkan Makanan Berbuka untuk Sahur

Kedua, pastikan tubuh terhidrasi dengan mengonsumsi dua gelas air putih setelah berbuka, dua gelas air putih setelah tarawih, dan dua gelas air putih saat sahur.

Ketiga, tetap rutin untuk melakukan kontrol secara berkala gejala penyakit jantung yang mungkin datang pada saat tubuh sedang menjalankan puasa, dan pastikan untuk tetap melakukan konsultasi dengan dokter secara berkala.

"Selain itu yang paling terpenting adalah atur waktu minum obat, karena penderita penyakit kronis tidak boleh berhenti mengonsumsi obat. Jangan dibiarkan rasa sakit menjadi hal yang biasa atau menahan karena sedang berpuasa,” ujar dr. Amanda

Menurut Kimberly DeFronzo, R.Ph., M.S., M.B.A. dari Center for Drug Evaluation and Research, mengikuti aturan minum obat dari dokter sangat penting. Apalagi bagi penderita penyakit kronis yang tidak boleh sama sekali melewatkan minum obat secara rutin.

“Agar penderita penyakit kronis dapat menjalankan ibadah puasa dengan aman tanpa khawatir terlewat minum obat, pasien dapat memanfaatkan layanan apotek online Lifepack yaitu fitur reminder minum obat dan juga kotak obat spesial (blister)," jelas April Cabello, Chief Marketing Officer Lifepack & Jovee.

Ia menambahkan pihaknya komitmen membantu masyarakat agar cepat sembuh dan menjalankan kepatuhan minum obat secara rutin dengan memberikan diskon 50% hingga Rp1.500.000 untuk tebus obat resep khusus semua penyakit kronis yang berlaku hingga 31 Mei 2021.  (Nik/OL-09)

 

VIDEO TERKAIT:

Baca Juga

Isitimewa

Macetnya Pembayaran Insentif Nakes karena Kurang Koordinasi

👤Indriyani Astuti 🕔Sabtu 19 Juni 2021, 19:00 WIB
BELUM dibayarkannya insentif bagi tenaga kesehatan (nakes) menjadi salah satu penyebab rendahnya serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja...
Antara/Akbar Nugroho Gumay.

Wiku Adisasmito Positif Covid-19, Serukan Disiplin Protokol Kesehatan

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 19 Juni 2021, 18:49 WIB
Wiku menegaskan saat ini kondisi fisiknya dalam keadaan baik-baik saja dan hal yang terpenting optimistis nanti dapat segera...
DOK SATWALPRESS.

Wapres Minta Ormas Islam Jaga Kekuatan melalui Komitmen Islah

👤Indriyani Astuti 🕔Sabtu 19 Juni 2021, 18:30 WIB
Wapres mengajak untuk memberikan apresiasi terhadap kiprah perjuangan dari Syekh Sulaiman Arrasuli yang sangat...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Pungli Tetap Marak Pak Satgas!

Pungli di berbagai layanan publik terus menjadi masalah yang dialami masyarakat, bahkan di tengah kesulitan ekonomi akibat pandemi.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya