Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 15 jurnalis dari berbagai wilayah di Indonesia berhasil mendapatkan dukungan program pendanaan peliputan isu kelautan dan perikanan dalam bingkai jurnalisme data. Acara itu digelar The Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) bersama Yayasan EcoNusa.
Jurnalis yang lolos ialah Bhekti Suryani (Harian Jogja), Abdus Somad (Jaring.id), Kennial Caronine Laia (Betahita), Yogi Eka Syahputra (Mongabay Indonesia), Palce Amalo (Media Indonesia) da Siwi Nur Wakhidah (Merdeka.com).
Selanjutnya, M Ashar Abdullah (Rakyat Sulsel), Ariel Kahhari (TVRI Aceh), Findamorina Muchtar (Beritamanado), Haris Prabowo (Tirto.id), Nasarudin Amin (Harian Fajar Malut) dan Adinda Zahra Noviyanti (Tempo). Berikut,Syamsu Rizal (Harian Metro Sulawesi), Girindra Wardhana (iNews Semarang) dan Muhammad Olies (Harian Pelita Baru)
Baca juga: KKP: Kegiatan Ekonomi di Laut Harus Ramah Lingkungan
Mereka terpilih dari 130 pendaftar media lokal dan nasional yang tersebar di sejumlah provinsi. Serta, melewati dua tahap seleksi ketat yang berlangsung sejak Maret 2021.
Pada tahap pertama, seleksi dilakukan dengan memilih 30 jurnalis untuk mengikuti enam sesi kelas belajar Journalist Fellowsea Menjaga Luat dengan Jurnalisme Data. Mereka mendalami isu kelautan dan perikanan dari sejumlah narasumber dan fasilitator jurnalisme data.
Sedangkan pada tahap kedua, hanya 15 jurnalis yang berhak mendapatkan pendanaan untuk merealisasikan liputannya. Koordinator Kelas Belajar Journalist Fellowsea Adi Marseila menjelaskan isu yang ditawarkan para pendaftar sangat beragam.
Baca juga: Gandeng Sekolah Jurnalisme MI, Kemendikbud Bangun Branding Vokasi
"Mulai dari konservasi satwa laut, dampak pembangunan di wilayah pesisir, dampak perubahan laut terhadap masyarakat lokal, alih fungsi ekosistem pesisir, hingga dampak kapal asing bagi nelayan Indonesia," ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (24/4).
"Data sheet dan tools yang dipelajari di kelas belajar menjadi alat yang bisa membantu untuk menemukan cerita yang berkaitan dengan masyarakat yang didukung dengan data," imbuh Adi.
Ketua Umum The Society of Indonesia Environmental Journalists (SIEJ) Rochimawati menyebut tingkat partisipasi pendaftar yang tinggi menunjukkan isu kelautan dan perikanan masih mendapat perhatian besar jurnalis Indonesia.
"Ini kabar menggembirakan, padahal hanya dua minggu publikasi. Isu kelautan dan perikanan yang diangkat dalam proposal peliputan juga sangat beragam. Ini menunjukkan potensi kekayaan laut Indonesia yang besar dan kejelian jurnalis dalam memilih angle peliputan," tutur Rochimawati.
Baca juga: Kepala BMKG Curhat ke Mega: Info Bencana Kalah dari Berita Artis
Founder dan CEO Yayasan Econusa Bustar Maitar mengapresiasi acara ini, yang juga menjadi tantangan bagi jurnalis untuk belajar menampilkan informasi aktual, berkualitas dan mendorong perubahan. Terutama menyangkut isu laut di Indonesia.
"Harapannya publik tidak merujuk pada jurnalis asing, tapi mendorong jurnalis di Indonesia menampilkan informasi yang berkualitas. Tidak hanya di nasional, tapi juga di daerah," kata Bustar.
Jurnalis yang terpilih berhak mendapatkan pendanaan peliputan sebesar Rp5 juta. Setelah kelas belajar, para jurnalis didampingi mentor akan merealisasikan proposal liputan isu kelautan dan perikanan dalam bentuk karya jurnalistik berbasis jurnalisme data. Adapun penghargaan untuk jurnalis mencapai Rp22,5 juta.(OL-11)

Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, menegaskan bahwa sinergi antarlembaga merupakan kunci utama agar setiap kasus yang menimpa insan pers dapat diselesaikan secara berkeadilan.
Lilik bercerita, tulisannya mengangkat cerita perjalanan panjang energi. Mulai dari minyak mentah sampai menjadi produk BBM yang ramah lingkungan dan produk gas
WAKIL Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo, mengatakan, peningkatan kompetensi jurnalis menjadi hal krusial di tengah gempuran teknologi kecerdasan artifisial (AI).
Di tengah dinamika pendidikan tinggi yang terus berubah, Universitas Terbuka (UT) memperkenalkan wajah baru kepemimpinannya serta arah strategis yang ingin dibangun bersama
Aspek HAM pada Astacita pertama merupakan komitmen yang kuat pemerintahan saat ini untuk membangun peradaban baru.
KETUA Dewan Pers, Komaruddin Hidayat menegaskan bahwa jurnalis memiliki peran penting sebagai penulis sejarah yang dapat mempengaruhi masyarakat dalam memandang dunia.
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menegaskan capaian dan penghargaan inovasi daerah tidak boleh menjadi titik akhir dalam berinovasi.
Kemenangan CitraLand City CPI di level Asia Pacific Region menempatkan proyek ini sejajar dengan pengembangan properti kelas dunia dari negara-negara maju.
Meski secara konsisten masuk dalam jajaran sepuluh besar setiap tahunnya, ini adalah kali pertama Bali menempati posisi puncak dalam sejarah penilaian TripAdvisor.
Indonesia Rising Stars Award adalah panggung penghargaan bagi organisasi serta individu yang berkontribusi membangun masa depan Indonesia di berbagai sektor.
Asia Property Awards Grand Final tahun ini menghadirkan lebih dari 90 kategori penghargaan untuk merayakan 'Best in Asia'.
Mengawali tahun 2026 dengan prestasi membanggakan, Truntum Cihampelas Bandung berhasil meraih peringkat Top 5 Hotel Terbaik di Bandung versi Tripadvisor
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved