Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) masih mengimbau kepada masyarakat untuk mengantisipasi dampak tidak langsung dari adanya siklon tropis surigae. Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyebut, dampak tersebut akan berpengaruh pada peningkatan kecepatan angin, hingga gelombang tinggi di sejumlah wilayah di Indonesia.
"Siklon ini sebenarnya jauh dari Indonesia. Tapi karena sudah berkembang menjadi taifun, ini levelnya sudah di atas siklon di mana kecepatan pusarannya mencapai 190 km/jam ada dampak tidak langsung dari dampak taifun surigae. Dampak itu berpengaruh terhadap kondisi cuaca peningkatan kecepatan angin di Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua," kata Dwikorita dalam keterangannya, Minggu (18/4).
Baca juga: Pemerintah Kantongi 59,5 Juta Bahan Baku Vaksin Covid-19
Selain peningkatan kecepatan angin, Dwikorita juga mengimbau kepada sejumlah wilayah untuk mengantisipasi adanya kenaikan tinggi gelombang yang mencapai 2 meter. Gelombang tinggi tersebut akan terjadi di wilayah Samudera Hindia selatan Jawa, peariran utara kepulauan Talaud, perairan utara Halmahera, dan Samudera Pasifik utara Papua Barat.
"Sementara gelombang tinggi 4 meter berada di Samudera Pasifik utara Halmahera. Selain gelombang tinggi, taifun surigae juga akan memberikan dampak peningkatan hujan di sejumlah provinsi yang telah disebutkan sebelumnya," bebernya.
Dwikorita menerangkan, meskipun lebih kuat, siklon tropis surigae ini tidak akan memberikan dampak yang dahsyat terhadap Indonesia karena jaraknya yang jauh. Hal tersebut berbeda dengan siklon seroja beberapa waktu lalu yang memberikan dampak langsung karena posisinya tepat yang berada di atas Indonesia.
Namun demikian, Dwikorita menyatakan pihaknya telah mengimbau kepada pemerintah daerah untuk mengamankan masyarakat yang tinggal di tepi pantai, tepi sungai, dan lereng gunung.
Baca juga: BMKG : Waspadai Rentetan Gempa di Zona Megathrust Sumba
"Sejak minggu lalu sejak dari munculnya bibit siklon, kami melalui BMKG daerah telah menginstrksikan untuk menghadap gubernur dan bupati setempat untuk mengamankan masarakat yang tinggal di tepi pantai, nelayan dan masyrakat yang berada di sungai serta di lereng gunung. Karena kalau terjadi hujan lebat, angin kencang bisa dikhawatirkan terjadi longsor, banjir bandang, dan lainnya. Kami sudah koordinasi untuk hal semacam itu," terangnya.
Terpisah, Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG Fachri Rajab mengatakan dampak tidak langsung dari adanya taifun surigae tersebut masih akan berlangsung hingga tiga hari ke depan.
"Intensitas siklon tropis surigae ini akan terus meningkat dalam 3 hari ke depan. Tapi Bukan berarti setelahnya akan langsung punah. Ini jangkauan perkirakaannya sampai 3 hari ke depan, dan akan terus kami update perkembangannya," pungkasnya. (H-3)
BMKG juga menyampaikan peringatan dini gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan, termasuk Perairan Kuala Pembuang, Teluk Sampit, dan Kuala Kapuas.
BMKG: gelombang tinggi disertai hujan badai masih berlangsung di perairan utara Jawa Tengah hingga Minggu (18/1) ini.
Tidak hanya itu, akibat gelombang tinggi penyeberangan antar pulau baik Jepara-Karimunjawa maupunTanjung Emas Semarang-Karimunjawa juga terhenti, termasuk kapal layar motor
Gelombang tinggi 1,25-2,5 disertai angin hujan dan badai masih berlangsung di perairan Jawa Tengah berisiko terhadap pelayaran.
Cuaca ekstrem berpotensi di 27 daerah Salasa (13/1) warga di Pantura dan Jateng bagian tengah diminta waspada terhadap bencana hidrometeorologi dan gelombang tinggi.
Cuaca ekstrem yakni hujan lebat dan angin kencang dan sambaran petir masih berpotensi terjadi di berbagai darah disertai hujan badai dan gelombang tinggi.
Selama ini, sektor pertanian di Papua terbebani oleh ongkos pengiriman pupuk yang sangat mahal.
POLRES Mamberamo Raya menangani peristiwa kecelakaan lalu lintas sungai yang terjadi di Sungai Mamberamo dan mengakibatkan tiga orang warga dilaporkan hilang terbawa arus, Jumat (16/1).
Ia menilai tidak adanya kecocokan antara kebijakan pusat dan aspirasi lokal membuat masyarakat merasa diabaikan.
Kondisi ini dipicu oleh aktivitas Bibit Siklon Tropis 91W dan penguatan Monsun Asia yang meningkatkan potensi hujan lebat disertai angin kencang di jalur Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara.
Sepanjang tahun 2025, Kepolisian Daerah Papua mencatat 104 aksi kekerasan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), dengan korban 94 orang meninggal dunia.
Papua merupakan tanah yang sarat dengan nilai-nilai kedamaian
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved