Sabtu 17 April 2021, 08:30 WIB

Anak Susah Makan Disebabkan Kebiasaan Makan Ibu Saat Hamil

Mediaindonesia.com | Humaniora
Anak Susah Makan Disebabkan Kebiasaan Makan Ibu Saat Hamil

Dok.MI
Anak susah makan disebabkan kebiasaan makan ibu saat hamil dan menyusui

 

ANAK yang susah makan atau suka pilih-pilih makanan rupanya dipengaruhi oleh kebiasaan makan ibunya pada saat hamil dan menyusui. Ketua Pokja Antropometri Kementerian Kesehatan dan Dokter Spesialis Anak Konsultan Nutrisi Penyakit Metabolik RSCM, Prof dr Damayanti R Sjarif, Sp.A(K) mengatakan saat berada dalam kandungan, sang anak mengkonsumsi makanan yang sama dengan ibunya. Begitu juga pada saat pemberian ASI, apapun yang dimakan ibu akan dirasakan juga oleh bayinya.
  
"Anda sudah mendidik anak makan dari hamil, waktu menyusui ibu makan apa si anak juga ngerasin. Kalau mamanya enggak pilih-pilih anaknya juga," kata Damayanti.

Nyatanya, selama masa kehamilan dan menyusui, orangtua bisa memperkenalkan berbagai makanan, dengan harapan kemudian hari si kecil dapat menyukai jenis makanan apapun yang diberikan.
  
"Saya perhatikan yang anaknya susah makan itu, saya tanya pada ibunya waktu hamil muntah-muntah apa tidak? Kalau iya ya wajar karena bayinya engak kenal makanan, kalau dikenalkan dari hamil anaknya enggak akan rewel," paparnya. 
  
Pada saat anak memasuki masa makanan pendamping air susu ibu (MPASI), sebaiknya juga diberikan makanan rumahan seperti yang disantap oleh keluarga. Damayanti tidak menyarankan bayi diberi makanan dari satu jenis bahan saja apalagi yang mengandung lebih banyak tepung.
  
"Makanan berikan yang sama seperti orang rumah tapi teksturnya saja yang dibedakan. Kalau MPASI kan bisa diblender dulu, dihaluskan jadi enggak perlu lagi makanan yang harus dimasak-masak khusus gitu," sarannya.

Sebelumnya, Konsultan Nutrisi dan Penyakit Metabolik Anak FKUI-RSCM dr Titis Prawitasari, Sp.A (K) menjelaskan, MPASI paling tepat mulai diberikan kepada anak ketika air susu ibu sudah tidak mampu mencukupi kebutuhan si kecil, maksimal ketika anak berusia enam bulan.
  
Dia mengatakan, ASI sebetulnya cukup memenuhi kebutuhan anak selama enam bulan dan itu bisa dilihat dari indikator tumbuh kembang yang baik. Namun dokter menilai ASI sudah tidak memenuhi kebutuhan anak meski belum genap enam bulan, makanan pendamping boleh diberikan.

baca juga: Tips Ahli Gizi agar Anak Mau Mengkonsumsi Sayuran
  
Jika MPASI tak kunjung diberikan ketika bayi sudah lebih dari enam bulan maka bayi kekurangan sekira 200 kalori untuk kebutuhan hariannya. Tanda anak sudah siap mendapat asupan gizi di luar ASI salah satunya adalah kemampuan untuk menegakkan kepala, sehingga dia sudah mampu menopang dada ketika didudukkan. Kemudian, refleks menjulurkan lidah ketika ada makanan di mulut (ekstrusi) sudah berkurang. Anak juga dianggap sudah siap ketika bersemangat saat melihat makanan, serta mampu meraih dan memasukkanapa saja ke dalam mulut. (Ant/OL-3)
 

Baca Juga

MI/ M Yakub

Gus Miftah: Jangan Ikut-ikutan Pendapat Orang yang Sok Ahli

👤Cahya Mulyana 🕔Kamis 06 Mei 2021, 21:39 WIB
Pemeluk agama harus menyatakan ajaran agamanya masing-masing adalah benar. Tapi tak boleh menyalahkan agama orang...
Antara

10 Rekomendasi Kado untuk Pria yang Bisa Menjadi Pilihan

👤Fetry Wuryasti 🕔Kamis 06 Mei 2021, 21:35 WIB
SERING kali kita bingung barang apa yang tepat diberikan sebagai kado kepada pria, meski umumnya pria bukan pemilih tetap harus ada pilihan...
Antara

Ini Panduan Penyelenggaraan Shalat Idul Fitri saat Pandemi Covid

👤Atalya Puspa 🕔Kamis 06 Mei 2021, 21:15 WIB
MENTERI Agama Yaqut Cholil Qoumas menerbitkan panduan penyelenggaraan Shalat Idul Fitri di saat Pandemi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Citarum Mulai Harum

  Sudah tiga tahun Sungai Citarum dikeroyok. Sampah mulai berkurang, air terlihat lebih bersih.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya