Kamis 15 April 2021, 15:00 WIB

Lebih dari 12 Ribu Warga Masih Mengungsi Akibat Siklon Seroja

Atalya Puspa | Humaniora
Lebih dari 12 Ribu Warga Masih Mengungsi Akibat Siklon Seroja

ANTARA/Kornelis Kaha
Seorang pria menggendong satu dus bantuan bagi korban bencan alam siklon tropis seroja NTT di Kota Kupang, NTT, Minggu (11/4/2021)

 

Warga di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) masih terdampak bencana yang picu oleh siklon tropis Seroja. Lebih dari 12.000 warganya masih mengungsi di sejumlah titik pengungsian, sedangkan pemerintah daerah terus melayani warga terdampak pascabencana.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati mengungkapkan, data BNPB per Rabu (14/4), pukul 20.00 WIB, mencatat 12.334 penyintas. Dari jumlah tersebut, jumlah warga yang mengungsi terbesar di Kabupaten Rote Ndao sejumlah 5.556 warga, sedangkan di Kabupaten Flores Timur 2.118 warga, Kupang 1.698, Lembata 1.146, Timur Tengah Selatan 690, Belu 644, Sumba Timur 510, Kota Kupang 265, Sabu Raijua 59 dan Ende 20.

Baca juga: Pancasila dan Bahasa Indonesia Mata Kuliah Wajib di Universitas

"Beberapa wilayah kabupaten yang terdampak tetapi tidak teridentifikasi adanya pengungsian berada di Malaka, Ngada, Sumba Barat, Sumba Tengah, Alor, Sikka, Manggarai, Manggarai Timur dan Nagekeo," kata Raditya dalam keterangan resmi, Kamis (15/4).

Sementara itu, total dampak di Provinsi NTT mencatat korban meninggal dunia 181 orang dan hilang 47, sedangkan warga terdampak mencapai 122.232 KK (428.986 orang). Saat peristiwa terjadi, total korban luka mencapai 258 orang.

Di samping korban jiwa, bencana yang dipicu siklon tropis Seroja mengkibatkan lebih dari 66.000 rumah rusak dengan tingkat ringan hingga berat. BNPB mencatat total rumah rusak berat 17.124 unit, rusak sedang 13.652 dan rusak ringan 35.733.

"Merespons kondisi yang masih darurat, pemerintah daerah dan berbagai pihak masih melakukan upaya penanganan darurat, seperti pelayanan medis warga, penyelenggaraan dapur umum, pendistribusian logistik, pembersihan lingkungan maupun pembukaan daerah terisolir," bebernya.

Berdasarkan laporan dari pos komando (posko) utama, jaringan komunikasi sudah kembali normal. PLN mengoptimalkan perbaikan jaringan listrik di seluruh wilayah NTT. Dalam proses perbaikan, pihaknya melakukan pemadaman secara bergiliran untuk memperbaiki jaringan yang saling terhubung di beberapa wilayah. Jaringan listrik di Sebagian Kabupaten Flores Timur telah kembali normal, sedangkan jaringa listrik dan telepon di Kabupaten Ngada masih belum optimal.

Selama proses penanganan darurat di wilayah NTT, BNPB terus melakukan koordinasi dan pemantauan. Selain itu, BNPB masih melakukan pendampingan posko di beberapa wilayah terdampak. (H-3)

Baca Juga

MI/Andri Widiyanto

Kepala BPPT: Tidak Ada Peleburan LPNK Iptek Tapi Konsolidasi

👤Siswantini Suryandari 🕔Kamis 06 Mei 2021, 05:59 WIB
Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan konsolidasi jangan diartikan sebagai peleburan menanggapi hadirnya Perpres Nomor 33 Tahun 2021 tentang...
MI/Seno

Satu Alquran Banyak Aliran

👤Nasaruddin Umar Imam Besar Masjid Istiqlal 🕔Kamis 06 Mei 2021, 05:35 WIB
ADA pertanyaan yang sering dilontarkan orang, mengapa umat Islam di sana sini banyak aliran dan mazhab, bahkan satu sama lain berkonflik,...
Antara/Mohammad Ayudha

Sidang Isbat Penetapan Idul Fitri 1442 H Digelar 11 Mei

👤Medcom.id/H-3 🕔Kamis 06 Mei 2021, 05:30 WIB
KEMENTERIAN Agama (Kemenag) bakal menggelar sidang isbat penetapan awal bulan Syawal 1442...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Citarum Mulai Harum

  Sudah tiga tahun Sungai Citarum dikeroyok. Sampah mulai berkurang, air terlihat lebih bersih.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya