Kamis 08 April 2021, 16:28 WIB

Warisan Budaya Sumber Inspirasi untuk Perkokoh Jati Diri Bangsa

Mediaindonesia.com | Humaniora
Warisan Budaya Sumber Inspirasi untuk Perkokoh Jati Diri Bangsa

Antara/Anis Efizudin.
Candi Borobudur.

 

PENINGGALAN budaya merupakan warisan yang dapat memperkokoh jati diri bangsa dan sumber pengembangan ilmu pengetahuan serta dapat menjadi sarana peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Sebagai warisan budaya bangsa, Candi Borobudur merupakan kitab bahkan perpustakaan besar yang menggambarkan peradaban kita di abad ke-8," kata Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat saat berbicara secara daring di seminar dan lokakarya bertema Borobudur Pusat Musik Dunia, Kamis (8/4).

Hadir dalam seminar tersebut antara lain Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno (virtual), Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hilman Farid, dan sejumlah seniman yang tergabung dalam Sound of Borobudur.

Menurut Lestari, nilai-nilai yang ada pada warisan budaya seperti Candi Borobudur bisa menjadi acuan kita dalam menghadapi tantangan di masa kini. Empat konsensus kebangsaan seperti UUD 1945, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), menurut Rerie, sapaan akrab Lestari, juga memiliki nilai-nilai yang bersumber dari budaya masa lalu dalam peradaban bangsa ini.

Nilai kebinekaan, gotong-royong, musyawarah untuk mufakat, dan berbagai nilai yang berkembang pada peradaban masa lalu, menurut Rerie, merupakan warisan para leluhur kita. Nilai-nilai tersebut, jelas anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, hingga saat ini masih relevan untuk dijadikan jalan keluar dari sejumlah problem yang dihadapi bangsa saat ini. Karena itu, jelasnya, upaya mengkaji kawasan cagar budaya Borobudur sebagai pusat musik dunia merupakan inisiatif yang harus didukung bersama.

Menjadikan Borobudur sebagai inspirasi untuk menarik gerbong sektor lain, menurut Rerie, merupakan gagasan besar yang diyakini memiliki dampak besar pula. Gagasan tersebut, menurut dia, merupakan angin segar yang memberi harapan kita bangkit di tengah pandemi. Meski begitu, ujarnya, upaya pelestarian cagar budaya harus konsisten dilakukan.

Mengutip pesan dari Bapak Arkeologi Indonesia, Prof Mundardjito, Rerie menegaskan, tiga hal penting yang harus dilakukan dalam pelestarian cagar budaya, yaitu perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Ketiga hal tersebut, jelasnya, secara keseluruhan harus dirangkum dalam sistem pengelolaan yang baik.

Dengan dasar pemikiran itu, ujar Rerie, Candi Borobudur dimungkinkan menjadi subjek yang membawa setiap orang menjadi lebih empati, produktif, dan kreatif. Dengan demikian candi peninggalan Kerajaan Mataram kuno itu juga bisa sebagai sumber inspirasi, ilmu pengetahuan, spiritual, kultural, dan religiusitas. (RO/OL-14)

Baca Juga

DOK Kemenag

Kasus Paul Zhang, Wamenag Minta Umat Islam Untuk Menahan Diri

👤Widhoroso 🕔Minggu 18 April 2021, 21:54 WIB
UMAT Islam diminta untuk menahan diri terkait penistaan agama yang dilakukan Jozeph Paul Zhang. Hal itu diungkapkan Wakil Menteri Agama...
Dok Humas KLHK

Lahir Seekor Elang Jawa di Taman Nasional Gunung Halimun Salak

👤Atalya Puspa 🕔Minggu 18 April 2021, 20:15 WIB
Elang Jawa merupakan salah satu dari tiga spesies kunci di Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) dan sebagai satwa endemik Pulau...
dok cokelatin signature

Mengolah Criollo dari Biji Kakao Terbaik

👤RO/Micom 🕔Minggu 18 April 2021, 19:48 WIB
Biji kakao ini memiliki kandungan kadar gula yang rendah, aroma coklat yang wangi serta tekstur rasa yang...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Maksimalkan Target di Ajang Pramusim

EMPAT tim semifinalis Piala Menpora, yakni PSS Sleman, Persib Bandung, Persija Jakarta, dan PSM Makassar, akan memaksimalkan turnamen pramusim sebelum berlanjut ke Liga 1

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya