Headline
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Kesehatan mengaku kesulitan dalam mendorong percepatan vakasinasi covid-19 untuk penduduk lanjut usia. Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Dalam paparannya, Budi menyebutkan, dari target 21,5 juta lansia yang divaksin pada program vaksinasi tahap 2 ini, baru terealisasi sebanyak 1.290.550.
"Padahal lansia merupakan orang yang paling rawan. Memang dari 1 juta yang terkena covid-19, jumlah lansia hanya 10%. Tapi dari 100 orang yang wafat karena covid-19, 50%-nya adalah lansia," kata Budi dalam konferensi pers yang diselenggarakan secara daring, Sabtu (27/3).
Adapun, berdasarkan catatan Kementerian Kesehatan, dalam seminggu terakhir, cakupan vaksinasi lansia tertinggi berasal dari wilayah DKI Jakarta dengan jumlah 391.881 orang. Sementara itu, cakupan terendah berasal dari Sulawesi Barat yakni sebanyak 84 orang.
Baca juga : Peserta Vaksinasi dengan Komorbid Harus Berkonsultasi ke Dokter
Untuk itu, Budi mendorong kerja sama dengan berbagai pihak untuk melakukan percepatan vaksinasi lansia, daiantaranya membuka sentra vaksinasi bagi lansia, serta melibatkan berbagai organsiasi masyarakat untuk mensosialisasikan pentingnya vaksinasi kepada lansia.
"Saya akan terus fokuskan ke lansia. Memang agak sulit juga memvaksinnya. Karena mereka ragu-ragu datang, gak banyak mobilitas dibanding anak muda, banyak yang tidak nyaman jalan keluar sehingga kita cari model baru mereka lebih nyaman disuntik," beber Budi.
"Ini harus dipastikan bahwa semua lansia tahu bahwa mereka merupakan kelompok prioritas. Kedua, semua anak-anak yang memiliki orang tua, kakek, atau nenek bisa memastikan bahwa orang tuanya itu diajak untuk disuntik," pungkas Budi. (OL-7)
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah kasus campak (measles) pada awal tahun 2026.
KEPALA Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Aji Muhawarman mengatakan tren mingguan kasus campak pada Maret 2026 mengalami penurunan.
WAKIL Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengimbau masyarakat untuk tetap mengatur makanan di masa lebaran agar tetap sehat.
Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa sampai dengan minggu kesembilan 2026, kasus campak di Indonesia telah turun menjadi 511 kasus dari sebelumnya 531 kasus.
Pemerintah mempercepat pelaksanaan imunisasi campak-rubella (MR) di berbagai daerah menjelang periode mudik dan libur Lebaran.
Antisipasi lonjakan kasus, Kemenkes siapkan layanan vaksin campak (vaksin MR) di posko mudik Lebaran 2026, terutama di bandara dan pelabuhan. Cek detailnya!
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan campak menjelang periode mudik dan libur Lebaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved