Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Kesehatan menargetkan pada bulan Mei 2021 seluruh calon jamaah haji Indonesia selesai divaksin covid-19. Demikian disampaikan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin saat beraudiensi via Zoom dengan Gabungan Perusahaan Haji dan Umrah Nusantara (GAPHURA), Kamis (25/3).
"Pada saat ini didahulukan calon jamaah lansia, kemudian seluruh calon jamaah yang dipastikan berangkat tahun ini berdasarkan data dari Siskohat Kemenag," kata Menkes.
Pada kesempatan yang sama, Ketua GAPHURA yang juga sebagai Pembina di Forun Shilaturahmi Asosiasi Travel Haji dan Umrah (FSATHU) Ali Moh Amin mengharapkan bahwa selain jamaah, petugas haji khusus dari PIHK juga dimasukan sebagai kelompok prioritas.
"Kami memohon kepada pak Menteri agar Petugas PIHK dan Pembimbing Ibadah Haji Khusus juga termasuk kelompok prioritas vaksin. Karena petugas haji khusus tidak masuk di Siskohat, jika tidak diprioritaskan oleh Menkes, kami khawatir saat keberangkatan petugas dan pembimbing belum vaksinasi penuh sebagaimana disyaratkan Kemenkes Saudi," tegas Ali.
Kapuskeshaji Kemenkes, Eka Yusuf Singka yang mendampingi Menkes dalam audiensi tersebut juga menerangkan bahwa Puskeshaji siap membantu dokter dan tenaga kesehatan haji khusus saat pelaksanaan haji jika nanti terselenggara. Baik menerbitkan surat keterangan obat-obatan yang disediakan PIHK hingga layanan fasilitas klinik kesehatan di Mekkah dan Madinah bagi jamaah haji khusus.
baca juga: Gelar Muzakarah, Kemenag Kaji Penyelenggaraan Haji saat Pandemi
Menutup pertemuan online tersebut, Menkes Budi Gunadi berpesan agar GAPHURA beserta asosiasi lain segera berkoordinasi dengan Kapuskeshaji terkait tempat karantina bagi jamaah haji khusus,
"Untuk haji reguler, Asrama Haji telah ditetapkan sebagai tempat karantina sebelum berangkat, maka tolong untuk haji khusus segera dikoordinasikan akan memakai tempat dimana dan bagaimana teknisnya, jika di hotel segera tetapkan dan pertimbangkan biayanya agar tidak memberatkan jamaah" ujar Budi Gunadi. (OL-3)
Adanya izin pembangunan kampung haji membuat Indonesia dituntut menghadirkan standar pelayanan haji yang berkualitas, transparan dan akuntabel.
Para peserta mulai menemukan nilai-nilai penting seperti kedisiplinan, kegembiraan, dan kekompakan selama mengikuti pelatihan.
Pemahaman terhadap regulasi media sosial di Arab Saudi menjadi hal penting yang wajib ketuhui, baik oleh petugas maupun jemaah haji.
Jemaah haji diharapkan mulai membangun kebiasaan positif sejak dini untuk menghadapi perbedaan iklim dan aktivitas fisik yang berat di Arab Saudi.
Metode pendidikan dan pelatihan (diklat) dengan konsep semimiliter menjadi pendekatan baru dalam membentuk karakter petugas haji yang akan melayani jemaah.
Beberapa peserta diklat diketahui mengidap penyakit yang berisiko tinggi mengganggu tugas lapangan, seperti Tuberkulosis (TB) dan gangguan ginjal.
Influenza atau yang lebih akrab dikenal sebagai flu sering kali dianggap remeh sebagai gangguan pernapasan biasa.
Daya tular campak cukup tinggi, mirip dengan covid-19. Seseorang yang terinfeksi dapat menularkan virus selama 4 hari sebelum dan sesudah gejala muncul.
Jemaah haji perlu memahami manfaat kesehatan jangka panjang dari vaksinasi, bukan sekadar memenuhinya sebagai syarat administrasi.
Data Kementerian Agama menunjukkan bahwa lebih dari 22% jemaah haji Indonesia pada 2025 merupakan kelompok lansia, dan mayoritas membawa penyakit komorbid.
Orang yang hidup dengan HIV (ODHA) memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi menular seksual (IMS). Selain berdampak langsung pada kesehatan.
Dalam kondisi hujan, tingkat kelembapan tinggi, dan suhu tinggi, melakukan aktivitas fisik di tempat terbuka meningkatkan peluang terserang penyakit.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved