Jumat 12 Maret 2021, 12:15 WIB

Pendidikan Vokasi di PTKI Sambut Tren Makanan dan Pariwisata Halal

Suryani Wandari Putri Pertiwi | Humaniora
Pendidikan Vokasi di PTKI Sambut Tren Makanan dan Pariwisata Halal

Antara/Iggoy el Fitra.
Foto udara pembangunan masjid terapung di Pantai Carocok, Painan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat, untuk wisata halal.

 

DIREKTORAT Jenderal Pendidikan Islam Kemenag mencanangkan pendidikan vokasi atau politeknik pada Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). Di era revolusi industri 4.0, PTKI harus memikirkan keterampilan atau keahlian peserta didik agar dapat berkembang dan memenuhi permintaan pasar.

"Direktorat Jenderal Pendidikan Islam memiliki tugas besar, yaitu mengokohkan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam. Salah satu solusi yang dapat diambil yakni membuka politeknik atau pendidikan vokasi yang bisa dan mempu menjawab kebutuhan masyarakat," kata Direktur Jenderal Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani atau biasa disapa Dhani saat Dialog Penguatan PTKI menuju Akreditasi Internasional di Makasar, Sulawesi Selatan, Kamis (11/3).

Dhani melanjutkan, jika mengacu pada Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, pendidikan vokasi merupakan pendidikan tinggi yang menunjang pada penugasan keahlian terapan tertentu. Menurutnya, saat ini sudah ada 44 politeknik negeri yang berkembang di Indonesia. Akan tetapi belum ada yang berada di bawah koordinasi Kementerian Agama.

Dengan pendidikan vokasi, lanjut Dhani, kebutuhan sumber daya manusia dalam industri terapan akan terpenuhi. "Pendidikan vokasi bisa dijadikan opsi untuk meluaskan jangkauan keilmuan. Di samping itu, ada baiknya untuk tidak melupakan fondasi akar keilmuan dan hakikat kehadiran PTKI yaitu menghadirkan pendidikan agama," ucapnya.

Setidaknya, ada empat disiplin kelimuan yang akan menjadi fokus politeknik pada PTKI yaitu food (makanan), fashion (tata busana), art (seni), dan tourism (pariwisata). Menurutnya, keempat disiplin tersebut sangat penting, mengingat perkembangan dan minat pasar begitu besar.

"Saat ini halal food, fashion atau busana Islami, seni Islami, dan pariwisata halal sedang digandrungi masyarakat. Untuk memenuhi kebutuhan itu, kami akan membentuk politeknik yang fokus pada empat hal tersebut," jelas Dhani.

Oleh sebab itu, tambah Dhani, pendirian politeknik berupa pendidikan vokasi dinilai penting. Kekuatannya bukan hanya pada pengetahuan tapi lebih kepada kemampuan profesi bagi mahasiswa. "Saat ini sedang dikembangkan konsepnya dengan melibatkan bayak pihak," pungkasnya. (OL-14)

Baca Juga

AFP/MAGAN CRANE

Mahasiswa Unair Temukan Inovasi Deodorant Spray Alami Ekstrak Bintang Laut

👤Faustinus Nua 🕔Kamis 18 Agustus 2022, 12:01 WIB
Inovasi yang berjudul ‘Patrick Spray’ itu berhasil mengantarkan mereka meraih pendanaan Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM)...
Antara/Sigid Kurniawan

Pertemuan Antarmenteri G20 Bidang LHK Akan Bahas Tiga Poin Penting

👤Atalya Puspa 🕔Kamis 18 Agustus 2022, 11:49 WIB
Pertemuan antar menteri lingkungan hidup dan kehutanan serta menteri perubahan iklim negara-negara G20 akan dilaksakan di Bali pada akhir...
Ist

Avenzel Hotel and Convention Gandeng Starvo Sediakan Charger Mobil Listrik

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 18 Agustus 2022, 11:48 WIB
Avenzel Hotel and Convention kini menghadirkan electric vehicle charger station di hotel,untuk memudahkan pengguna mobil listrik di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya