Minggu 28 Februari 2021, 19:30 WIB

BPOM Masih Evaluasi Hasil Uji Klinis Fase 1 Vaksin Nusantara

Atalya Puspa | Humaniora
BPOM Masih Evaluasi Hasil Uji Klinis Fase 1 Vaksin Nusantara

Antara
Ilustrasi petugas medis menunjukkan vaksin covid-19.

 

PARA peneliti di dalam negeri tengah mengembangkan vaksin covid-19. Salah satunya, vaksin gagasan antan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto yang diberi nama vaksin Nusantara.

Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Penny K. Lukito mengungkapkan pihaknya masih mengevaluasi hasil uji klinis fase 1 vaksin Nusantara. 

"Masih dievaluasi oleh tim Direktur Registrasi dari BPOM dengan tim ahli. Untuk dinilai kelayakannya. Apakah bisa segera kita keluarkan protokol untuk uji fase 2," ujar Penny dalam keterangan resmi, Minggu (28/2).

Baca juga: Vaksin Nusantara yang Diinisiasi Terawan Masuk Uji Klinis Fase Dua

Terpisah, Kepala Subdirektorat Penilaian Uji Klinik dan Pemasukan Khusus BPOM Siti Asfijah Abdoellah menyebut BPOM terus memantau perkembangan uji klinis hingga pendistribusian vaksin dalam negeri.

Menurutnya, uji klinis fase 1 dan 2 vaksin dilakukan selama kurang lebih 6 bulan untuk melihat keamanan imunogenitas vaksin. BPOM juga akan memantau uji klinis tahap 3 vaksin yang dilakukan minimal 3 bulan. 

Apabila efikasi vaksin tersebut tercapai minimal 50%, BPOM akan mengeluarkan emergency use authorization (EUA). "Dalam menerbitkan perizinan kita mengedepankan independensi. Karena BPOM merupakan satu badan yang dipantau kinerjanya oleh WHO," papar Siti.

Baca juga: Tinjau Vaksinasi Massal, Jokowi Bertolak ke Yogyakarta

Diketahui, vaksin Nusantara dikembangkan oleh PT Rama Emerald Multi Sukses, industri farmasi yang telah berkiprah hampir 40 tahun, serta bekerja sama dengan Litbang Kesehatan Kemenkes. Dalam pelaksanaannya, Rama Emerald Multi Sukses menggaet AIVITA Biomedical Inc asal California, sebagai mitra.

Penelitiaan praklinis dan pengujian klinis dilakukan oleh para ahli dari RS Kariadi, Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Diponegoro Semarang dan Litbangkes. Sejumlah dokter FK UGM Yogyakarta dan FK UNS Surakarta juga dilibatkan sebagai peneliti sejak tahun lalu.(OL-11)

Baca Juga

ANTARA FOTO/ David Muharmansyah

Pancasila dan Bahasa Indonesia Mata Kuliah Wajib di Universitas

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 15 April 2021, 09:17 WIB
Sesuai Peraturan Pemerintah No 57 tahun 2021 disebutkan mata kuliah Pancasila dan Bahasa Indonesia tetap menjadi mata kuliah wajib di...
Instagram @jokowi

Presiden: Penanganan Kesehatan & Pemulihan Ekonomi Harus Seimbang

👤Andhika Prasetyo 🕔Kamis 15 April 2021, 05:29 WIB
Dua hal tersebut harus berjalan secara beriringan dan seimbang agar krisis akibat pandemi betul-betul bisa...
MI/Seno

Tolak Bala Kalangan Wali

👤Nasaruddin Umar Imam Besar Masjid Istiqlal 🕔Kamis 15 April 2021, 03:00 WIB
SUATU ketika Rabi’ah al-Adawiyah, seorang sufi perempuan terkenal, mengembara demi mencari tempat yang lebih tenang dan khusyuk untuk...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Tajamnya Lancang Kuning di Lapangan

 Polda Riau meluncurkan aplikasi Lancang Kuning untuk menangani kebakaran hutan dan lahan. Berhasil di lapangan, dipuji banyak kalangan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya