Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA peneliti di dalam negeri tengah mengembangkan vaksin covid-19. Salah satunya, vaksin gagasan antan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto yang diberi nama vaksin Nusantara.
Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Penny K. Lukito mengungkapkan pihaknya masih mengevaluasi hasil uji klinis fase 1 vaksin Nusantara.
"Masih dievaluasi oleh tim Direktur Registrasi dari BPOM dengan tim ahli. Untuk dinilai kelayakannya. Apakah bisa segera kita keluarkan protokol untuk uji fase 2," ujar Penny dalam keterangan resmi, Minggu (28/2).
Baca juga: Vaksin Nusantara yang Diinisiasi Terawan Masuk Uji Klinis Fase Dua
Terpisah, Kepala Subdirektorat Penilaian Uji Klinik dan Pemasukan Khusus BPOM Siti Asfijah Abdoellah menyebut BPOM terus memantau perkembangan uji klinis hingga pendistribusian vaksin dalam negeri.
Menurutnya, uji klinis fase 1 dan 2 vaksin dilakukan selama kurang lebih 6 bulan untuk melihat keamanan imunogenitas vaksin. BPOM juga akan memantau uji klinis tahap 3 vaksin yang dilakukan minimal 3 bulan.
Apabila efikasi vaksin tersebut tercapai minimal 50%, BPOM akan mengeluarkan emergency use authorization (EUA). "Dalam menerbitkan perizinan kita mengedepankan independensi. Karena BPOM merupakan satu badan yang dipantau kinerjanya oleh WHO," papar Siti.
Baca juga: Tinjau Vaksinasi Massal, Jokowi Bertolak ke Yogyakarta
Diketahui, vaksin Nusantara dikembangkan oleh PT Rama Emerald Multi Sukses, industri farmasi yang telah berkiprah hampir 40 tahun, serta bekerja sama dengan Litbang Kesehatan Kemenkes. Dalam pelaksanaannya, Rama Emerald Multi Sukses menggaet AIVITA Biomedical Inc asal California, sebagai mitra.
Penelitiaan praklinis dan pengujian klinis dilakukan oleh para ahli dari RS Kariadi, Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Diponegoro Semarang dan Litbangkes. Sejumlah dokter FK UGM Yogyakarta dan FK UNS Surakarta juga dilibatkan sebagai peneliti sejak tahun lalu.(OL-11)

Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Kemenkes memberikan apresiasi kepada Dexa Medica melalui Penghargaan Karya Anak Bangsa 2025 atas kontribusinya sebagai industri farmasi dengan uji klinis obat bahan alam terbanyak
Di tengah maraknya produk yang beredar, kredibilitas riset dan sertifikasi menjadi kriteria seleksi utama bagi konsumen cerdas.
INDONESIA resmi memulai uji klinis fase 1 vaksin tuberkulosis (Tb) berbasis inhalasi pertama di dunia.
Pil kontrasepsi pria eksperimental YCT-529 tanpa hormon lolos uji awal tanpa efek samping serius, membuka jalan jadi kontrasepsi pria pertama yang aman dan efektif.
Vaksin tuberkulosis merupakan vaksin tuberkulosis inhalasi pertama. Vaksin ini dikembangkan dengan menggunakan tiga antigen.
Pelaksanaan uji klinis dimulai pada 3 September 2024, dan rekrutmen partisipan secara resmi telah selesai per 16 April 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved