Rabu 24 Februari 2021, 01:00 WIB

Inilah Pemicu Cuaca Ekstrem di Yogyakarta

Mediaindonesia.com | Humaniora
Inilah Pemicu Cuaca Ekstrem di Yogyakarta

ANTARA/ANDREAS FITRI ATMOKO
Ilustrasi: Tugu Yogyakarta.

 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta menyatakan pusat tekanan rendah yang terdeteksi di selatan Nusa Tenggara Timur (NTT) berpotensi memicu cuaca ekstrem di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

"Secara tidak langsung dapat berdampak pada pembentukan potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang," kata Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta Reni Kraningtyas melalui keterangan tertulis di Yogyakarta, Selasa (23/2) malam.

Menurut Reni pusat tekanan rendah (low pressure area/LPA) atau dikenal sebagai potensi bibit siklon di sekitar selatan NTT terdeteksi sejak dua hari terakhir dan berpotensi dapat berkembang menjadi siklon tropis.

Selain itu dapat menimbulkan potensi angin kencang di wilayah perairan dan potensi gelombang tinggi di wilayah laut bagian selatan Jawa. "Labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal, memberikan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah DIY," kata dia.

Berdasarkan kondisi tersebut, BMKG Stasiun Klimatologi Sleman memprakirakan adanya potensi hujan dengan intensitas sedang-lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang di wilayah DIY pada 24 sampai 26 Februari 2021.

Hujan sedang-lebat itu antara lain diperkirakan mengguyur Kabulaten Sleman meliputi Kecamatan Turi, Pakem, Cangkringan, Tempel, Kalasan, Seyegan, Godean, Mlati, Gamping, Depok, Berbah, Sleman, Ngaglik, Ngemplak, Minggir, Moyudan, serta Prambanan.

Selanjutnya, Kulon Progo (Girimulyo, Nanggulan, Samigaluh, Kalibawang, Sentolo, Pengasih, Temon, Wates, Panjatan, Galur, Lendah, dan Kokap).

Kota Yogyakarta (Umbulharjo, Kotagede, Mergangsan, Pakualaman, Gondokusuman, Danurejan, Gondomanan, Kraton, Gedongtengen, Ngampilan, Wirobrajan, Tegalrejo, Jetis, Mantrijeron).

Bantul (Sedayu, Kasihan, Sewon, Pajangan, Bantul, Pleret, Banguntapan, Piyungan, Imogiri, Dlingo, Pundong, Pandak, Bambanglipuro) dan Gunungkidul (Gedangsari, Ngawen, Nglipar, Semin, Patuk, Playen, Paliyan, Panggang, Purwosari, Semanu, Tepus, Semanu, Rongkop, Karangmojo, Wonosari, Tanjungsari, Saptosari, Ponjong, Girisubo).

Oleh sebab itu BMKG Stasiun Klimatologi Sleman, kata dia, menghimbau masyarakat tetap waspada terhadap cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang yang berdampak terjadinya longsor, banjir, banjir bandang di wilayah DIY. "Serta peningkatan gelombang tinggi di perairan selatan DI Yogyakartan," demikian Reni Kraningtyas. (Ant/OL-12)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Presiden Tinjau Vaksinasi Insan Pers

👤Andhika Prasetyo 🕔Kamis 25 Februari 2021, 11:41 WIB
Ia berharap proses vaksinasi dapat berjalan dengan lancar dan memberi perlindungan maksimal. Dengan begitu awak media yang harus bertugas...
MI/Arzia tivany Wargadiredja.

Tiga Latihan Terbaik yang Cocok dalam Kesibukan Kerja

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 25 Februari 2021, 10:20 WIB
Otot-otot yang anda lakukan saat jongkok sama dengan yang anda butuhkan untuk naik dan turun dari toilet, berdiri dari kursi, atau...
DOK BPPT

Alhamdulillah TMC BPPT Sukses Turunkan Hujan di Laut

👤Siswantini Suryandari, Faustinus Nua 🕔Kamis 25 Februari 2021, 10:12 WIB
TMC BPPT berhasil merekayasa  hujan bisa jatuh di wilayah lainnya sebelum mencapai kawasan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya