Rabu 17 Februari 2021, 14:05 WIB

Serahkan Rp443 Juta, Mensos Sambangi Korban Longsor Nganjuk

Suryani Wandari Putri Pertiwi | Humaniora
Serahkan Rp443 Juta, Mensos Sambangi Korban Longsor Nganjuk

Kemensos
Menteri Sosial Tri Rismaharini dan Menko PMK MUhadjir Effendy saat mengunjungi lokasi longsor di Nganjuk.

 

KEMENTERIAN Sosial menerjunkan 55 personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) ke lokasi bencana tanah longsor di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Selain Tagana, dikirimkan juga bala bantuan dari SDM Program Keluarga Harapan (PKH), dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) untuk mempercepat penanganan korban bencana.

Pada Selasa, 16 Februari 2021, Menteri Sosial Tri Rismaharini yang juga hadir di lokasi bencana di Dusun Selopuro, Desa Ngetos, berupaya memastikan masyarakat terdampak bencana mendapatkan bantuan sebagaimana mestinya. "Warga yang menempati lokasi rawan bencana perlu direlokasi. Nanti dikoordinasikan dengan pemerintah Kabupaten Nganjuk,” kata Mensos yang saat itu mendampingi Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy.

Selain menyerahkan uang senilai Rp443.940.300 untuk korban, Mensos menemui para pengungsi di Gedung SDN 3 Ngetos dan menghibur anak-anak dan pengungsi. Mensos juga mengecek kesibukan di dapur umum yang menyiapkan makanan siap saji di Sanggar Senam Salsabila.

Untuk membantu penyintas bencana, Kementerian Sosial menyalurkan bantuan berupa Bantuan Logistik senilai Rp253.940.300, santunan ahli waris untuk 12 jiwa sebesar total Rp180.000.000, dan santunan korban luka 2 orang sebesar Rp10.000.000. Sehingga total bantuan Kemensos sebesar Rp443.940.300.

Di lokasi bencana, pilar-pilar sosial yang diterjunkan Kemensos membantu mendistribusikan bantuan logistik dan penyiapan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan dasar para penyintas. Dari dapur umum, bisa disiapkan makanan siap santap untuk korban banjir dan longsor sebanyak 3 x 1000 bungkus, masing-masing untuk makan pagi, siang dan malam.

Untuk Tagana, Kemensos mengerahkan tenaga dari berbagai daerah sebanyak total 55 personel, yakni Tagana Kabupaten Madiun sebanyak 6 orang, Kabupaten Tuban sebanyak 8, Kabupaten Nganjuk sebanyak 30, Kabupaten Ponorogo sebanyak 5 orang, dan Kabupaten Kediri sebanyak 6 orang. Selain itu ikut terlibat juga dari FK Tagana (Tim Koordinasi Tagana) sebanyak 20 orang.

Tidak hanya itu, Kemensos juga memberikan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) kepada anak-anak terdampak bencana di Posko Pengungsian di SDN Ngetos, oleh Satuan Bakti Pekerjaan Sosial dari Balai Rehabilitasi Sosial Anak Membutuhkan Perlindingan Khusus (BRSAMPK) "Antasena" di Magelang. (H-2)

Baca Juga

Antara/Mohamad Hamzah

Pengawasan Ketat Ternak Impor dan Karantina Hewan Cegah Meluasnya Penyakit Mulut dan Kuku

👤Fetry Wuryasti 🕔Kamis 26 Mei 2022, 22:44 WIB
“Titik-titik pemeriksaan, pengawasan dan karantina untuk sapi impor perlu menjadi fokus pemerintah supaya PMK tidak semakin...
DOK Kemenko PMK

Pemerintah Maksimalkan Perlindungan Bagi Anak dan Penyandang Disabilitas yang Terdampak Pandemi

👤Widhoroso 🕔Kamis 26 Mei 2022, 22:01 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy mengatakan, masa depan anak-anak Indonesia, termasuk mereka yang kehilangan orang tua pada masa Pandemi...
Antara

14,3 Juta Lansia Rampung Divaksinasi

👤Theofilus Ifan Sucipto 🕔Kamis 26 Mei 2022, 21:38 WIB
Jumlah itu setara 66,44 persen dari target 21.553.118...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya