Minggu 14 Februari 2021, 12:50 WIB

Kemenkes Izinkan Vaksinasi Covid-19 untuk Komorbid dan Lansia

Atalya Puspa | Humaniora
Kemenkes Izinkan Vaksinasi Covid-19 untuk Komorbid dan Lansia

Antara
Ilustrasi

 

ORANG dengan penyakit penyerta atau komorbid, ibu menyusui, dan kelompok lanjut usia (lansia) diizinkan mendapatkan suntikan vaksin covid-19 asalkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Hal ini ditegaskan Kementerian Kesehatan RI melalui surat edaran (SE) nomor HK.02.02/I/368/2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 pada Kelompok Sasaran Lansia, Komorbid dan Penyintas Covid-19, serta Sasaran Tunda.

Surat yang ditujukan kepada kepala dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota tersebut menjelaskan skrining vaksinasi bagi kelompok komorbid dan penyakit kronik lainnya dengan ketentuan yang harus dipenuhi.

Kepala dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota seluruh Indonesia diharapkan segera melakukan tindakan korektif yang diperlukan dalam rangka meningkatkan kelancaran pelaksanaan vaksinasi dan percepatan peningkatan cakupan vaksinasi covid-19.

Juru bicara Vaksinasi covid-19, Siti Nadia Tarmizi menjelaskan bahwa surat edaran tersebut didasari pada kajian Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional serta Perhimpunan Dokter Penyakit Dalam (PAPDI) dan Perhimpunan Kardiologi Indonesia (Perki).

"Hasil kajian menyebutkan vaksinasi covid-19 dapat diberikan pada kelompok usia 60 tahun ke atas, ibu menyusui, penyintas covid-19 setelah 3 bulan, dan komorbid. Adapun pelaksanaan pemberian vaksin harus tetap mengikuti petunjuk teknis pelaksanaan vaksinasi covid-19,” jelasnya dalam keterangan resmi, Minggu (14/2).

Bagi kelompok usia 60 tahun ke atas, tambahnya, pemberian vaksinasi diberikan dua dosis dengan interval 28 hari. Selain itu terdapat skrining tambahan bagi sasaran usia > 60 tahun seperti adakah kesulitan untuk naik 10 anak tangga, sering merasa kelelahan, memiliki penyakit komorbid, kesulitan berjalan 100-200 m dan ada penurunan berat badan yang signifikan dalam setahun terakhir.

"Sementara untuk kelompok komorbid, dalam hal ini hipertensi, dapat disuntik vaksin kecuali jika tekanan darahnya di atas 180/110 MmHg. Bagi kelompok komorbid dengan diabetes dapat divaksinasi sepanjang tidak ada kondisi akut, bahkan seorang penyandang kanker dan penyandang penyakit autoimun masih memungkinkan mendapatkan vaksinasi setelah dikonsultasikan kepada dokter yang merawat" papar dr Nadia.

Penyintas covid-19 juga dapat disuntik vaksin jika sudah lebih dari 3 bulan. Sementara, untuk kelompok sasaran tunda akan diberikan informasi agar datang kembali ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk memperoleh vaksinasi covid-19 setelah penyakitnya dapat kondisi terkendali atau telah mendapatkan surat keterangan layak imunisasi dari dokter yang merawatnya. (H-2)

Baca Juga

Dok. Pahamify

Dorong Transformasi Digital, Pahamify-Kemenkominfo Selenggarakan Pelatihan Guru Inspiratif

👤Ghani Nurcahyasdi 🕔Selasa 21 September 2021, 18:03 WIB
Pahamify bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika menyelenggarakan pelatihan bagi para guru untuk menarik minat agar bisa menciptakan...
Antara

Perlu Ada Bab Khusus terkait Hak Korban dalam RUU TPKS

👤Mohamad Farhan Zhuhri 🕔Selasa 21 September 2021, 17:52 WIB
Menurut Komnas Perempuan, bab khusus di dalam RUU TPKS penting untuk memperkuat hak korban. Apalagi, kasus kekerasan seksual di Tanah Air...
Dok partainasdem.id

Syaharuddin Raih Lencana Adhi Bhakti Tani Nelayan Utama

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 21 September 2021, 17:44 WIB
Lencana yang akan diberikan merupakan penghargaan atas pengabdian, kesetiaan dalam mendampingi, memotivasi semangat dan tanggung jawab...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Awas Banjir Mengancam Kota Jakarta

KEKHAWATIRAN selalu menyelimuti sebagian warga Provinsi DKI Jakarta jika musim hujan kembali datang.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya