Selasa 12 Januari 2021, 12:50 WIB

Lapan: Tidak Ada Cuaca Ekstrem saat Jatuhnya Sriwijaya Air SJ-182

Zubaedah Hanum | Humaniora
Lapan: Tidak Ada Cuaca Ekstrem saat Jatuhnya Sriwijaya Air SJ-182

Antara
Pencarian korban pesawat Sriwijaya Air tujuan Pontianak yang jatuh di Kepulauan Seribu, Jakarta.

 

LEMBAGA Antariksa dan Penerbangan Nasional (Lapan) mengatakan tidak ada cuaca ekstrem saat jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak di perairan Kepulauan Seribu.

"Tampak berawan, tetapi tidak ada indikasi kondisi ekstrem," kata Kepala Lapan Thomas Djamaluddin, Selasa (12/1).

Ia membeberkan, berdasarkan pantuan Sadewa (Satellite-based Disaster Early Warning System) Lapan, tidak ada kondisi awan atau hujan ekstrem di titik kejadian.

Perkiraan kondisi atmosfer dari aplikasi Sadewa Lapan menggunakan Satelit Himawari-8 9 (awan tumbuh) dan model WRF (angin dan hujan) menunjukkan di sekitar titik kejadian tidak ada kondisi atmosfer ekstrem.

Thomas mengatakan walau ada proses pembentukan sistem konveksi di sekitar titik kejadian, tetapi tidak ada indikasi kondisi ekstrem.

"Dinamika atmosfer ini mempengaruhi pesawat yang melintas, tetapi belum tentu menjadi penyebab jatuhnya pesawat," ujarnya.

Analisis dinamika atmosfer menunjukkan sistem konveksi skala meso telah terbentuk di atas Lampung dan Laut Jawa di sekitarnya sejak pukul 11.00 WIB pada 9 Januari 2021. Sistem itu kemudian pecah dan berpropagasi ke selatan, yang berasosiasi dengan pertumbuhan sistem konveksi skala meso lain di atas Jawa bagian barat selama rentang waktu 13.00-15.00 WIB.

Pada 9 Januari 2021 pukul 14.40 WIB pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak mengalami hilang kontak di sekitar Pulau Lancang, Kepulauan Seribu. Pesawat itu membawa 50 penumpang dan 12 awak kabin. (Ant/H-2)

 

Baca Juga

MI/Istana Kepresidenan/Agus Suparto

Presiden Divaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Hari ini

👤Andhika Prasetyo 🕔Rabu 27 Januari 2021, 06:47 WIB
Berbeda dengan proses penyuntikan pertama, vaksinasi dosis kedua presiden tidak dilaksanakan bersama-sama dengan tokoh-tokoh...
Dok Kemenag

Menag: Presiden Ingin Pesantren Bisa Mandiri

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 27 Januari 2021, 06:05 WIB
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta dukungan Ketua PBNU Said Aqil Siradj agar bisa mewujudkan pesantren...
ANTARA/Nyoman Budhiana

Hadapi 1 Juta Kasus Covid-19, NasDem Waspadai Kegiatan Wisata

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 27 Januari 2021, 00:08 WIB
Kemenparekraf harus memastikan tempat-tempat wisata mematuhi protokol...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya