Headline
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Kumpulan Berita DPR RI
PADA awal 2021, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan menerbitkan izin darurat penggunaan atau emergency use authorization (EUA) vaksin Sinovac. Saat ini BPOM sedang menunggu hasil penelitian yang dilakukan Brasil soal uji coba tahap akhir vaksin dari perusahaan Tiongkok, yakni CoronaVac.
BPOM juga tengah melengkapi data clinical trial pertama dan kedua vaksin tersebut. "Kemudian juga melengkapi laporan dari hasil clinical trial di Bandung. Sehingga nanti di-compile (gabungkan) oleh Badan POM secara scientific dan kita berharap bulan Januari (2021) emergency use bisa diberikan," ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam akun Youtube BNPB, Kamis (24/12).
Airlangga juga mengatakan, pemerintah sudah memutuskan untuk mengizinkan jenis vaksin covid-19 selain Sinovac yang bakal diberikan kepada masyarakat pada tahun depan. Vaksin tersebut ialah Pfizer-BioNTech, Moderna, dan AstraZeneca.
"(Pemberian) vaksin ini sesuai jadwal yang bisa diberikan ke kami. Vaksinasi ini menjadi prioritas bagi pemerintah dan sekarang kami sedang mempersiapkan detailnya," jelas politikus Golkar itu.
Airlangga mengaku bahwa program vaksinasi di tahun depan menjadi pekerjaan rumah besar yang harus dilaksanakan dengan baik dan terukur. Menurutnya, kehadiran vaksin covid-19 dapat membangkitkan perekonomian nasional.
"Vaksinasi menjadi PR bagi kita dan sekaligus menjadi game changer dalam pemulihan ekonomi yang akan datang," kata Airlangga.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menuturkan, sejalan dengan instruksi Presiden Joko Widodo, tugas pertama yang harus segera dilaksanakan adalah mempersiapkan program vaksinasi covid-19 sebagai salah satu upaya memutus mata rantai penularannya.
"Target jangka pendek, untuk segera dilakukan vaksinasi covid-19," kata Budi, Rabu (23/12). Budi menekankan bahwa rencana vaksinasi harus dilakukan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian serta persiapan matang. (OL-14)
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah kasus campak (measles) pada awal tahun 2026.
Malaria masih menjadi masalah kesehatan global yang kompleks akibat imunitas parsial, pembawa asimtomatik, dan resistensi insektisida.
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved