Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA akan memulai program vaksinasi sebagai salah satu upaya penanganan pandemi covid-19. Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste Satu Kahkonen merekomendasikan tiga hal pada Indonesia terkait program vaksinasi yang akan dijalankan.
Pertama, program vaksinasi itu harus berjalan dengan baik dan tidak serampangan. Hal itu diperlukan agar vaksinasi tidak menjadi bumerang bagi pemerintah Indonesia. Pemerintah diminta untuk tidak tergesa-gesa menyuntikkan vaksin kepada masyarakat.
“Jadi, vaksin harus disuntikkan ke orang pada saat itu dinyatakan efektif. Perlu ada approval dari WHO tentang efektivitas dari vaksin dan juga approval paling tidak badan otorita nasioal, itu dapat memberikan rasa percaya publik,” ujarnya dalam konferensi pers secara daring, Kamis (17/12).
“Risikonya ketika vaksin di roll out secara prematur, ini bisa menjadi bumerang. Misal, bila vaksin tidak aman, itu akan menjadi bola salju dan menjadi bumerang dari program vaksinasi yang dijalankan pemerintah,” sambung Satu.
Satu melanjutkan, sebagai rekomendasi kedua ialah Bank Dunia meminta agar pemerintah dapat memastikan bahwa vaksinasi dapat menjangkau seluruh penduduk Indonesia. Sebab menurutnya, uang bukan masalah dalam vaksinasi. Apalagi Presiden Joko Widodo telah memutuskan untuk memberikan vaksin secara gratis kepada masyarakat.
Tantangan yang mungkin akan dihadapi dalam proses vaksinasi nanti ialah akan menghadapi beberapa orang atau kelompok yang menolak dirinya untuk divaksin. Dalam situasi ini, rasa percaya dan aman harus diberikan pemerintah dalam konteks tersebut. “Itu bisa diakali dengan komunikasi yang baik,” ujarnya.
Tata kelola
Rekomendasi ketiga yakni terkait tata kelola pelaksanaan program vaksinasi harus berjalan dengan baik. Dalam hal ini, Satu tidak meragukan kesiapan Indonesia dalam menjalankan program vaksinasi. Hanya, pemerintah perlu memastikan ketersedian vaksin akan mencukupi kebutuhan, mengingat jumlah penduduk Indonesia yang besar dan tersebar di berbagai pulau.
Bila program vaksinasi berjalan dengan baik, kata Satu, maka pandemi diharapkan dapat dikendalikan dan berdampak pada perbaikan kinerja ekonomi. Kendati demikian, ketidakpastian masih akan terus membayangi selama vaksin itu belum dinyatakan efektif menangkal virus.
Oleh karenanya penerapan protokol kesehatan menjadi mutlak dilakukan hingga efektivitas vaksin benar-benar teruji.
“Vaksin itu memang bukan segala-galanya. Oleh karena itu semua ahli sudah memberikan pernyataan, dalam waktu dekat kita harus tetap menerapkan protokol kesehatan. Seluruh hal ini harus tetap berjalan sampai kita tahu bagaimana efektivitas tersebut,” terang Satu.
Sejauh ini, WHO menilai Indonesia sudah memiliki progres yang luar biasa untuk mengembangkan program vaksinasi. "Kita memberikan banyak dukungan kepada banyak negara dan Indonesia merupakan salah satu negara yang memimpin di kelas menengah,” pungkasnya. (H-2)
Influenza atau yang lebih akrab dikenal sebagai flu sering kali dianggap remeh sebagai gangguan pernapasan biasa.
Daya tular campak cukup tinggi, mirip dengan covid-19. Seseorang yang terinfeksi dapat menularkan virus selama 4 hari sebelum dan sesudah gejala muncul.
Jemaah haji perlu memahami manfaat kesehatan jangka panjang dari vaksinasi, bukan sekadar memenuhinya sebagai syarat administrasi.
Data Kementerian Agama menunjukkan bahwa lebih dari 22% jemaah haji Indonesia pada 2025 merupakan kelompok lansia, dan mayoritas membawa penyakit komorbid.
Orang yang hidup dengan HIV (ODHA) memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi menular seksual (IMS). Selain berdampak langsung pada kesehatan.
Dalam kondisi hujan, tingkat kelembapan tinggi, dan suhu tinggi, melakukan aktivitas fisik di tempat terbuka meningkatkan peluang terserang penyakit.
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved