Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
Menteri Riset dan Teknologi / Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro mengatakan, dibalik dampak pandemi covid-19 yang telah melanda berbagai sektor, pandemi juga telah membuka ruang kolaborasi untuk menciptakan terobosan baru yang inovatif serta dibutuhkan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan bangsa.
"Melalui konsorsium riset dan inovasi covid-19 yang diinisasi oleh Kemenristek/BRIN, saat ini lebih dari 61 produk inovasi karya anak bangsa dalam negeri telah dikembangkan. Mulai dari suplemen imuno modulator, rapid test kit, PCR test kit, G nose, mobile laboratory, BSL 2, ventilator dan telah disalurkan ke masyarakat," ungkapnya dalam Webinar KPCPEN bertajuk Menyiapkan Aset SDM Berkarakter dan Inovatif, Mendukung Kebangkitan Dunia Usaha di Era Pandemi, Sabtu (5/12).
Bambang juga menambahkan vaksin covid-19 dalam negeri, saat ini juga sedang dalam pengembangan yakni vaksin merah putih. Berbagai produk riset dan inovasi tersebut juga merupakan hasil sinergi triple halix antara perguruan tinggi, pemerintah dan industri dalam rangka percepatan penanganan pandemi.
Baca juga: PPNI Catat 2 Ribu Perawat Sembuh dari Covid-19
Pandemi juga dikatakan telah membawa perubahan signifikan terutama dalam kegiatan ekonomi masyarakat. "Ekonomi minim kontak atau less contact economy menjadi solusi untuk mendukung agar aktivitas ekonomi dapat tetap berjalan dengan meminimalisir kontak fisik dan maksimalkan penggunaan platform digital sebagai alternatif hyper konektifitas antar manusia," lanjut Bambang.
Percepatan pemulihan ekonomi nasional juga diupayakan oleh Kemenristek/BRIN melalui berbagai program. Pertama melalui program UMKM berinovasi yang merupakan upaya untuk mewujudkan UMKM 4.0 yakni UMKM yang terpapar dunia digital dan teknologi.
"Bersinergi dengan perguruan tinggi negeri dan swasta, melalui program ini Kemeristek/BRIN memberikan total 29 pendanaan kepada 27 perguruan tinggi yang tersebar di 11 provinsi untuk membantuk sektor UMKM berinovasi di tengah pandemi," sambungnya.
Kedua, program startup inovasi Indonesia, yakni penguatan ekosistem kewirausahaan berbasis teknologi melalui pendanaan dan pendampingan yang kini telah berjumlah 1.307 startup di berbagai sektor.
Ketiga, peningkatan ekonomi desa melalui program desa berinovasi yg merupakan program kolaboratif inisiasi Kemenristek/BRIN bersama Kemendes PDDTT melalui penerapan teknologi dan inovasi untuk menggerakan ekonomi dan mengurangi tingkat kemiskinan desa.
"Langkah tersebut menjadi upaya dalam percepatan penanganan kopid dan pemulihan ekonomi nasional serta membawa optimisme untuk kita semua agar bangkit dan lakulan akselerasi di berbagai bidang," ujar Bambang.
Hingga saat ini, lanjut Bambang, pihaknya berupaya untuk meningkatkan kompetensi riset dan inovasi anak negeri. Hal ini dilakukan agar nantinya Indonesia tidak hanya bangkit, tapi juga menjadi negara ekonomi berbasis teknologi dan keluar dari negara middle incone trap.
"Sehingga nantinya menjadi negara berpenghasilan tinggi sesuai dengan visi Indonesia 2045," pungkasnya. (H-3)
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah kasus campak (measles) pada awal tahun 2026.
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Kemenkes ingatkan potensi penularan campak saat mudik Lebaran. Simak imbauan vaksinasi dan tips cegah penularan campak saat berlibur bersama keluarga!
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Indonesia menyambut baik rencana investasi dan kerja sama jangka panjang SINOVAC, termasuk di bidang riset dan pengembangan vaksin.
Prinsip dasar PHBS sebenarnya bersifat universal dan sederhana, yakni memastikan kebersihan tubuh dari unsur luar.
Cacar api bisa muncul saat imun menurun, terutama usia 50+. Ketahui waktu tepat vaksin herpes zoster (Shingrix), dosis, manfaat, dan siapa yang perlu konsultasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved