Kamis 29 Oktober 2020, 16:36 WIB

Ini Penjelasan Asteroid 2018 VP1 yang Melintas Dekat Bumi

Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora
Ini Penjelasan Asteroid 2018 VP1 yang Melintas Dekat Bumi

AFP
Ilustrasi

 

LEMBAGA Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) melaporkan bahwa pada 2 November 2020 mendatang, Asteroid 2018 VP1 akan melintas di dekat bumi pada pukul 18.33 WIB dengan jarak 0,0028 satuan astronomi atau setara 419 ribu km dengan kecepatan 34.956 km/jam.

Peneliti dari Pusat Sains Antariksa LAPAN Andi Pangerang mengatakan, data ini diperoleh dari Small Body Database Browser (SBDB) Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA.

“Jarak perpotongan orbit minimum dari bumi hanya 8.296 km, sehingga ada potensi objek ini akan bertabrakan dengan bumi,” kata Andi dalam pernyataan tertulis yang dikutip mediaindonesia.com, Kamis (29/10).

Lebih lanjut Andi menjelaskan, berdasarkan data dari Sentry (Earth Impact Monitoring) Center of Near Earth Object Studies (CNEOS) NASA), asteroid ini diperkirakan menabrak bumi dengan waktu lebih awal dibandingkan dengan waktu yang diperkirakan oleh SBDB JPL NASA, yaitu pada 2 November pukul 08.12 WIB.

“Asteroid ini diperkirakan bermassa 16 ton dan dapat melaju dengan kecepatan 52.776 km/jam ketika memasuki atmosfer bumi, sehingga energy yang dihasilkan ketika menghantam bumi setara dengan 419,2 ton dinamit,” jelasnya.

Baca juga : Ivermectin Bisa Jadi Alternatif Pengobatan Pasien Covid-19

Andi menuturkan, Asteroid 2018 VP1 ini memiliki probabilitas jatuh sebesar 0,41% atau 1:244. Dua nilai ini (energy dan probabilitas) dapat diturunkan menjadi skala Palermo, yaitu skala yang menunjukkan potensi bahaya tabrakan dari objek dekat bumi. Semakin positif skala Palermo, semakin besar probabilitas dan energy yang dihasilkan. Sebaliknya, jika semakin negatif skala Palermo, maka semakin kecil pula probabilitas dan energi yang dihasilkan.

“Skala Palermo maksimum untuk asteroid ini bernilai -3,57 yang artinya probabilitas untuk menghantam bumi sangat kecil,” tegasnya.

Kemudian, ada pula skala Torino yang mirip dengan skala Palermo namun lebih sederhana karena tidak melibatkan kerangka waktu terjadinya tabrakan. Rentang skala Torino mulai dari 0-10, 0 bermakna tidak berbahaya, 1 bermakna normal, 2-4 bermakna perlu perhatian astronom, 6-7 bermakna membahayakan, dan 8-10 bermakna pasti akan terjadi tabrakan.

“Skala Torino untuk asteroid ini bernilai nol, yang artinya asteroid akan habis terbakar oleh atmosfer bumi dan tidak menimbulkan kerusakan bagi bumi. Bagi masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak panik dalam menyikapi berita tersebut,” tandasnya.

Asteroid 2018 VP1 sendiri merupakan asteroid yang pertama kali ditemukan pada 3 November 2018 oleh Zwicky Transient Facility yang terletak di Observatorium Palomar, California, Amerika Serikat. Asteroid ini berdiameter 1,8 hingga 3,9 meter dan tergolong sebagai kelompok asteroid Apollo yang mengorbit matahari selama 2 tahun. Kemiringan orbit asteroid ini sebesar 3,24 derajat terhadap ekliptika dan kelonjongan orbit 0,43 atau dua kali lebih lonjong dibandingkan orbit Merkurius. (OL-2)

 

Baca Juga

Sumber: Satgas Penanganan Covid-19/Kemenristek/BRIN/Tim Riset MI-NRC/ Grafis: SENO

Vaksin Merah Putih Diproduksi Awal 2021

👤Faustinus Nua 🕔Jumat 04 Desember 2020, 03:50 WIB
Pemerintah akan melibatkan perusahaan swasta untuk bekerja sama dengan BUMN Biofarma melakukan hilirisasi bibit...
Medcom.id

FKKMK UGM Gandeng Perusahaan Filipina

👤AU/X-11 🕔Jumat 04 Desember 2020, 03:40 WIB
Obat tersebut akan digunakan untuk mengobati pasien yang terpapar virus, termasuk virus Korona, namun bukan...
Dok. KLHK

Kebijakan Berbasis Sains makin Dibutuhkan

👤Atalya Puspa 🕔Jumat 04 Desember 2020, 03:00 WIB
HASIL penelitian harus dapat menjadi bahan masukan kebijakan pemerintah agar berdampak dan memberi manfaat seluas-luasnya untuk kepentingan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya