Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpeluang terjadi di beberapa wilayah perairan Indonesia pada Senin (5/10) hingga Rabu (7/10).
"Pola angin di wilayah Indonesia umumnya dari Tenggara - Barat Daya dengan kecepatan 5 - 25 knot," kata Kepala bidang Humas Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Taufan Maulana dalam keterangannya, Senin (5/10)
Kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan P. Enggano, Selat Sunda bagian selatan, Perairan selatan Banten, Laut Arafuru selatan Merauke dan Perairan selatan P. Yos Sudarso - Merauke.
Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang kisaran 1.25 - 2.50 meter (sedang) berpeluang terjadi di Selat Malaka bagian utara, Perairan utara Sabang, Perairan timur Kep. Simeulue - Kep. Mentawai, Teluk Lampung bagian selatan, Laut Natuna utara, Laut Jawa, Perairan Kep. Kangean, Laut Bali, Selat Lombok bagian utara, Laut Sumbawa, Selat Sape bagian selatan dan Selat Sumba bagian barat, Laut Sawu dan Selat Ombai.
Perairan selatan Flores, Perairan P. Sawu - Kupang - P. Rote, Selat Makassar, Laut Sulawesi, Perairan Bitung - Kep. Sitaro, Perairan Kep. Sangihe - Kep. Talaud, Perairan selatan Sulawesi Utara, Laut Maluku, Samudra Pasifik utara Halmahera dan Papua, Perairan selatan Kep. Banggai - Sula, Laut Banda, Perairan selatan Kep. Tanimbar dan Kep. Aru, Laut Arafuru, Perairan selatan P. Yos Sudarso.
Baca juga : Penanganan Bencana Perlu Sinergi, Koordinasi Penguatan Lintas K/L
Lalu, tinggi gelombang kisaran 2.50 - 4.0 meter (tinggi) berpeluang terjadi di Perairan barat Aceh - Kep. Nias, Samudra Hindia barat Aceh - Kep. Nias, Perairan selatan Bali - P. Sumba, Selat Bali - Lombok - Alas bagian selatan, Samudra Hindia selatan NTT.
Kemudian, tinggi gelombang kisaran 4.0 - 6.0 Meter (sangat tinggi) berpeluang terjadi di Perairan barat Kep. Mentawai, Perairan P. Enggano - Bengkulu, Perairan barat Lampung, Samudra Hindia barat Kep. Mentawai - Lampung, Selat Sunda bagian barat dan selatan, Perairan selatan Jawa, Samudra Hindia selatan Jawa - NTB.
Menurutnya, potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Untuk itu, BMKG selalu mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti perahu nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 Knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m), kapal tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 Knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m)
Kapal ferry (kecepatan angin lebih dari 21 Knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m), dan kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m). "Kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi dimohon agar selalu waspada," pungkasnya. (OL-2)
CUACA buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi mulai melanda perairan Sumba, Nusa Tenggara Timur. Kondisi ini berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran.
Kapal tanker MT Abigail milik Pertamina dilaporkan kandas dan terdampar di kawasan Pantai Panduri, Tuban, setelah dihantam gelombang tinggi dan angin kencang.
Cuaca ekstrem kembali merata berpotensi di 33 daerah di Jawa Tengah Jumat (23/1), selain masih ada air laut pasang (rob), gelombang tinggi.
BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang laut tinggi hingga 4 meter disertai angin kencang dan hujan, sehingga sebagian besar nelayan memilih tidak melaut demi keselamatan.
Gelombang tinggi disertai hujan badai di perairan selatan mencapai 1,25-6 meter dan di perairan utara 1,25-2,5 meter cukup berbahaya terhadap aktivitas pelayaran.
Tinggi gelombang antara 1,25-2,5 meter (sedang) berpeluang terjadi di perairan Laut Sulawesi, perairan utara Sulawesi Utara, dan perairan Kabupaten Minahasa Utara.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan potensi cuaca signifikan masih akan terjadi di berbagai wilayah Indonesia pada Sabtu, 24 Januari 2026.
Selain hujan, angin kencang menyebabkan sejumlah pohon tumbang di beberapa titik.
BMKG: potensi cuaca ekstrem akibat Bibit Siklon Tropis 91S saat ini terpantau aktif di Samudra Hindia barat daya Nusa Tenggara Timur (NTT) dan berpeluang jadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan.
KEPALA BMKG periode 2017-2025 Dwikorita Karnawati menilai langkah pemerintah dalam menangani dan mengendalikan cuaca ekstrem saat ini sudah berada di jalur yang tepat.
BMKG memprakirakan potensi curah hujan dengan intensitas sedang- sangat lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada periode 23 - 29 Januari 2026 di Jawa Barat.
Cuaca ekstrem kembali merata berpotensi di 33 daerah di Jawa Tengah Jumat (23/1), selain masih ada air laut pasang (rob), gelombang tinggi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved