Minggu 27 September 2020, 16:20 WIB

Menko PMK Minta Dokter Utamakan Keselamatan Diri sebelum Pasien

Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora
Menko PMK Minta Dokter Utamakan Keselamatan Diri sebelum Pasien

Dok. Kemenko PMK
Menko PMK Muhadjir Effendi.

 

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meminta para dokter untuk terlebih dahulu menjaga keselamatan diri sendiri sebelum menyelamatkan pasien/orang lain. Sebab menurut Muhadjir, dokter merupakan kelompok yang rentan tertular covid-19, tetapi juga memiliki peran penting dalam penanganan pandemi.

“Saya sangat paham kalau para dokter sekarang yang berada di garis depan menangani covid-19 sampai mungkin lupa untuk keamanan dirnya sendiri karena dituntut oleh tanggung jawab sosial itu. Akan tetapi saya mengingatkan supaya dokter juga betul-betul menjaga keselamatan dirinya yang pertama sebelum menyelamatkan orang lain,” kata Muhadjir dalam Simposium virtual IDI Jawa Barat, Minggu (27/9).

Baca juga: Banyak Klaim, Kayuputih dan Eukaliptus Perlu Diteliti Lebih Lanjut

Muhadjir menuturkan, jika kesehatan dokter sampai terganggu, bahkan meninggal dunia, maka yang mengalami kerugian bukan hanya dokter itu sendiri, tetapi juga berdampak pada masyarakat luas yang kehilangan tenaga kesehatan. Dia pun meminta agar para dokter tidak mengorbankan keselamatannya demi tanggung jawab sosial.

“Kalau sampai para dokter ini teledor atau tidak menyelamatkan dirinya sendiri dulu, maka ongkos atau manfaat yang hilang jauh lebih besar. Pesan saya, jangan atas nama tanggung jawab sosial kemudian para dokter mengorbankan segala-galanya. Itu memang pekerjaan yang sangat mulia, tapi saya yakin kalau dokter pertama-tama menjaga keselamatan dirinya, sama sekali tidak mengurangi tanggung jawab yang mulia itu,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama Ketua Umum PB IDI Daeng M Faqih juga mengingatkan agar pendeteksian dan penanganan kasus dengan 3T (testing, tracing, dan treatment) maupun pencegahan penularan kasus dengan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) dapat terus diterapkan dengan baik di lapangan guna mengurangi penyebaran covid-19. Di samping itu, dokter juga perlu gencar menyosialisasikan masalah vaksin agar mudah diterima oleh masyarakat.

“Supaya kalau vaksin tiba, ditemukan, hasil uji klinisnya dinyatakan baik, aman dan berkhasiat kita bisa meyakinkan masyarakat bahwa vaksin itu adalah harapan bagi kita untuk kita segera menyelesaikan pandemi covid-19,” tandasnya. (H-3)
 

Baca Juga

Antara/Demas Reviyanto

Ada RS Promosikan Vaksin Mandiri, Persi : Sabar, Tunggu Kebijakan 

👤SuryaniWandari Putri Pertiwi 🕔Selasa 19 Januari 2021, 01:38 WIB
Beberapa rumah sakit telah melakukan preorder atau pre-registrasi vaksin virus korona. Hal tersebut nampak dari beberapa postingan di media...
Dok. Pribadi

Santunan Korban Kecelakaan Bukan Bentuk Ganti Rugi

👤Syarief Oebaidillah 🕔Selasa 19 Januari 2021, 00:59 WIB
"Santunan diberikan bukan sebagai ganti nyawa yang hilang, tetapi agar keluarga yang ditinggalkan dapat tetap memenuhi kebutuhan...
Dok. Octa Investasma

Octa Investama Luncurkan Inisiatif Bantu Korban Bencana Alam

👤Syarief Oebaidillah 🕔Selasa 19 Januari 2021, 00:56 WIB
Sebelumnya, , Octa Investama Berjangka juga telah  menyalurkan bantuan kepada 700 keluarga  kurang beruntung di daerah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya