Minggu 27 September 2020, 15:35 WIB

Banyak Klaim, Kayuputih dan Eukaliptus Perlu Diteliti Lebih Lanjut

Suryani Wandari Putri Pertiwi | Humaniora
Banyak Klaim, Kayuputih dan Eukaliptus Perlu Diteliti Lebih Lanjut

ANTARA/SENO
Petugas mengecek pohon Eucalyptus deglupta di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus di Desa Sumberwringin, Bondowoso, Jumat (18/9).

 

Indonesia sempat digegerkan oleh kabar kayu putih dan eukaliptus yang dapat membunuh virus, bahkan Kementerian Pertanian (Kementan) pun memproduksi kalung antivirus dari bahan eucalyptus yang bisa diklaim bisa membunuh virus dalam 15 menit.

Nyatanya menurut Dosen Herbal Fakutas Farmasi Universitas Indonesia Fadlina Chany Saputri, selama ini penelitian mengenai kayuputih maupun eukaliptus baru ada pada tahap awal atau docking yang merupakan salah satu metode yang dapat memprediksi interaksi antarmolekul, sehingga perlu penelitian lebih lanjut lagi.

"Jadi memang baru sampai docking sehingga kita hanya mengatakan ini hanya berpotensi saja. Jadi jangan karena adanya informasi ini jadi beramai-ramai itu kita tidak bisa mempertanggungjawabkannya secara ilmiah," kata Fadlina dalam  webinar yang digelar Fakultas Farmasi UI, Minggu (27/9).

Baca juga: Pemerhati Pendidikan: Pelajaran Sejarah dan Budaya Sumber Moral

Secara umum cajuputi atau kayuputih berbeda dengan eukaliptus. Eukaliptus termasuk dalam genus Eucalyptus, sedangkan kayu putih termasuk dalam genus Melaleuca. Namun demikian, kedua genus tersebut berasal dari famili yang sama, yaitu Myrtaceae. Sebagian besar pengobatan tradisonal digunakan untuk influensa, flu, batuk, kram perut dan sebagainya menggunakan esensial oil dari daun dan kulit batang serta menggunakan kulita batangnya pula sebagai ekstrak.

Ia melanjutkan, secara docking dari 70 komponen esensial oil diperoleh ada 3 ranking teratas yang cukup kuat efek penghambatan pada covid-19 yakni terpineol, guaiol dan linalool.

Secara in vitro pharmatological study, kayuputih ini menunjukan antimicrobial dan antioksidan, anticancer dan antiinflammantory. Sementara pada in vitro antimicrobial activity sebagai antibakteri, antijamur dan antivirus.

Namun tetap saja, kata dia, penelitian in vitro pharmatologi ini perlu dilanjutkan pula dengan in vitro secra eksperimental menggunakan sel target yang diestimasikan di docking tersebut.

Pada kayu putih, peneliti membagi penggunaannya menjadi dua yakni oral atau diminum dan tropikal. Pada riwayatnya pengalaman empiris pada pengobatan tradisional, masyarakat indonesia yang memanfaat daun kayu putih untuk demam dan batuk pilek. "Bisa digunakan 12 gram daun kayu putih segar dan 2 gelas air yang direbut hingga tersisa satu gelas air lalu diminum," kata  Ketua umum perkumpulan dokter pengembang obat tradisional dan jamu indonesia (PDPOTJI) Inggrid Tania.

Sementara itu, Inggrit tidak menganjurkan untuk meminum minyak kayu putih, bahkan dilarutkan dalam air sekalipun. "Walaupun ada riwayat pengalaman empiris yang menyebutkan bahwa satu dua tetas atau makismal sampai 10 tetas itu bisa dilarutkan didalam air minum, tapi tidak dianjurkan untuk diminum," ujarnya.

Alasannya, menurut Inggrit, produk minyak kayu putih di pasaran bukan minyak kayuputih murni, namun ada beberapa campuran kandungan lain seperti kerosin atau minyak lemak, juga bisa adulterasi dengan melaleuca symphocarpa.

Sementara itu pada penggunaan tropikal, penelitian menunjukan adanya sifat irritan dan muncul respons alergi. 

Sedangkan eukaliptus yang berasal dari Australia yang juga merupakan makanan koala, memiliki fungsi untuk menyembuhkan infeksi pernafasan dan juga pada kulit.

Menurut Inggit, terdapat 4 jenis eucalyptus yang paling banyak digunakan yakni eucalyptus globulus, raidata, citrioda dan dives. Infeksi saluran pernafasn bisa pakai ecaluptus globus dan radiata, sedangkan jika jamur kulit memakai citriodora.

Pada ecalyptus globulus, riwayat pengalaman empiris pada pengobatan tradisional bisa bermacam-macam, misalnya infusa atau dekokta daunnya dipakai eksternal untuk mandi, losio atau enema seperti cacar, asma bronkitis, tonsilitis.

"Uap rebusannya daun kering diinhalasi untuk asma, batuk, flu. Bia juga diminum sebagai obat malaria hingga kalau daunnya dimemarkan bisa sdipakai sebagai obat luka abses," katanya.

Namun, Inggit meneruskan eucalyptus sangat tidak dianjurkan dipakai oleh ibu hamil atau ibu menyusui, berbeda dengan kayu putih yang masih aman digunkan oleh ibu hamil dan meyusui. Bahkan laporan toksisitas minyak eucalyptus di Australia cukup banyak , terutama pada anak-anak.

"Toksik jika diminum dan zat toksik bisa diabsorpsi secara transdermal," kata Inggrit.

Ia menambahkan potensi kayu putih dan eucalyptus ini lebih realistis jika keduanya diklaim sebagai antiinflamasi karena untuk ini bisa dapat langsung melakukan uji klinik covid-19 dengan menilai efikasi dalam mengurangi gejala dan tanda inflamasi dalam sistem pernafasan.

Tetapi jika klaim sebagai anti virus covid-19, hal ini perlu waktu bertahun-tahun dan masih perlu uji in vitro dan invivo pada hewan coba terhadap virus covid-19.

"Jadi penggunaan esensial secara oral atau ditelan kemungkinan besar dapat menyebabkan toxic tapi memang secara peneltian klinikal datanya belum mencukupi sehingga disarankan menelitinya lebih lanjut bisa menggunakan hewan yang berbeda atau hewan yang sensitif, kebetulan menggunaan tikus dan dari hasil penelitian ini memang menunjukan adanya efek toxic," kata Fadlina. Jika hasilnya bagus, bisa dilanjutkan dengan uji klinik. (H-3)

Baca Juga

Dok. UBL

Wisuda UBL Dihadiri mantan Wapres dan Duta Besar Secara Virtual

👤Syarief Oebaidillah 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 01:51 WIB
Wisuda ini dilaksanakan secara bertahap selama tiga hari pada 19-21 Oktober 2020 di Gedung Grha Mahardika Bujana (Auditorium) kampus.UBL...
ANTARA

IPB University akan Anugerahi Doni Monardo Doktor Honoris Causa

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 01:50 WIB
Penganugerahan gelar Doktor Kehormatan tersebut diputuskan dalam Rapat Pleno Senat Akademik (SA) IPB University pada Selasa...
DOk. UT

UT Gelar RTM Perkuat Sistem Pembelajaran Berbasis IT

👤Syarief Oebaidillah 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 01:48 WIB
Pada t2019 RTM difokuskan dalam bidang Manajemen Pembelajaran Jarak Jauh (MPJJ), maka tahun ini RTM berfokus pada bidang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya