Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
UNICEF melakukan survei terkait kondisi siswa yang belajar dari rumah selama pandemi covid-19. Survei berlangsung 18-29 Mei 2020 dan 5-8 Juni 2020, yang menyasar lebih dari 4.000 siswa di 34 provinsi.
Adapun survei dilakukan melalui kanal U-Report yang terdiri dari SMS, WhatsApp dan Facebook Messenger. Peserta ditanyai serangkaian hal tentang upaya yang dilakukan dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ). Serta, perasaan siswa terhadap rencana pembukaan kembali sekolah.
Diketahui, pemerintah memerintahkan penutupan sekolah akibat pandemi covid-19. Kebijakan itu berdampak pada sekitar 60 juta siswa di seluruh negeri.
Baca juga: KPAI: Banyak Anak Alami Kekerasan Fisik dan Psikis Saat Pandemi
Hasil survei menunjukkan siswa sangat ingin kembali ke sekolah. Rinciannya, 66% responden menyatakan tidak nyaman belajar dari rumah. Mayoritas atau 87% mengatakan ingin segera kembali ke sekolah.
Namun, saat ditanyai tentang kembali ke sekolah saat pandemi, sebagian responden meyakini lebih baik sekolah dibuka setelah kasus covid-19 melandai. Sekitar 88% menyatakan bersedia memakai masker di sekolah dan 90% memahami pentingnya jarak fisik, jika melanjutkan pembelajaran di kelas.
Disinggung tantangan utama saat belajar dari rumah, sekitar 38% siswa kekurangan bimbingan dari guru. Adapun 35% responden menyebut akses internet yang buruk. Jika PJJ berlanjut, sekitar 62% menekankan perlunya bantuan kuota internet.
Baca juga: Hari Ini, Kasus Covid-19 Bertambah 4.494 Orang
"Ketika Indonesia mulai mengurangi pembatasan, sangat penting untuk memprioritaskan pembelajaran anak-anak, baik di sekolah maupun jarak jauh," papar Perwakilan UNICEF Debora Comini.
Lebih lanjut, Debora mengatakan anak-anak yang paling rentan terpukul akibat penutupan sekolah. “Kita tahu dari krisis sebelumnya, bahwa semakin lama mereka tidak bersekolah, semakin kecil kemungkinan mereka untuk kembali,” imbuhnya.
UNICEF dikatakannya mendukung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk memberikan pembelajaran yang berkualitas. Itu dengan memastikan kesehatan dan keselamatan anak. Lembaga internasional itu pun mendukung penyediaan panduan tentang belajar dari rumah.(OL-11)
Melihat ancaman besar terhadap keberlanjutan layanan kesehatan dasar, dr. Harmeni mendirikan Symptomedic, platform telemedisin dan layanan pengantaran obat.
ANCAMAN kesehatan global kembali muncul dari Tiongkok. Setelah virus corona yang menyebabkan pandemi covid-19, kali ini virus baru influenza D (IDV) ditemukan.
Sengketa gaji Cristiano Ronaldo dengan Juventus terkait penundaan pembayaran saat pandemi covid-19 masih berlanjut. Putusan arbitrase dijadwalkan 12 Januari 2026.
Teknologi vaksin mRNA, yang pernah menyelamatkan dunia dari pandemi covid-19, kini menghadapi ancaman.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Studi Nature Communications ungkap pandemi Covid-19 mempercepat penuaan otak rata-rata 5,5 bulan, meski tanpa infeksi. Siapa yang paling terdampak?
“Dalam situasi seperti ini, keselamatan adalah prioritas utama. Kewajiban kita memastikan seluruh masyarakat berada dalam kondisi aman,”
P2G minta kemdikdasmen dan kemenag melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) di 3 Provinsi dan 20 Kota
KEPALA BGN Dadan Hindayana mengungkapkan mekanisme pemberian Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada siswa akan berlangsung seperti libur sekolah saat dilaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)
Dinas pendidikan di daerah juga diminta melakukan pemetaan dan identifikasi kondisi atas keberadaan dan akses satuan pendidikan pada wilayah kewenangan.
Pramono mengatakan, sebanyak 2.439 sekolah masih melakukan pembelajaran tatap muka dan 346 sekolah lainnya melakukan hybrid.
KEMENDIKDASMEN menyebut seluruh dinas pendidikan provinsi di Indonesia menyatakan kesiapannya dalam pelaksanaan program pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved