Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tengah pandemi covid-19, ada kekhawatiran para ibu menyusui kalau bayi mereka terinfeksi SARS-CoV-2 saat diberi ASI. Demi mencegah bayi terkena penyakit yang
salah satu gejalanya demam itu, perlukah ibu mencuci payudara mereka sebelum memberi ASI?
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), jika ibu positif covid-19 lalu batuk atau bersin dan mengenai payudara atau dadanya, dia perlu mencuci payudaranya
menggunakan sabun dan air hangat selama 20 detik sebelum menyusui.
Saat ini belum ada data yang bisa menyimpulkan transmisi vertikal covid-19 melalui menyusui. Namun, dari segi kebersihan diri ibunya dan sekitarnya perlu diperhatikan.
“Selalu mencuci tangan menggunakan sabun atau cairan pembersih tangan berbasis alkohol sebelum menyentuh bayi. Lalu, gunakan masker saat menyusui,” kata
dokter Siti Rosidah yang berpraktik di RSUD Koja, Jakarta Utara, Sabtu (8/8).
Pada ibu yang positif covid-19, ujar Siti, disarankan mengenakan masker medis, jangan lupa menggantinya segera saat masker lembap serta tidak menyentuh bagian
depan masker.
“Cuci tangan dengan antiseptik (sabun antiseptik) atau sabun handrub berbasis alkohol 70%. Ibunya dalam keadaan bersih artinya harus mandi setiap hari,” tutur Siti.
Siti menegaskan, ASI wajib diberikan pada bayi 0 hari sampai dengan kurang dari satu tahun karena kandungan gizi pada ASI itu terdapat antibodi melawan infeksi.
Pada 2017, diketahui baru separuh bayi usia di bawah 6 bulan yang mendapatkan ASI eksklusif. Dirjen Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Kirana Pritasari menyebutkan, angka itu diharapkan naik karena para ibu bisa lebih fokus menyusui anaknya saat pandemi ini.
“Pemerintah memiliki target agar ASI eksklusif dapat diberikan kepada sebanyak 60% bayi pada 2024,” ujar Kirana dalam telekonferensi mengenai Pekan Menyusui Sedunia di
Jakarta, kemarin. (Ant/H-2)
Thomas Djiwandono mengusulkan agar pemerintah dan bank sentral meninggalkan skema burden sharing yang diterapkan pada masa pandemi covid-19.
Melihat ancaman besar terhadap keberlanjutan layanan kesehatan dasar, dr. Harmeni mendirikan Symptomedic, platform telemedisin dan layanan pengantaran obat.
ANCAMAN kesehatan global kembali muncul dari Tiongkok. Setelah virus corona yang menyebabkan pandemi covid-19, kali ini virus baru influenza D (IDV) ditemukan.
Sengketa gaji Cristiano Ronaldo dengan Juventus terkait penundaan pembayaran saat pandemi covid-19 masih berlanjut. Putusan arbitrase dijadwalkan 12 Januari 2026.
Teknologi vaksin mRNA, yang pernah menyelamatkan dunia dari pandemi covid-19, kini menghadapi ancaman.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Kondisi ini disebut pitties dan merupakan fenomena adanya benjolan pada ketiak yang muncul ketika jaringan payudara berisi ASI mengalami pembengkakan.
Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa ibu menyusui antara 12 dan 24 bulan memiliki risiko relatif stabil untuk penyakit kardiovaskular.
Karena hormon oksitosin berpengaruh terhadap produksi ASI, ibu perlu merasa nyaman, diterima, dan didukung secara emosional, terutama pada masa menyusui.
Faktor bioaktif dalam ASI itu bukan nilai nutrisi, bukan lemaknya, bukan proteinnya, tapi faktor yang dapat membantu kematangan usus dan sel-sel kekebalan.
Penggunaan ASI booster itu tetap harus ada indikasi medis.
Menyusui adalah salah satu solusi alami yang ramah lingkungan, karena mengurangi ketergantungan terhadap susu formula dan juga kemasan plastik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved