Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
KONSULTAN Gizi Anak lulusan Universitas Indonesia Klara Yuliarti menjelaskan bahwa dalam air susu ibu (ASI) terdapat faktor bioaktif yang berkhasiat untuk membantu kematangan usus dan meningkatkan kekebalan bayi.
Menurutnya, faktor bioaktif ini tidak dimiliki oleh susu sapi, susu kambing, atau susu formula sehingga hal tersebut menjadi salah satu kelebihan pemberian ASI kepada anak dibandingkan susu formula.
"Faktor bioaktif itu bukan nilai nutrisi, bukan lemaknya, bukan proteinnya, tapi faktor yang dapat membantu kematangan usus dan sel-sel
kekebalan," kata Klara, dikutip Kamis (7/8).
Ia menambahkan, faktor bioaktif dalam ASI, seperti prebiotik dan probiotik, berperan penting dalam membantu sistem pencernaan bayi yang
belum matang.
Misalnya, pada bayi yang mudah gumoh atau kembung, hal itu sering kali disebabkan karena usus mereka belum siap menerima makanan. Di sinilah ASI memiliki peran krusial dalam mematangkan sistem pencernaannya.
"Jadi tidak perlu beli suplemen mahal karena suplemen-suplemen probiotik di ASI itu sudah ada, prebiotik dan probiotik," ujar dokter
yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) itu.
Dengan asupan nutrisi yang terkandung dalam ASI, maka pertumbuhan bayi bisa berjalan optimal dan tidak mudah terserang penyakit.
Lebih lanjut, Klara menjelaskan bahwa keberhasilan menyusui dalam dunia medis diukur dari pertumbuhan bayi, terutama kenaikan berat badan.
Namun, di luar itu, manfaat menyusui sangat luas karena tidak hanya membentuk kekebalan dan mendukung kematangan usus, tapi juga memperkuat ikatan emosional antara ibu dan anak.
"Bayi itu sudah bisa mendengar sejak dari dalam kandungan. Jadi suara ibu, lagu, semua bahasa kasih sayang, itu semua stimulus untuk otak
bayi agar berkembang sehingga investasi itu tidak bisa dinilai. Itu adalah investasi kecerdasan," ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa jika dihitung secara menyeluruh, menyusui dengan ASI jauh lebih hemat dibandingkan susu formula. Pasalnya, susu formula membutuhkan botol, dot, dan biaya pembelian susu yang tidak murah.
"Tidak akan mungkin dengan ASI akan menjadi lebih mahal dibanding susu formula. Contohnya alat pompa ASI dibeli satu kali bahkan bisa untuk adik kakaknya," pungkas Klara. (Ant/Z-1)
Jika seorang ibu menyusui merasa mampu dan kondisi kesehatan diri serta bayinya tetap terjaga, ia tetap diperbolehkan berpuasa.
Studi ilmiah menemukan menyusui lebih dari tiga bulan dapat membantu menurunkan risiko asma pada anak melalui pengaruh positif terhadap mikrobioma dan perkembangan sistem imun.
Untuk mencegah penurunan volume ASI akibat dehidrasi, ibu menyusui diingatkan untuk memenuhi target konsumsi cairan sebesar 2,5 hingga 3 liter.
Ustadz Maulana menekankan pentingnya menyusui sebagai bentuk penghormatan yang luar biasa bagi ibu, sebagaimana tercantum dalam QS. Al-Baqarah: 233.
Kondisi ini disebut pitties dan merupakan fenomena adanya benjolan pada ketiak yang muncul ketika jaringan payudara berisi ASI mengalami pembengkakan.
Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa ibu menyusui antara 12 dan 24 bulan memiliki risiko relatif stabil untuk penyakit kardiovaskular.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved