Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
STEVE Krecik, pria berkebangsaan Amerika Serikat yang melakukan perjalanan ke Bali, Indonesia, ini mengagumi pelayanan dan penanganan covid-19 yang ada di Bumi Pertiwi.
Hal tersebut ia tuangkan dalam unggahan status di lama facebook pribadinya. Steve menceritakan bagaimana perlakuan yang didapat saat dia mendarat di Jakarta dan ketika berada di bandara O'Hare, Chicago, Amerika Serikat, lima pekan lalu.
"Tidak ada yang peduli dengan kesehatan kami atau siapa pun. Beberapa orang malah bepergian dengan tidak mengenakan masker," tulis Steve pada Selasa (4/8).
Ia menyebut adanya kekacauan akibat teori konspirasi yang dipolitisasi dan pada akhirnya membodohi.
Baca juga: Bandara Ngurah Rai Siapkan Layanan Rapid Test untuk Penumpang
Namun hal yang didapat di AS berbeda dengan yang ia alami ketika sampai di Bandara Soekarno-Hatta pada Jumat (31/7) lalu yang bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha. Ia mendapat pelayanan ramah saat menjalani serangkaian protokol kesehatan.
"Suhu tubuh kami diperiksa, mengisi formulir dan kami dibawa dengan bus ke fasilitas yang disediakan pemerintah. Dibawa ke apartemen dengan fasilitas dua kamar tidur kecil di lantai 13, lalu diberi makanan ringan dan handuk segar," tutur Steve.
Hari berikutnya, ujar Steve, ia menjalani tes PCR dan menunggu hasilnya selama tiga hari, tiga malam. Selama itu pula, dirinya diberi makan sebanyak tiga kali sehari lengkap dengan buah dan makanan ringan. Selama tinggal di apartemen itu pun, ia mengaku mendapat penjagaan oleh pihak militer.
"Catat, setiap tes, setiap transportasi, setiap makanan semuan diberikan secara gratis. Petugas pun melayani dengan ramah dan menyenangkan, kontras sekali dengan yang terjadi di bandara O'Hare," imbuhnya.
Indonesia, lanjut Steve, merupakan negara berkembang dan luas namun mampu memiliki penanganan covid-19 dengan program berbasis ilmiah untuk membatasi jumlah kasus per harinya.
"Mereka (Indonesia) berusaha keras, sementara kita kalah dalam perjuangan ini. God bless Indonesia and God Help America," tutupnya.(OL-5)
BALAI Besar Karantina Kesehatan (BBKK) Surabaya memperketat pintu masuk bandara dan pelabuhan untuk mengantisipasi agar virus Nipah tidak masuk wilayah Jawa Timur.
Negara-negara seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura telah lebih dulu memperketat pengawasan di pintu masuk wilayah mereka untuk mencegah masuknya virus Nipah.
Kemenkes mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.02/C/445/2026 tentang Kewaspadaan Terhadap Penyakit Virus Nipah di bandara
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan alasan rencana pembukaan layanan Transjabodetabek rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta,.
Selama 2025, Bandara Internasional Juanda melayani total 43 rute penerbangan. Terdiri dari 32 rute domestik dan 11 rute internasional.
Masa Nataru sebagai periode operasional krusial yang menuntut koordinasi lintas entitas.
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved