Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SAAT ini jumlah kasus penyakit jantung dan hipertensi semakin mengkhawatirkan di Indonesia. Menurut data Kemenkes RI, penyakit hipertensi, jantung dan diabetes termasuk tiga penyakit tidak menular teratas di Indonesia, dengan penyakit jantung menjadi penyebab utama kematian.
Demikian paparan Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Pendiri Komunitas Sobat Diabet, dr Rudy Kurniawan, Sp.PD dalam Festival Komunitas Momcredible 2020: The Smart, Healthy and Dependable Moms’dengansesi talkshow edukatif Minggu (1/8).
Baca juga: Daging Merah dan Olahan Tingkatkan Penyakit Jantung
Adapun hipertensi, lanjut Rudy, dikenal sebagai silent killer (pembunuh diam-diam) karena sering timbul tanpa gejala. Hipertensi yang tidak terkontrol juga berkaitan dengan kasus kematian dini serta berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung, stroke, gangguan ginjal dan gangguan penglihatan. Estimasi jumlah kasus hipertensi di Indonesia mencapai 63,3 juta orang atau hampir 1/4 penduduk Indonesia mengidap hipertensi.
"Penyebabnya adalah gaya hidup tidak sehat, termasuk konsumsi gula, garam dan lemak yang berlebihan dalam jangka panjang," kata Rudy.
Untuk itu, kata dia, kita harus menjaga gaya hidup sehat serta mencegah penyakit jantung dan hipertensi. Salah satunya dengan membatasi asupan GGL (gula, garam dan lemak) harian dalam sajian makanan di rumah. Sesuai anjuran Kementerian Kesehatan RI, jumlah Batasan GGL harian adalah gula sebanyak 50 gram/hari (setara 4 sendok makan), garam sebanyak 5 gram/hari(setara 1 sendok teh), serta lemak/minyak sebesar 67 gram/hari (setara 5 sendok makan).
"Selain itu juga, perlu didukung dengan pola makan yang sehat, mengacu pada pedoman gizi seimbang dan sesuai porsi piring makanku. Selain itu, tidak lupa olahraga teratur minimal 30 menit setiap haridan istirahat cukup,” tambah dr. Rudy.
Berangkat dari situlah, Tropicana Slim meluncurkan dua varian produk terbaru, yaitu Tropicana Slim Sunflower Oil yang mengandung 100% minyak biji bunga matahari yang tinggi vitamin Eserta Tropicana Slim Kecap Asin yang lebih rendah garam sebagai pilihan alternatif minyak dan kecap asin yang lebih baik bagi keluarga Indonesia. Diungkapkan Associate Brand Manager Tropicana Slim, Annice Manthovani, sebagai brand yang sudah hampir berusia 50 tahun, mereka merasa punya kewajiban untuk membantu keluarga Indonesia mewujudkan pola hidup sehat.
“Tropicana Slim Sunflower Oil mengandung 100% minyak biji bunga matahari yang tinggi vitamin E, sehingga baik sebagai minyak pilihan untuk mewujudkan pola hidup sehat. Sementara itu, Tropicana Slim Kecap Asin diformulasi khusus lebih rendah garam dengan kandungan garam hanya 30% dari kecap asin biasa lainnya, sehingga menjadi alternatif lebih baik untuk yang memiliki hipertensi dan ingin menikmati rasa gurih tanpa kuatir asupan garam berlebih. Kedua varian produk terbaru ini sekaligus melengkapi rangkaian produk Tropicana Slim bercita rasa tinggi, sehingga ibu dan keluarga Indonesia memiliki makin banyak pilihan yang lebih sehat untuk memasak bagi keluarganya di rumah,” papar Annice.
“Pada sesi Festival Komunitas Momcredible 2020 ini, kami juga membagikan beberapa tips menyajikan masakan secara lebih sehat, praktis dan nikmat untuk keluarga Indonesia. Misalnya, dengan mengganti cara memasak digoreng (deep fried) dengan ditumis, pan-fried, panggang, bakar, direbus maupun dikukus, serta menggunakan minyak pilihan seperti minyak biji bunga matahari. Selain itu, kami juga mengajak para peserta untuk mengurangi garam pada masakan dan mengurangi produk olahan serta menggantinya dengan bumbu masakan rendah garam seperti rempah-rempah, bawang putih dan jamur-jamuran,” tambah Annice.
Annice menjelaskan hasil penelitian dari American Heart Association’s ScientificSessions (2015) dan International Journal of Behavioral Nutrition and Physical Activity (2017) menunjukkan bahwa lebih sering mengonsumsi masakan di rumah memiliki beberapa manfaat bagi kesehatan keluarga dibandingkan memesan makanan dari luar. Manfaat tersebut mencakup kualitas diet yang lebih baik (termasuk dengan mengonsumsi buah dan sayur yang lebih tinggi), risiko kegemukan yang lebih rendah, serta risiko kebihan lemak tubuh lebih rendah sehingga dapat membantu keluarga terhindar dari risiko berbagai penyakit, seperti hipertensi dan penyakit jantung.
"Dengan memasak di rumah, kita dapat memilih bahan masakan yang lebih sehat, porsi yang sesuai, serta cara memasak yang lebih sehat," ujarnya. (Ant/A-1)
Studi global mengungkap ketidakcocokan hasil tes kreatinin dan sistatin C bisa menjadi sinyal bahaya gagal ginjal hingga kematian.
Pedoman diet terbaru AS memicu perdebatan sengit. Ahli kardiologi peringatkan risiko lemak jenuh dan daging merah dalam piramida makanan "terbalik" Trump.
Peningkatan risiko penyakit jantung koroner pada golongan darah non-O diduga berkaitan dengan kadar faktor pembekuan darah dan penanda inflamasi yang lebih tinggi.
Nyeri leher tak selalu akibat salah tidur. Dalam kondisi tertentu, sakit leher bisa menjadi gejala serangan jantung. Kenali tanda dan risikonya.
Pola makan berperan besar dalam kesehatan jantung. Kenali 5 jenis makanan tinggi garam, gula, dan lemak yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan sebaiknya dihindari.
Studi terbaru mengungkap tingkat obesitas di AS melonjak drastis hingga 70% setelah standar pengukuran baru yang menggabungkan BMI dengan lingkar pinggang diterapkan.
Peningkatan risiko penyakit jantung koroner pada golongan darah non-O diduga berkaitan dengan kadar faktor pembekuan darah dan penanda inflamasi yang lebih tinggi.
Nyeri leher tak selalu akibat salah tidur. Dalam kondisi tertentu, sakit leher bisa menjadi gejala serangan jantung. Kenali tanda dan risikonya.
Tes darah baru mampu mendeteksi risiko komplikasi mematikan pada pasien hypertrophic cardiomyopathy (HCM). Terobosan besar bagi jutaan pengidap jantung genetik.
Peradangan kronis pada gigi dan gusi bukan sekadar rasa nyeri, melainkan proses biologis yang memengaruhi pembuluh darah.
Para pelari disarankan agar rutin mendeteksi masalah jantung, seperti keberadaan plak, sedini mungkin.
LDL, yang dikenal sebagai kolesterol jahat, merupakan faktor utama penyakit kardiovaskular.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved