Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Ini Strategi Satgas Penanganan Covid-19 untuk Lindungi Anak

Ferdian Ananda Majni
24/7/2020 12:07
Ini Strategi Satgas Penanganan Covid-19 untuk Lindungi Anak
Ilustrasi: Anak bermain(ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

PENULARAN covid-19 tak pandang kelompok umur, anak-anak merupakan salah satu yang rentan terhadap paparan penyakit yang disebabkan virus SARS-CoV-2.

Karena itu, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Unicef Indonesia menginformasikan strategi 3x3 untuk melindungi anak Indonesia di tengah pandemi.

Duta Adaptasi Kebiasaan Baru Dokter Reisa Broto Asmoro mengatakan, anak-anak adalah masa depan bagi Indonesia. Sehingga harus dipastikan secara benar jika anak terlindungi selama pandemi.

Dokter Reisa memaparkan langkah 3x3 yang ditujukan untuk melindungi anak. Langkah pertama, dukung keluarga memenuhi kebutuhan gizi anak. Sosialisasikan panduan dan sediakan sarana pelayanan gizi esensial berkelanjutan untuk remaja, perempuan usia subur, ibu hamil dan menyusui serta balita. 

Ia mencontohkan, penerapan langkah pertama tersebut bisa berupa pengawasan dan dukungan pertumbuhan, pemberian suplemen nutrien mikro, konseling gizi untuk ibu, konseling pemberian makan untuk bayi dan balita, pembagian biskuit tinggi energi dan penapisan serta perawatan untuk kasus kurus parah atau severe wasting.

Kedua, dukung anak agar tetap belajar. Reisa menyarankan untuk memperluas pilihan metode belajar dari rumah agar tersedia metode yang minim atau tanpa teknologi, awasi pembelajaran dan partisipasi murid melalui platform daring. 

“Ke depankan prinsip 'lebih sedikit namun berkualitas' dengan fokus mengajarkan keterampilan dan pengetahuan paling esensial dalam situasi keterbatasan sumber daya, dan berikan dukungan pada guru terkait pengajaran jarak jauh,” ujar Reisa di Media Center Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Jakarta, Kamis (23/7).

Ketiga, lindungi anak dari kekerasan, eksploitasi dan pelecehan. Perlindungan ini bertujuan untuk memberikan dukungan kesehatan jiwa dan psikososial kepada anak yang rentan. 

“Rumuskan strategi untuk menjawab risiko kekerasan berbasis gender dan kekerasan terhadap anak, termasuk pemetaan layanan, penyediaan panduan rujukan, perluasan mekanisme pelaporan dan respons,” imbuhnya.

Baca juga: Presiden: Anak-anak Terus Rajin Belajar, Ya

Selanjutnya, pastikan pekerja sosial dapat bekerja dengan aman menggunakan alat pelindung agar pelayanan dan manajemen kasus bisa terus diselenggarakan untuk kelompok yang paling rentan.

Di tengah pandemi yang masih berlangsung, Reisa mengingatkan para wali untuk memastikan anak-anak memahami adaptasi kebiasaan baru melawan pandemi. 

Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan tiga hal agar anak-anak terhindar dari covid-19. Pertama, menjaga jarak aman sekitar 1 hingga 2 meter. Kedua, mengajari mereka menggunakan masker dengan benar dan membiasakan wajib bermasker di ruang publik. Ketiga, sering-sering menyontohkan kepada anak untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. 

Tiga pesan terakhir, lanjut Dokter Reisa, keluarga harus melindungi anak-anak dengan menjaga stamina, makan makanan bergizi dan tetap ceria, hangat di dalam keluarga.

“Jangan lupa untuk bahagia. Harta yang paling berharga adalah keluarga, istana yang paling indah adalah keluarga, puisi yang paling bermakna adalah keluarga, mutiara tiada tara adalah keluarga,” pungkas Dokter Reisa sembari menyelipkan lirik lagu Keluarga Cemara.(OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya