Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Informasi Geospasial (BIG) mengingatkan adanya potensi banjir bandang susulan di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, setelah kejadian pada Senin (13/7) yang menewaskan 36 warga. Hal itu didapat dari serangkaian analisis menggunakan sejumlah data topografi , geologi, geomorfologi, citra satelit, dan prediksi curah hujan.
“Masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan bencana banjir bandang susulan,” ungkap Kepala Bidang
Pemetaan Kebencanaan dan Perubahan Iklim BIG Ferrari Pinem ketika dihubungi kemarin.
Ferrari menegaskan pemantauan curah hujan menjadi hal yang sangat penting dalam memonitor kemungkinan bencana-bencana susulan.
Menurut dia, banjir bandang di Luwu Utara itu terjadi karena material penyusun di hulu lepas, mengakibatkan pergerakan lereng yang labil. Itu ditambah potensi gerakan tanah yang tinggi dan diperparah dengan banyaknya area permukiman, serta lahan pertanian dan perkebunan di sepanjang aliran sungai di hulu.
“Itu semua menyebabkan daya dukung lahan menjadi rendah,” katanya.
Kemarin, sebanyak tiga jenazah kembali ditemukan tim gabungan pencarian dan pertolongan (SAR) di tiga lokasi berbeda.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Makassar, Mustari, mengatakan mereka menemukan satu jenazah perempuan dewasa tanpa identitas di Desa Petambua, satu laki-laki tanpa identitas di Desa Incor, Kecamatan Masamba, dan satu lainnya laki-laki dewasa dikenali bernama Supardi, 49, ditemukan di Desa Laba, Kecamatan Masamba.
“Sementara ini jumlah korban meninggal tetap 36 orang, hanya saja terjadi perubahan dan sinkronisasi data dari laporan BPBD Luwu Utara. Ada tiga korban yang teridentifikasi belum dinyatakan meninggal dunia lalu dikeluarkan dari daftar,” katanya.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sorong, Provinsi Papua Barat, menyatakan korban meninggal dunia akibat longsor dan banjir di daerah itu pada Kamis (16/7) bertambah satu orang sehingga total yang meninggal menjadi lima orang.
“BPBD Kota Sorong telah membuka posko penanggulangan bencana alam banjir dan longsor di halaman Kantor Wali Kota Sorong guna pengaduan dan penanganan korban,” ujar Kepala BPBD Kota Sorong Herlin Sasabone di Sorong, kemarin. (Zhi/MS/LN/Ant/X-10)
TIM SAR gabungan berhasil menemukan korban kedua berjenis kelamin perempuan, dari jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport di lereng Gunung Bulusaraung namun belum dievakuasi
KNKT menyampaikan bahwa pesawat ATR 42 pecah berhamburan akibat menabrak lereng gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan.
Sakti juga menyampaikan rasa keprihatinannya atas insiden pesawat ATR 42-500 dengan kode registrasi PK-THT yang hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan tersebut.
ATR adalah singkatan dari Avions de Transport Régional (Prancis) atau Aerei da Trasporto Regionale (Italia).
Jumlah penumpang on board (POB) sebanyak 11 orang, delapan kru pesawat dan tiga orang penumpang. Saat ini tim SAR Gabungan telah mengerahkan personel, mobil truk, drone dan rescue car satu tim.
Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar telah melakukan persiapan pembukaan Crisis Center di Terminal Keberangkatan sebagai pusat koordinasi informasi.
SORAK-SORAI dan tari Paddupa menyambut mereka di perbatasan kota. Belasan kilometer, guru dan siswa berbaris, mengenakan pakaian batik PGRI.
DUA guru asal Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Rasnal dan Abdul Muis, secara resmi aktif kembali sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).
PRESIDEN Republik Indonesia Prabowo Subianto akhirnya menggunakan hak prerogatifnya untuk memulihkan nama baik dan hak kepegawaian dua guru dari Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.
Dua guru asal Kabupaten Luwu Utara, Abdul Muis dan Rasnal, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap nasib guru daerah.
DUA guru dari Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Abdul Muis dan Rasnal, merasa lega dan terharu setelah menerima surat rehabilitasi dari Presiden Prabowo Subianto
Banjir yang menerjang lima kecamatan di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, hingga kini masih terjadi. Ribuan hektare area perkebunan di daerah tersebut terancam mengalami gagal panen.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved