Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
IKATAN Jurnalis Televisi Indoensia Pengurus Daerah Jawa Barat dan Aliansi Jurnalis Independen Kota Bandung melayangkan surat terbuka kepada Kepala Penerapan Kodam III/Siliwangi Kolonel FX Sri Wellyanto Kasih . Surat yang diterbitkan Jumat (10/7) itu meminta konferensi pers soal klaster baru Covid-19 di Jabar pada Sabtu (11/7) tidak digelar di Sekolah Calon Perwirra (Secapa) TNI AD di Hegarmanah, Bandung, Jawa Barat.
Alasannya, Secapa merupakan zona merah penularan Covid-19 di Jawa Barat, sehingga konferensi pers dengan mendatangkan jurnalis ke lokasi tersebut menimbulkan kerentanan penularan virus Covid-19.
"Untuk itu kami meminta agar kegiatan konferensi pers tersebut dipindahkan ke tempat yang lebih aman,"tulis AJI Bandung dan IJTI Jabar dalam surat terbukanya.
Sebelumnya, pernyataan akan digelarnya konferensi pers bersama Kepala Staf TNI AD di Secapa TNI AD terlontar saat konferensi pers bersama di Gedung Sate, Bandung, Jumat (10/7)
Baca juga : Akui Kecolongan Klaster Baru Covid-19, Emil Berlakukan PSBM
Di sisi lain, AJI Bandung dan IJTI Jabar juga meminta Kodam III/Siliwangi memastikan penerapan protokol kesehatan dalam kegiatan yang melibatkan jurnalis. Seperti memastikan seluruh pesera menggunakan masker dan jaga jarak, termasuk antara jurnalis dengan narasumber.
"Kami meminta Kodam lll Siliwangi memfasilitas kebutuhan gambar virtual ataupun tv pool kegiatan konfrensi Pers untuk kepentingan informasi seluas-luasnya terhadap jurnalis tv, tanpa harus menggelar secara tatap muka demi keamanan bersama," tulisnya lagi.
Biila konferensi Pers tetap digelar di Secapa, AJI Bandung dan IJTI Jabar menegaskan, Kodam lll/Siliwangi dan Perusahaan Media ikut bertanggung jawab memfasilitasi karantina/isolasi mandiri dan swab/pcr test selama 14 hari kerja terhadap jurnalis yang ditugaskan meliput Konfrensi Pers Kepala Staf TNI AD di Secapa TNI AD yang menjadi zona merah penyebaran Covid-19. (RO/OL-7)
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Siswa secapa TNI AD yang sembuh mencapai 1.241 orang atau 94.8% dari jumlah 1.308 pasien. Sementara yang masih positif virus korona tinggal 67 orang atau 5,2 %.
Dengan sembuhnya sekitar 1.200 prajurit TNI AD tersebut, Emil memastikan bahwa jumlah pasien yang sembuh di wilayahnya jauh lebih banyak dibanding yang masih positif.
"Jadi dari total 1.308 pasien positif covid-19 di Secapa AD pada pagi ini sudah berkurang 468 orang, jadi tinggal 840 orang."
"Terapi plasma konvalesen sudah sangat bagus apalagi jika obat anticovid-19 ini ditemukan dengan cepat. Wah ini lebih hebat lagi dan akan lebih cepat,” ujar Andika.
Saat ini, uji klinis anticovid-19 melibatkan perwira Siswa Sekolah Calon Perwira AD (Secapa AD) yang terpapar virus sebagai obyek uji coba.
Para pasien positif klaster Secapa AD menerima uji klinis dan perawatan hasil kerja sama Universitas Airlangga, TNI AD dan Badan Intelijen Negara (BIN).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved