Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
COVID-19 merupakan penyakit zoonosis yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur atau parasit yang menyebar dari hewan ke manusia. Peneliti Bidang Zoologi Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) R Taufiq Purnama Nugraha mengungkapkan, berdasarkan data sejak 1940-2000, sekitar 70% penyakit infeksius baru yang muncul di dunia berasal dari satwa liar atau zoonotic wildlife.
Banyak faktor yang menyebabkan munculnya penyakit infeksius baru tersebut di antaranya perubahan lingkungan tempat patogen dan inang hidup yang terus terjadi. Faktor pendorong perubahan tersebut yakni adanya urbanisasi, modernisasi dan intensifikasi pertanian, perusakan habitat, fragmentasi habitat, perambahan hutan dan perubahan iklim yang sebagian besar akibat ulah manusia.
“Dampaknya, manusia akan semakin terpapar oleh inang dan virus atau patogen lain yang tadinya terisolasi hidup pada satwa liar dapat berpindah pada manusia atau disebut spillover,” jelas Taufiq dalam webinar Covid-19, Zoonosis dan Satwa Liar, Selasa (7/7).
Baca juga: RI Diprediksi Jadi Episentrum Covid-19 Terbesar Ketiga di Asia
Taufiq menambahkan, selain faktor tersebut, pemanfaatan langsung satwa liar seperti perdagangan, konsumsi, hobi, dan eksibisi juga berpotensi menimbulkan terjadinya spillover patogen dari satwa liar ke manusia jika tidak dilakukan pengelolaan serta protokol biosafety dan biosecurity yang baik.
“Kita tahu di Sulawesi Utara ada pasar ekstrem Tomohon, di beberapa daerah seperti di Solo, Sumatra, ada pasar-pasar hewan yang masih ditemukan produk-produk dari satwa liar. Selain itu di Indonesia juga merupakan salah satu pengekspor yang terkait dengan tumbuhan dan satwa liar (TSL). Devisa negara terkait TSL pada tahun 2019 mencapai Rp10 triliun,” tuturnya.
Kepala Pusat Penelitian Kependudukan LIPI Herry Yogaswara menambahkan, saat ini semakin banyak masyarakat yang memelihara satwa liar namun tidak diiringi dengan literasi yang baik. Selain itu, munculnya zoonosis juga diakibatkan oleh perilaku manusia yang kurang menghargai alam.
“Saya mengutip suatu tulisan dari Noer Fauzi Rahman, seorang aktivis, menurut dia sebetulnya covid-19 dan wabah lainnya adalah perlawanan balik dari alam atas cara-cara produksi komersial, pembukaan hutan secara besar-besaran, kesenjangan yang terbentuk akibat perluasan cara produksi pasar komersial yang membuat kondisi yang kondusif bagi meluasnya pandemi zoonosis melalui transfer antar manusia,” tukasnya.(OL-5)
Lautan dunia menyerap panas ekstrem tahun 2025, memecahkan rekor selama sembilan tahun berturut-turut. Simak dampak mengerikannya bagi iklim global.
Peneliti Oxford mengungkap bagaimana bentuk garis pantai dapat menjebak spesies laut saat suhu memanas. Garis pantai Timur-Barat tingkatkan risiko kepunahan.
PERINGATAN mengenai ancaman perubahan kiamat iklim kembali menguat seiring dengan ditemukannya fenomena geologi yang tidak biasa di Greenland.
Kawasan mangrove, yang berperan penting sebagai pelindung pantai, penyerap karbon, serta habitat keanekaragaman hayati, menjadi salah satu fokus rehabilitasi.
Sebagai hewan ektotermik, suhu lingkungan jadi penentu utama siklus hidup nyamuk. Karena itu perubahan iklim berdampak besar pada penyakit akibat gigitan nyamuk.
TAHUN 2024 tercatat sebagai salah satu tahun dengan kasus DBD akibat gigitan nyamuk aedes aegypti tertinggi dalam sejarah global. Itu merupakan sinyal kuat dari dampak perubahan iklim,
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
DALAM beberapa minggu terakhir, rumah sakit dan klinik di wilayah Jabodetabek mencatat peningkatan signifikan pasien dengan gejala flu yang mirip covid-19.
KEPALA Biro Komunikasi dan Persidangan Kemenko PMK, Budi Prasetyo, mengatakan pemerintah berencana pola penanganan tuberkulosis (Tb)) akan dilakukan secara terpadu seperti covid-19.
MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengusulkan data program keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaporkan secara rutin seperti laporan covid-19 pada saat pandemi lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved