Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
PANDEMI covid-19 memaksa banyak negara melakukan pembatasan sosial, baik penutupan kegiatan bisnis maupun kegiatan belajar tatap muka di sekolah. Penutupan kegiatan belajar sekolah ini dilakukan sebagai upaya pemerintah untuk mempercepat pemutusan mata rantai penularan covid-19.
Sudah sekitar tiga bulan, anak-anak belajar di rumah dengan variasi kegiatan yang terbatas. Jelang dibukanya tahun ajaran baru, opini publik pun mulai bergulir. Ada yang setuju, namun tidak sedikit pula yang menyangsikan pembukaan sekolah. Kekhawatiran mengenai tindakan pencegahan yang bisa dilakukan saat anak berada di sekolah membuat sebagian besar orangtua masih berharap metode pembelajaran jarak jauh tetap dilakukan.
"Pembukaan kembali sekolah merupakan keputusan yang kompleks dan membutuhkan banyak pertimbangan serta keahlian. Oleh sebab itu, UI melalui Pusat Kajian Gizi Regional UI berusaha memberikan sumbangsih pemikiran dengan mengadakan diseminasi yang menghadirkan para penyusun policy brief dan penyampai materi yang dapat memberikan kontribusi UI berupa rekomendasi kebijakan bagi pemerintah, terkait pembukaan sekolah kembali di Indonesia," kata Wakil Rektor UI Bidang Riset dan Inovasi Prof Abdul Haris pada webinar yang berjudul "Pembukaan Kembali Kegiatan Belajar Mengajar di Sekolah: Pertimbangan Kesehatan, Pendidikan, dan Psikologi Perkembangan Anak", Rabu (1/7).
Baca juga: Ahli Epidemiologi UI Bantah Pernyataan Anies soal Rt di Bawah 1
Webinar tersebut terselenggara atas kerja sama Direktorat Inovasi dan Science Techno Park (DISTP UI) dengan Regional Center for Food and Nutrition (SEAMEO RECFON)/Pusat Kajian Gizi Regional). Berikut beberapa usulan mitigasi dari Universitas Indonesia apabila pemerintah memutuskan membuka aktivitas sekolah:
1. Menerapkan metode menggilir siswa yang masuk (rotasi antarkelas/tingkatan atau setengah kelas atau pekan on-off).
2. Tidak melakukan kegiatan ekstrakurikuler (mencakup acara pementasan, olahraga bersama, upacara bendera, field trip dan kegiatan sosial lain dalam jumlah massa).
3. Pengaturan arus masuk dan keluar sekolah (Jam masuk bergilir, aturan jarak fisik untuk penjemput, menekan jumlah penggunaan bus/kendaraan antarjemput).
4. Dukungan nutrisi dan bantuan sosial nutrisi anak usia sekolah dan membawa bekal bersama di dalam kelas.
Hasil analisis dari kondisi pandemi hingga melahirkan beberapa usulan mitigasi itu dipaparkan langsung oleh tim penyusun yaitu dr. Grace Wangge (SEAMEO RECFON/Pusat Kajian Gizi Regional UI) dan dr. Ahmad Fuady (Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas, FKUI) serta diisi oleh para penanggap yaitu Direktur Pembinaan Sekolah Dasar Kemendikbud RI Sri Wahyuningsih, Prof Juntika Nurihsan dari Universitas Pendidikan Indonesia serta Dr. Rose Mini Agoes Salim dari Fakultas Psikologi UI, kemudian dimoderatori oleh Direktur DISTP UI Ahmad Gamal.
Baca juga:
Dalam uraian tim penyusun, Ahmad Fuady menyampaikan imbas dari penutupan sekolah menyebabkan pelandaian kurva pembelajaran siswa. Pembelajaran jarak jauh berpotensi melebarkan kesenjangan pencapaian antarstatus sosial dan meningkatkan potensi anak putus sekolah. Menurut riset, efek menutup sekolah menekan 2-4% sebaran infeksi dan data menunjukkan rata-rata kasus anak 1-5% total kasus covid-19, sementara di Indonesia ada pada rate 6% total kasus dengan mayoritas anak yang terinfeksi dengan gejala ringan.
"Maksud kami bukan mengecilkan risiko covid-19 terhadap anak, namun mari bersama-sama memitigasi risiko ketika membuka kembali aktivitas belajar mengajar di sekolah, agar capaian belajar dapat tetap terpenuhi dan anak-anak dapat tetap sehat," ujar Ahmad Fuady.
Sementara terkait kebutuhan gizi, Grace Wangge mengatakan masalah gizi anak pada pandemi covid-19 menjadi salah satu isu yang berkembang ketika berbagai fasilitas publik ditutup. Seperti fasilitas Posyandu dan yang berbasis promotif dan preventif di sekolah juga ikut ditutup.
Pada jangka panjang, hal ini dapat berpotensi menurunkan pola konsumsi gizi seimbang yang dapat dibentuk sejak usia sekolah dan menempatkan anak pada risiko gangguan nutrisi jangka panjang. Indonesia telah memiliki Program Gizi Anak Sekolah (ProGAS) yang telah diluncurkan di 39 kabupaten sejak 2018 dan berhasil mengubah pola baik konsumsi makanan gizi seimbang dari 24,7% menjadi 47,7%.
"Perlambatan ekonomi sebagai dampak covid-19 juga bisa mempengaruhi status gizi anak. Untuk itu, kami merekomendasikan agar pembukaan kembali aktivitas sekolah dapat dilakukan secara bertahap. Tentunya dengan dukungan kolaborasi lintas sektoral (kesehatan dan pendidikan),” ungkap Grace.
Tim penyusun juga memberikan daftar rekomendasi untuk Pemda yaitu menyiapkan protokol kesehatan level kabupaten (Protokol kesehatan harus disusun sebelum sekolah memulai kembali aktivitas dan disebarluaskan kepada seluruh siswa dan orangtua), memperkuat sarana penunjang (UKS, alat disinfeksi dan kebersihan, layanan hotline yang dapat diakses orangtua, dan sistem informasi yang tersambung ke Dinas Pendidikan, Puskesmas, dan Dinas Kesehatan).
Lalu, Monitoring dan evaluasi (Seluruh upaya intervensi pembukaan kembali aktivitas sekolah ini harus dipantau dan dievaluasi secara ketat dengan kolaborasi antara sekolah, Dinas Pendidikan, Puskesmas, dan Dinas Kesehatan kota/kabupaten).
Pun tim penyusun mengapresiasi Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan – Kementerian Agama – Kementerian Kesehatan – Kementerian Dalam Negeri) terkait Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran dan Tahun Akademik Baru di Masa Pandemi Covid-19.(RO/OL-5)
SELAMA puluhan tahun, Indonesia terjebak dalam delusi bahwa mutu pendidikan bisa ditingkatkan hanya dengan menyuntikkan dana ke sekolah atau mengganti label kurikulum
Setelah tidur malam, kadar glukosa dalam tubuh menurun. Padahal, otak membutuhkan glukosa sebagai sumber energi utama untuk berpikir dan berkonsentrasi.
BELAKANGAN ini, ruang media sosial diramaikan perbincangan mengenai istilah 'bahasa ibu' yang memantik refleksi publik.
TEDxSVP mendorong peserta untuk melihat perubahan sebagai peluang yang dapat dimanfaatkan untuk tumbuh sekaligus memberi dampak positif.
Penguatan proses pembelajaran menjadi inti dari rangkaian Program CSR Bigger Dream Fase 3 yang digagas MMSGI bersama Yayasan Life After Mine Foundation (LINE).
Usia 58 tahun menjadi bukti perjalanan panjang dedikasi dan komitmen Labschool dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved