Sabtu 27 Juni 2020, 16:37 WIB

Warga Laporkan Tambang Batu Bara Ilegal di Ring 1 Ibu Kota Baru

Atalya Puspa | Humaniora
Warga Laporkan Tambang Batu Bara Ilegal di Ring 1 Ibu Kota Baru

Antara
Foto aerial Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Sabtu (31/8/2019).

 

SPORC Brigade Enggang Seksi Wilayah II Samarinda Balai Gakkum Wilayah Kalimantan, KLHK, bersama Polisi Kehutanan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur, pada hari Selasa malam, 23 Juni 2020, menghentikan penambangan batu bara ilegal di Kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto yang masuk ring 1 wilayah calon ibu kota baru.

Selain itu, KLHK juga berhasil mengamankan 2 unit ekskavator, 5 kg contoh batu bara serta 3 operator ekskavator, 1 penjaga malam (wakar) dan 1 penanggung jawab kegiatan lapangan yang diduga penambangan batubara ilegal di Kawasan Tahura Bukit Soeharto, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.

Baca juga: Pemindahan Ibu Kota Disebut Untungkan Pemilik Usaha Tambang

Direktur Penegakan Hukum Pidana KLHK Yazid Nurhuda menyatakan, pihaknya menetapkan ZK (52) yang merupakan penanggung jawab kegiatan lapangan sebagai tersangka. ZK dititipkan di Rumah Tahanan Polresta Samarinda.

"Semua barang bukti, yakni 2 unit ekskavator dan contoh batu bara sebanyak 5 kg diamankan di Kantor Balai Gakkum Wilayah Kalimantan di Samarinda," kata Yazid dalam keterangan resmi, Sabtu (27/6).

Adapun, penyidik akan menjerat tersangka dengan Pasal 17 Ayat 1 Huruf a dan/atau Huruf b Jo. Pasal 89 Ayat 1 Huruf a dan/atau Huruf b Undang-Undang No 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp10 miliar.

Untuk diketahui, kasus ini berawal dari laporan masyarakat mengenai adanya aktivitas penambangan ilegal di Kawasan Tahura Bukit Soeharto yang masuk ring 1 wilayah calon ibu kota baru.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim gabungan dari SPORC Brigade Enggang Balai Gakkum Wilayah Kalimantan dan Polhut Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur, menuju lokasi.

Kurang lebih pukul 21.45 WITA, tim menghentikan aktivitas penambangan yang berada di dalam Kawasan Tahura Bukit Soeharto itu. Tim mengamankan para pelaku dan barang bukti dan menyerahkannya kepada penyidik di Kantor Balai Gakkum Wilayah Kalimantan untuk proses lebih lanjut.

Baca juga: Presiden Minta KLHK Soroti Pemulihan Lingkungan di Ibu Kota Baru

Penyidik masih mengembangan kasus ini untuk mengungkap keterlibatan pihak-pihak lain dalam aktivitas penambangan batu bara ilegal di Kawasan Tahura Bukit Suharto.

"Keberhasilan penanganan kasus ini tidak terlepas dari kerja sama sinergis yang telah terjalin dengan baik antara Balai Gakkum Wilayah Kalimantan, Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur, dan Polresta Samarinda," tandas Yazid. (Ata/A-3)

Baca Juga

Istimewa

Cegah Omikron Terus Meningkat, Kapolri Tekankan Disiplin Prokes Hingga Vaksinasi Booster

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 19 Januari 2022, 16:41 WIB
Akselerasi percepatan vaksinasi merupakan hal yang harus terus...
MI/ RAMDANI

5 Alasan Disiplin Protokol Kesehatan tetap Penting Walau Sudah Divaksinasi

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Rabu 19 Januari 2022, 15:25 WIB
Adanya perubahan tentang penetapan masa karantina bagi Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) dari 14 hari menjadi 10 hari merupakan bagian...
ANTARA /JESSICA HELENA WUYSANG

Kenaikan Kasus Harian Covid-19 Capai 1.400

👤HUMANIORA 🕔Rabu 19 Januari 2022, 15:20 WIB
Yang perlu diperhatikan adalah penularan pada orang tua, sehingga masyarakat diminta untuk bisa menjaga keluarganya, khususnya orang tua...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya