Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Sosial, Juliari Batubara, menyebut penyaluran bantuan sosial (bansos) sembako periode Juli-Desember di Jabodetabek, akan ditangani langsung oleh Kementerian Sosial.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang sebelumnya juga memberikan bansos, tidak akan melanjutkan dan fokus pada program lain.
"Kami sudah melakukan pertemuan dengan Pemprov DKI beberapa hari lalu. Kami mendapat konfirmasi bahwa Juli-Desember Pemprov DKI fokus ke program lain. Tidak akan melanjutkan program bansos sembako," ungkap Juliari dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Rabu (17/6).
Baca juga: Ombudsman Banyak Terima Laporan Soal Bansos di Jakarta
Pemerintah pusat akan melanjutkan program bansos sembako di wilayah Jabodetabek hingga Desember. Nilai bantuan dikurangi dari Rp 600 ribu menjadi Rp 300 ribu per keluarga per bulan. Pemberian sembako yang diperpanjang mencakup enam tahap penyaluran.
Dalam penyaluran sembako gelombang pertama sejak April hingga Juni, Pemprov DKI memberikan bantuan untuk 800.000 kepala keluarga (KK). Adapun Kementerian Sosial menangani bantuan untuk 1,3 juta KK.
"Target penerima bansos sembako di DKI tahap ini jumlahnya 2,1 juta KK. Masih berlanjut dibagi 1,3 juta KK oleh Kemensos dan 800 ribu oleh Pemprov DKI. Nanti Juli-Desember menjadi 1,3 juta kk dikelola seluruhnya oleh Kemensos," jelas Juliari.
Baca juga: Tsunami Bansos Disebabkan Tumpang Tindih Data
Mengenai bansos periode Juli-Desember, Juliari mengatakan data penerima menjadi kewenangan daerah yang disetorkan ke Kementerian Sosial. Juliari telah meminta Pemprov DKI untuk memperbaiki data penerima agar penyaluran lebih efektif.
"Kami sudah sampaikan kepada pemprov DKI. Apabila ada data yang kurang baik, segera lakukan perbaikan. Kami siap menerima perbaikan data, sehingga pada penyaluran berikutnya khususnya gelombang kedua, data sudah lebih baik," pungkasnya.(OL-11)
KEMENTERIAN Sosial menyalurkan bantuan logistik sekaligus melakukan pendataan korban terdampak bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Bandung Barat.
KEMENTERIAN Sosial (Kemensos) terus mengintensifkan upaya pemulihan pascabencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Kementerian Sosial akan menyalurkan bantuan usaha sebesar Rp5 juta per keluarga terdampak bencana. Bantuan ini disalurkan melalui Pokja Pemberdayaan Pasca Bencana.
KEMENTERIAN Sosial (Kemensos) bekerja sama dengan BNPB, TNI, Polri, BPBD dan Pemda terus mempercepat upaya distribusi bufferstock logistik,
SEKRETARIS Jenderal Kemensos Robben Rico mengatakan penerima BLT kesra sudah 85 persen dari target, sedangkan Menko Airlangga mengatakan sudah 26,2 juta orang menerima bantuan itu dari 35 juta
Kementerian Sosial memberikan atensi khusus terhadap penanganan bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, terutama di wilayah yang masih terisolasi seperti Aceh Tamiang.
Kepala Staf Kogabwilhan III, Marsekal Muda TNI Joko Sugeng Sriyanto mengatakan, bantuan ini sebagai bentuk wujud nyata hadirnya negara di tengah masyarakat.
Guna mengantisipasi kenaikan harga yang ekstrem, Pemko Pekanbaru telah menyiapkan langkah darurat berupa Operasi Pasar.
Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah tidak akan mentolerir pelaku usaha pangan yang menjual komoditas di atas HET jelang Nataru
Kenaikan tidak hanya terjadi pada cabai. Komoditas bumbu dapur lainnya seperti bawang merah
Diskumindag Kota Sukabumi terus memantau pergerakan harga dan berkoordinasi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).
Kenaikan harga ini sudah berlangsung hampir dua minggu
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved