Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua DPRD DKI Jakarta Zita Anjani mengkritik Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim soal sistem pendidikan saat kenormalan baru atau new normal.
"Saya tunggu-tunggu, Mas menteri kok belum ada. Mas Menteri Pendidikan Nadiem Makarim harus segera berinovasi dan menerapkan sistem pendidikan new normal. Jangan tunggu-tunggu. Kebijakan hari ini tidak memberikan kepastian untuk pendidikan anak. Kami para pendidik butuh solusi konkret," kata Zita dalam keterangan resminya, Jakarta, Jumat (5/6).
Baca juga: Putri Zulkifli Hasan Harap Anies tidak Bikin Rakyat Babak Belur
Menurut putri Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan itu, penting adanya sistem pembelajaran yang baru. Belajar dari rumah itu, kata Zita, kurikulum yang tidak jelas untuk jadi panduan.
"Mas Menteri sendiri juga terkejut akses internet tidak merata. Belum lagi, kualitas SDM pendidikannya yang masih belum adaptif terhadap teknologi, ini perlu dipersiapkan upgradingnya," kata dia.
Baca juga: Nadiem Makarim di antara Dua Pondasi Pendidikan Kita
Zita menyebut, sekolah atau sistem pendidikan yang sudah siap saat new normal, harus diuji pelaksanaanya apakah sesuai pendidikan online yang sesuai standar. Ia menyebut tidak perlu menunggu semua kembali normal karena memakan waktu yang lama.
"Justru kalau ada yang mulai, kita bisa jadi contoh buat yang lain. Kan Mas Menteri orang startup, saya yakin paham sekali bagaimana AB testing dalam menjalankan sebuah gagasan dan inovasi," ketus Zita.
Baca juga: Nadiem Makarim Lebih Produktif tanpa Medsos
"Kita tahu, Mas Menteri Nadiem ini latar belakangnya dari startup Gojek yang sukses se-Indonesia, bahkan merambah ke negara-negara tetangga. Pak Presiden Joko Widodo juga memercayakan sistem pendidikan Indonesia ke Mas Menteri. Kan skillnya itu jago di bidang teknologi informasi (TI) startup. Saya kira pasti bisa bikin inovasi terapkan sistem nasional online guided learning atau sistem belajar terpadu online nasional," pungkas Zita. (X-15)
Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) saat ini terus mengalami kemajuan dan ditargetkan puluhan ribu unit dapat diselesaikan dalam beberapa bulan ke depan.
Prabowo Subianto memanggil Zulkifli Hasan dan Bahlil Lahadalia ke Istana membahas ketahanan pangan dan pasokan energi menyusul krisis Timur Tengah dan penutupan Selat Hormuz.
PEMDA yang masih menerapkan praktik pembuangan terbuka (open dumping) di tempat pemrosesan akhir (TPA) melewati batas waktu yang ditetapkan pada 2026 akan terkena sanksi.
PARTAI NasDem menanggapi santai langkah PAN yang mendukung Presiden Prabowo Subianto dan Zulkifli Hasan sebagai bakal calon wakil presiden (cawapres) pada Pilpres 2029 mendatang.
PSI mengatakan keputusan soal calon wakil presiden (cawapres) pendamping Prabowo Subianto pada pilpres 2029 akan diserahkan pada presiden.
WAKIL Presiden Gibran Rakabuming Raka merespons soal wacana mengenai pilpres 2029 yang mana Presiden Prabowo Subianto dipasangkan dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.
Nadiem Makarim ungkap kesedihan jalani puasa & Lebaran pertama di rutan akibat kasus korupsi Chromebook Rp2,18 triliun. Simak detail lengkap sidangnya.
SIDANG perkara dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dalam program digitalisasi pendidikan kembali bergulir di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).
Mulyatsah menyatakan dirinya merasa dijebak oleh atasannya saat itu, Eks Mendikbud Nadiem Anwar Makarim dalam sidang dugaan korupsi Chromebook
TIM Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengungkap fakta dalam persidangan kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di lingkungan Kemendikbudristek.
Kondisi kesehatan Nadiem Makarim menurun akibat reinfeksi bekas operasi. Eks Mendikbudristek ini terancam operasi lagi di tengah sidang korupsi Chromebook.
Persidangan lanjutan perkara pengadaan laptop Chromebook pada Senin (02/03) lalu, kembali membuka fakta-fakta baru yang memperjelas isu harga pasar dan menepis dugaan kerugian negara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved