Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
EPIDEMIOLOG dari Universitas Indonesia, Syahrizal Syarif, menyatakan kondisi kasus covid-19 di Tanah Air tergolong fluktuatif. Itu tecermin dari perkembangan data kasus covid-19 setiap hari yang tidak konsisten.
“Lihat saja peningkatan rata-rata mingguannya dalam dua minggu terakhir. Minggu lalu 535 kasus dan minggu ini sekitar 677 kasus. Dari situ jelas bahwa wabah di Indonesia masih meningkat, belum mencapai puncak,” pungkas Syahrizal dalam diskusi virtual, Kamis (28/5).
Dia menilai pemerintah terlambat dan cukup gagap dalam merespons penyebaran kasus covid-19. Strategi komunikasi yang dilakukan pun kurang baik. Begitu pula dengan regulasi yang dinilai simpang siur. Sehingga, menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.
Baca juga: Indef: New Normal Tidak Tepat Diterapkan Saat Ini
Pemerintah, lanjut dia, lebih memilih menerapkan Undang-Undang (UU) tentang Karantina dibandingkan UU tentang Wabah. “Saya mengerti, pemerintah menghindari UU Wabah karena ada pasal yang menyatakan pemerintah harus mengganti semua kerugian masyarakat, akibat upaya pencegahan. Misalnya saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB),” tutur Syahrizal.
Menyoroti kasus covid-19 yang belum turun, Epidemiolog dari Universitas Hasanuddin, Ridwan Amiruddin, berpendapat pelonggaran PSBB hingga wacana penerapan tatanan new normal masih terlalu dini.
Dia menilai sasaran dari pelaksanaan new normal ialah masyarakat bisa kembali bekerja atau beraktivitas seperti biasa. Sehingga, roda perekonomian kembali pulih di tengah pandemi covid-19.
Baca juga: Sambut New Normal, Jokowi Minta Pengetatan Protokol Kesehatan
“Di negara lain, seperti Jepang, melakukan pelonggaran setelah enam pekan kurvanya melandai. Sementara di Indonesia, kurva kita masih mau menuju titik puncaknya. Belum sampai pada pelandaian kurva. Jadi terlalu cepat, terlalu dini kita masuk ke new normal,” pungkas Ridwan.
Menurutnya, pelonggaran PSBB dan wacana penerapan new normal berisiko melahirkan gelombang kedua covid-19. Gelombang kedua adalah ledakan kasus yang bisa terjadi pada semua penyakit menular.
“Di Spanyol gelombang keduanya justru jauh lebih besar dibandingkan gelombang pertama. Sedangkan di Indonesia, gelombang pertama saja belum selesai. Kalau estimasi puncak (pandemi) pada pertengahan Juni atau akhir Juni, baru setelah itu turun. Ketika dilonggarkan, maka memberi kesempatan untuk lahirnya gelombang kedua setelah pandemi,” tandasnya.(OL-11)

Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
JAGA Pemilu khawatir pelanggaran dalam pemilihan umum (pemilu) menjadi kebiasaan yang diwajarkan alis ‘new normal’di masa depan.
Konsekuensi daerah yang telah ditetapkan berada di level 1 berarti kegiatan masyarakat bisa dikatakan dapat beroperasi normal dengan kapasitas maksimal 100% di berbagai sektor.
Rumah mengangkat konsep Tropical Modern ramah lingkungan dan didesain untuk menjawab kebutuhan hunian di era new normal.
Kebijakan pelonggaran penggunaan masker di ruang terbuka, diharapkan tidak menimbulkan euforia berlebihan yang berakibat abai terhadap protokol kesehatan yang masih harus diterapkan.
Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan mobilitas masyarakat terus mengalami peningkatan dalam dua pekan terakhir dan menjadi yang tertinggi selama masa pandemi covid-19.
SAAT ini kita tengah memasuki masa pra kondisi menuju transisi pandemi menjadi endemi. Secara gradual, pembatasan sosial memang sudah dilonggarkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved