Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
PASIEN kasus 01 virus korona atua covid-19, Sita Tyasutami, membagikan sejumlah tips melawan virus yang pertama kali menjangkiti Wuhan, Tiongkok itu. Para pasien terinfeksi virus korona perlu selalu berpikir positif.
"Saat awal terkonfirmasi positif, sebenarnya gejala-gejala saya sudah hampir sembuh hanya tersisa batuk. Tapi dengan stres mental breakdown, gejala-gejala saya kembali datang," ucap Sita di Gedung Graha BNPB, Jakarta Timur, Sabtu (9/5).
Baca juga: Jokowi Konfirmasi Kasus Virus Korona Pertama di Indonesia
Dengan pemikiran positif, kata dia, sejatinya menjadi dukungan internal dalam meningkatkan imunitas tubuh. Dia mengaku setelah menerapkan pola pikir positif, gejala-gejala penyakit covid-19 mulai mereda.
"Waktu isolasi, saya yoga, olahraga, menari, aktif, dan dibawa happy. Lama-lama gejala tersebut hilang dan sistem imunitas saya naik dan sembuh," kata Sita.
Tak hanya itu, dia juga mendapat dukungan eksternal dari keluarga, teman dekat, tenaga medis dan publik. Dukungan tersebut juga memberi sumbangsih penting bagi peningkatan imunitas tubuh Sita.
"Setiap hari berhubungan lewat video call dengan keluarga, teman dan banyak dukungan dari orang-orang yang saya tidak kenal, itu sangat membantu. Support system itu sangat penting," ungkapnya.
Baca juga: Menkes: Indonesia Bebas Virus Korona Berkat Doa
Sita mengaku sempat stres hingga depresi kala dirinya diumumkan sebagai pasien 01 covid-19. Bahkan media sosial dan nomor pribadi miliknya tersebar luas di internet.
"Sampai orang-orang enggak kenal menghubungi saya, bombardir saya di media sosial. Saya kekeuh nyalain tv semua. Lama-lama saya matiin, media sosal enggak buka sampai lima hari karena saya stres. Jadi saya menghindari stres itu," cerita Sita.
Kemudian, keluarga Sita memberikan motivasi agar melakukan tindakan positif. Caranya dengan memberikan kampanye positif terkait virus korona demi mengurangi kepanikan masyarakat.
"Saya ubah mindset saya. Kita berikan semangat untuk orang lain. Saya juga menjadi tenang dan merasa berguna dengan hal positif yang saya lakukan. Terpapar virus itu bukan aib, siapapun bisa kena, tidak memandang bulu," ungkap Sita.
Setelah sembuh dan keluar dari rumah sakit, dia beserta keluarga harus menjalani isolasi mandiri selama 14 hari. Hingga kini pun, Sita dan keluarga tetap mengikuti imbauan protokol kesehatan dan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang ditetapkan pemerintah.
Sita mengimbau masyarakat untuk kembali membudidayakan prinsip gotong royong antarsesama. Ha ini demi memutus rantai penyebaran covid-19 semakin meluas.
"Kami juga sekarang melakukan fundraising untuk membantu mereka yang terdampak covid-19. Bagi yang mampu bisa ikut membantu mereka yang terdampak ekonomi baik dengan pembagian masker atau apapun itu," ucap Sita. (X-15)
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Presiden Joko Widodo mengaku bingung dengan banyaknya istilah dalam penangan covid-19, seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar hingga Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat.
Demi membantu UMKM untuk bangkit kembali, influencer Bernard Huang membuat gerakan yang diberi nama PSBB atau Peduli Sesama Bareng Bernard dii Kota Batam.
Kebijakan itu juga harus disertai penegakan hukum yang tidak tebang pilih, penindakan tegas kepada para penyebar hoaks, dan jaminan sosial bagi warga terdampak.
Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 20.155 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 6.934 positif dan 13.221 negatif.
Untuk menertibkan masyarakat, tidak cukup hanya dengan imbauan. Namun harus dibarengi juga dengan kebijakan yang tegas dalam membatasi kegiatan dan pergerakan masyarakat di lapangan.
Epidemiolog UI dr.Iwan Ariawan,MSPH, mengungkapkan, untuk menurunkan kasus Covid-19 di Indonesia, sebenarnya dibutuhkan PSBB seperti tahun 2020 lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved