Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Sosial Juliari P. Batubara memaklumi banyaknya kritik soal penyaluran bantuan sosial (bansos) covid-19. Menurutnya hal ini mencerminkan ekspektasi tinggi dari masyarakat soal kemampuan pemerintah dalam menangani dampak pandemi ini.
"Mungkin banyak yang menganggap pemerintah lamban atau kurang tepat program-programnya. Tapi kadang-kadang kita suka lupa bahwa negara kita sangat kompleks. Bukan negara kecil, berpenduduk sedikit, dan bukan negara daratan," ungkap Mensos dalam videoconference, Selasa (5/5).
"Tidak seperti Amerika Serikat, Tiongkok, Australia, Jerman yang adalah negara kontinental, mengirimkan bantuan lewat darat bisa. Indonesia negara kepulauan yang tentunya memiliki tantangan sendiri khususnya di saat-saat sulit seperti pandemi covid-19 ini," lanjutnya.
Oleh karena itu, kata Mensos, hal tersebut sangat mempengaruhi kecepatan respon daripada program penanggulangan yang dilakukan pemerintah.
Dia mencontohkan program bansos sembako untuk masyarakat rentan di Jabodetabek yang diproyeksikan untuk tiga bulan, dari April hingga Juni 2020.
Baca juga : Yurianto: Disiplin Kunci Kendalikan Penyebaran Covid-19
"Coba bayangkan membuat program selama tiga bulan. Satu bulan dua kali penyaluran isinya sembako untuk 1,9 juta KK," katanya.
"Presiden minta dalam dua minggu, di saat pabrik-pabrik produsen rata-rata sudah menurunkan produksinya karena kondisi ekonomi, demand langsung anjlok semua," imbuh Mensos.
Di sisi lain, katanya, ada persoalan data. Dalam kondisi normal, data tersebut diambil dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
"DTKS untuk kondisi normal, kalau tidak normal ada yang di luar DTKS. Akhirnya dicapai kesepakatan dan sudah mendapatkan edaran KPK bahwa non-DTKS boleh (menerima bantuan). Hanya nama, alamat, NIK, harus lengkap dan ini nanti akan masuk menjadi DTKS," jelas Juliari.
Menurutnya, persoalan data ini memang tidak berjalan mulus. Mensos melihat daerah pun tidak terlalu siap untuk memberikan data yang akurat di luar DTKS dalam waktu yang cepat.
"Contoh, di DKI akhirnya data yang kita gunakan persis sama dengan data yang digunakan oleh Pemprov DKI pada saat penyaluran sembako oleh Pemprov DKI," ungkapnya.
"Ternyata DKI tidak siap juga. Kan tidak mudah mencari 1,3 juta KK. Saya tanya ke RT/RW, kenapa permasalahannya? Katanya, 'kami masih melakukan pendataan yang baru, sembakonya Pak Menteri sudah datang,'" jelasnya.
Baca juga : RSCM Lakukan Seleksi Pendonor Terapi Plasma Darah Untuk Covid-19
Dalam kesempatan tersebut, Mensos juga menjelaskan anggaran bantuan sembako Presiden bukan anggaran reguler Kementerian Sosial.
"Ini adalah anggaran yang ditarik dari pos anggaran yang namanya BABUN, bendahara umum negara. Artinya celengannya Menteri Keuangan," kata Mensos.
"Atas nama keputusan Presiden, anggaran ini baru bisa diturunkan. Jadi memang program bansos sembako itu atas instruksi presiden," jelasnya.
Bansos Sembako bantuan Presiden mulai disalurkan untuk masyarakat terdampak covid-19 di DKI Jakarta, Kabupaten Bogor, Kota Tangerang dan Tangerang Selatan, Depok, serta Bekasi (Jabodetabek), pada 20 April. Bansos Sembako tersebut menjangkau 1,9 juta keluarga dengan nilai Rp600 ribu yang disalurkan sebulan dua kali. Total nilainya sekitar Rp3,4 triliun.
Sementara itu, bantuan sosial tunai (BST) menjangkau 9 juta KK di luar Jabodetabek. Bantuan senilai Rp600 ribu/KK/bulan ini diperuntukkan bagi mereka yang belum mendapatkan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako (Bantuan Pangan Non Tunai). Bansos Sembako bantuan Presiden maupun BST disalurkan selama tiga bulan, yakni April, Mei, dan Juni 2020. (OL-7)
KEMENTERIAN Sosial menyalurkan bantuan logistik sekaligus melakukan pendataan korban terdampak bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Bandung Barat.
KEMENTERIAN Sosial (Kemensos) terus mengintensifkan upaya pemulihan pascabencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Kementerian Sosial akan menyalurkan bantuan usaha sebesar Rp5 juta per keluarga terdampak bencana. Bantuan ini disalurkan melalui Pokja Pemberdayaan Pasca Bencana.
KEMENTERIAN Sosial (Kemensos) bekerja sama dengan BNPB, TNI, Polri, BPBD dan Pemda terus mempercepat upaya distribusi bufferstock logistik,
SEKRETARIS Jenderal Kemensos Robben Rico mengatakan penerima BLT kesra sudah 85 persen dari target, sedangkan Menko Airlangga mengatakan sudah 26,2 juta orang menerima bantuan itu dari 35 juta
Kementerian Sosial memberikan atensi khusus terhadap penanganan bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, terutama di wilayah yang masih terisolasi seperti Aceh Tamiang.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
DALAM beberapa minggu terakhir, rumah sakit dan klinik di wilayah Jabodetabek mencatat peningkatan signifikan pasien dengan gejala flu yang mirip covid-19.
KEPALA Biro Komunikasi dan Persidangan Kemenko PMK, Budi Prasetyo, mengatakan pemerintah berencana pola penanganan tuberkulosis (Tb)) akan dilakukan secara terpadu seperti covid-19.
MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengusulkan data program keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaporkan secara rutin seperti laporan covid-19 pada saat pandemi lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved